Minggu, Januari 22, 2017

Kabut & Dingin Di KAWAH PUTIH Jawa Barat


Kawah Putih terletak di Ciwidey, Jawa Barat. Waktu tempuh dari Jakarta ke lokasi Kawah Putih kurang lebih 4 jam. Dalam liburan akhir tahun saya di Jakarta dan Bandung Kawah Putih ini jadi salah satu tujuan yang sebenarnya saya udah ngiler banget setiap kali lihat foto-fotonya di internet. 


Sempat kendor juga pertahanan saya untuk berkunjung ke Kawah Putih setelah Ika bilang "tapi jauh sekali itu kak, lewati kota Bandung", tapi setelah dipikir-pikir...kapan lagi ya saya bisa ke sana kalo bukan dalam liburan kali ini? Akhirnya kami pun mengatur kembali rute yang sebelumnya sudah kami buat, dan Kawah Putih adalah tujuan pertama yang akan kami datangi sebelum ke Kota Bandung.


Tanggal 2 Januari 2017 kami pun berangkat ke sana. Sempat singgah makan dulu di Bakso Boejangan yang ada di Kopo. Keluar dari Tol Kopo, masuk di daerah Soreang lalu Ciwidey. Nah di Soreang dan Ciwidey ini jalanannya udah mulai padat. Sepertinya ini arus pengunjung Kawah Putih. Maklum lagi musim liburan, pasti banyak orang yang juga ke sana. 


Dengan bantuan Waze kami diarahkan untuk lewat jalur alternatif yang ternyata ujung-ujungnya ketemu lagi sama kemacetan tadi! Hahah... Setelah coba lagi, kami diarahkan melewati jalur alternatif berupa jalanan sempit seperti pematang sawah. Ngeri banget rasanya kalo ketemu mobil dari depan, tapi untungnya gak kejadian. Tapi dari jalur alternatif ala pematang sawah ini pemandangannya keren banget. Di kiri kanan jalan sawah terhampar hijau yang bikin adem dan terasa sejuk.

Hingga akhirnya kami tiba di Kawah Putih udah jam 3 sore. Harus melewati dulu gerbang masuk dengan membayar tiket per-orang sebesar Rp.20ribu, jadi 7 orang dewasa Rp.140ribu ditambah lagi biaya parkir mobil Rp.150ribu untuk parkir di atas, dekat pintu masuk Kawah Putih. Mahal banget sih menurutku... Kalau mau parkir mobil di bawah, dekat gerbang masuk hanya bayar Rp.6ribu lalu naik angkutan ke kawasan kawah seharga Rp.15ribu/orang. Jangan lupa, tetap bayar tiket masuk per-orang juga sebesar Rp.20ribu itu. Hmm, masih mahal ya? Haha...

Dan rupanya perjalanan dari gerbang tiket ke atas itu jauh banget, sekitar 10 menit dengan mobil. Sesampainya kami di atas pengunjung ternyata udah rame banget. Begitu keluar dari mobil cuaca dingin langsung terasa dan berkabut. Papi dan Mami sampai gak mau turun karena gak kuat tahan dingin.

Untuk sampai tepat di Kawah Putihnya, kami harus menuruni lagi beberapa anak tangga. Di dekat gerbang sebelum turun ke bawah ada penjual masker. Pakai masker sangat perlu di sini karena aroma belerang yang menyengat.

Jangan lupa pake masker!

Saat kami turun ke bawah terdengar dari speaker pengumuman bahwa karena cuaca sedang berkabut maka pengunjung tidak boleh berlama-lama di area kawah. Maksimal hanya 15 menit, terutama jika sudah merasa sesak nafas, batuk-batuk, hingga pusing. Sedangkan manula dan anak balita disarankan sebaiknya tidak turun ke area kawah. Peringatan ini berulang kali diumumkan. 

Tiba di bawah, cuaca memang sangat buruk. Dingiiin..banget ditambah kabut sehingga gak terlihat Kawah Putih dengan latar belakang sisa Gunung Patuha yang cantik itu. Huhuuu....kecewanya saya :( 

Kawah Putih saat cuaca cerah
*pic from Google
Kabut di Kawah Putih

Di bawah sini Faizah diam tanpa suara di balik maskernya. Mungkin karena dia kedinginan atau karena gak tahan dengan bau belerang yang menyengat. Alifah bahkan mulai batuk-batuk. Sepertinya sudah keracunan aroma belerang.

Faizah diam seribu bahasa di balik masker

Kawah Putih adalah merupakan sisa letusan dari Gunung Patuha pada abad ke-10. Pada awalnya dianggap angker oleh masyarakat setempat karena setiap kali dilewati oleh burung maka burung itu akan mati. Lalu pada tahun 1837 seorang ahli yang bernama John Wilhelm Junghuhn mengadakan penelitian akan kawah ini. Ditemukanlah kawah berwarna putih yang berasal dari tanah bercampur belerang. Sedangkan air yang berada di kawah ini berwarna putih kehijauan, yang jika terkena cahaya matahari akan berubah warna. Akhirnya pada tahun 1987 Pemerintah Jawa Barat mengembangkan kawasan Kawah Putih ini sebagai objek wisata. (*sumber : Wikipedia).

Berhubung sudah ada pengumuman tidak boleh berlama-lama di ares Kawah Putih ini maka kami tidak menyia-nyiakan waktu untuk berfoto. Tapiiii... ya itu tadi, gak keliatan apa-apa karena kabut, hiks.. :( 

Alifah sesi pemotretan :D
Me :)
 
Alifah
Nadhif
Sherief
Akses ke Kawah Putih

Setelah dari Kawah Putih, balik lagi ke area dekat gerbang tiket tadi, di mana banyak kios penjual aneka makanan mulai dari yang ringan seperti cemilan hingga yang berat seperti nasi dan teman-temannya. Kami singgah sejenak untuk membeli teh hangat dan aneka gorengan, seperti pisang, bakwan dan juga cireng. Ada juga penjual keliling yang menjajakan strawberry dan mochi. Nah! Akhirnya ketemu juga sama penjual mochi tradisional yang berisi kacang. Harganya murah banget, cuman Rp.20ribu untuk 4 box anyaman yang setiap boxnya berisi 5 biji mochi. Yummyyy... :p' 

Mochi yang enak itu

Puas jajan di kawasan Kawah Putih, kami pun berangkat menuju ke Bandung. Perjalanan yamg cukup melelahkan karena macetnya gak tanggung-tanggung. Sehingga kami tiba di Kota Bandung hampir jam 10 malam!

Well, walaupun agak kecewa karena tiket masuk yang mahal, tidak bisa menikmati Kawah Putih karena kabut dan jalanan yang macet dan melelahkan, at least saya sudah menginjakkan kaki di Kawah Putih :)

Setiap perