Senin, Januari 16, 2017

Belajar Sejarah Jakarta Di Museum Fatahillah


Bagaimana menjadikan sebuah liburan tidak sekedar hiburan tapi juga berguna untuk menambah wawasan anak? 
Salah satu cara yang saya terapkan yakni membawa mereka ke tempat bersejarah atau aktivitas luar ruangan sehingga mereka bisa belajar banyak hal.

Jadi, dalam mengisi liburan akhir tahun kemarin salah satu tujuan saya adalah berkunjung ke Museum Fatahillah atau Museum Sejarah Jakarta yang terletak di Kota Tua Jakarta Barat, tepatnya Jalan Taman Fatahillah no.1. Di daerah Kota Tua ini memang banyak bangunan bersejarah yang berdiri sejak jaman pemerintahan Belanda dan masih dipertahankan keberadaannya hingga sekarang, seperti Stasiun Kota, Kantor Pos Kota, Museum Wayang, Museum Seni Rupa Dan Keramik (dulunya Gedung Pengadilan Tinggi Jakarta), dan lain-lain.

Baca juga : Di Jakarta Baiknya Ke Museum Atau Ke Mall?

Museum Fatahillah ini dulunya adalah Gedung Balaikota Batavia VOC bernama Stadhuis Van Batavia yang dibangun tahun 1707-1710 pada masa pemerintahan Gubernur Jenderal Johan Van Hoorn. Pada tanggal 30 Maret 1974 gedung ini diresmikan sebagai Museum Sejarah Jakarta. Disebut juga Museum Fatahillah sebagai penghormatan kepada Raden Fatahillah yang merupakan tokoh yang mengusir Portugis dari pelabuhan perdagangan Sunda Kelapa dan memberi nama Jayakarta atau berarti Kota Kemenangan, cikal bakal Kota Jakarta sekarang. 

Alifah & Nadhif di depan prasasti peresmian Museum Sejarah Jakarta

Kami datang ke sana pada jam 1 siang saat matahari lagi lucu-lucunya, heheee... Mobil diparkir di Jalan Kali Besar Timur Jakarta Barat, tidak jauh dari Kantor Pos Kota yang letaknya di depan Taman Fatahillah. Ada akses jalan masuk ke Taman Fatahillah pas di samping Kantor Pos Kota ini. Begitu masuk ke situ tampaklah alun-alun besar yang disebut juga dengan Taman Fatahillah. Di taman yang dulunya merupakan pusat kota Jakarta ini terlihat ramai pengunjung dan banyak disewakan sepeda hias untuk dipakai berkeliling kawasan.

Melihat banyak bangunan tua yang cantik, langsung saja kami semua mengambil posisi dan berpose untuk foto, hehe... Emang setiap sudut di taman ini jadi spot yang bagus untuk berfoto, so vintage and unique! Menjadikan Museum Sejarah Jakarta atau Kantor Pos Kota sebagai background foto is sooo instagramble.

Foto background Kantor Pos Kota
Foto background Museum Sejarah Jakarta

Puas berfoto di Taman Fatahillah kami pun bergegas membeli tiket masuk ke Museum Sejarah Jakarta seharga Rp.5.000 untuk orang dewasa. Masuk ke dalam museum berukuran luas kurang lebih 1300 meter persegi ini kami langsung belok kiri masuk ke dalam ruangan yang berisi informasi tentang perkembangan Kota Jakarta sejak jaman dahulu pada awal kedatangan bangsa Portugis. Ada juga banyak lukisan yang diantaranya Jan Pieterszoon Coen, Gubernur Jenderal Hindia Belanda pendiri kota Batavia dan Sir Thomas Stamford Bingley Raffles, Gubernur Letnan Hindia Belanda yang terbesar yang juga adalah penulis buku The History Of Java. Masuk lagi ke bagian dalam ruangan ada lukisan Pangeran Jayakarta, penguasa Pelabuhan Jayakarta yang dikalahkan oleh VOC di bawah pimpinan Jan Pieterszoon Coen.

Di museum ini dipamerkan pula situs bersejarah seperti replika peninggalan masa Tarumanegara dan Pajajaran dan hasil penggalian arkeologi di Jakarta. Di lantai 2 museum terdapat berbagai mebel antik abad 17 sampai 19 seperti ranjang, kursi, lemari hingga penyekat ruangan. 

Penyekat ruangan abad ke-18
Penyekat ruangan yang gede banget!
Prasasti Ciaruteun peninggal Kerajaan Tarumanegara 

Di bagian belakang museum ada taman yang juga cantik. Di sini juga bisa jadi spot foto yang keren dengan background gedung berjendela besar. Patung Hermes dipajang di halaman belakang ini. Patung Hermes ini adalah hadiah dari seorang pengusaha Jerman berkewarganegaraan Belanda kepada Pemerintah Kota Batavia pada tahun 1930-an. Di bagian belakang museum ini juga ada penjara bawah tanah yang konon sangat angker, hiiii.... 

Anak-anak dengan background gedung museum
Petunjuk arah di area belakang museum

Untuk berkeliling museum ini sekaligus mengetahui sejarah dan benda-benda yang tersimpan di dalamnya sebenarnya kita bisa memakai jasa pemandu wisata untuk menjelaskan. Tapi di musim liburan atau saat ramai pengunjungi kita harus memesan jasa pemandu tersebut jauh hari sebelum kedatangan. Seperti yang saya lihat pada saat saya berkunjung ada beberapa rombongan yang berkeliling dengan pemandu wisata. 

Rombongan pengunjung dengan pemandu wisata

Keluar dari museum, kami kembali ke area Taman Fatahillah. Rupanya di bagian luar dari taman ini atau tepatnya di sisi sebelah kanan Kantor Pos Kota ada sekelompok orang memakai kostum tokoh pendiri Jakarta seperti Raden Fatahillah dan Pangeran Jayakarta. Ada juga yang berkostum noni Belanda, tentara kompeni Belanda hingga Ondel-ondel yang jadi favorit Khansa dan Faizah, hehe.. Mereka bisa jadi objek foto yang menarik, tapi jangan lupa diberi tip ya ;) 

Khansa, Faizah & Ondel-ondel 
Mami kaget lihat Faizah dipangku Pangeran Jayakarta, haha...
Opa, Oma & Raden Fatahillah

Senangnya anak-anak berkunjung ke Museum Sejarah Jakarta ini. Alifah dan Nadhif suka karena bisa menambah pengetahuan mereka tentang sejarah berdirinya ibukota Jakarta. Bahkan Papi juga terlihat antusias memotret hampir semua informasi yang dipajang di museum ini, khususnya pada bagian sejarah kependudukan pemerintah Hindia Belanda. 

Dari jalan-jalan bersejarah ini, ada TIPS dari Ery jika kamu mau berkunjung ke museum:

1. Isi liburan anak yang bisa menambah pengetahuan dan wawasan, seperti berkunjung ke museum atau aktivitas luar ruangan.
2. Sesuaikan pakaian yang dikenakan dengan tempat yang akan dikunjungi. Pilih yang senyaman mungkin terutama untuk anak kecil. 
3. Siapkan kipas, karena tidak semua museum ber-AC apalagi untuk museum sejarah dengan gedung tua.
4. Eksplore semua sudut museum karena biasanya kamu akan menemukan fakta-fakta yang mengejutkan.
5. Siapkan banyak memori penyimpanan dalam kamera kamu dan jangan lewatkan untuk memotret semua bagian yang penting, unik dan menarik.
6. Sebaiknya sih untuk berkeliling museum dipandu oleh pemandu wisata biar kunjungan kamu bisa maksimal.

Semoga bermanfaat!
Selamat berkunjung ke museum :)



*sumber sejarah : Wikipedia.



Posting Komentar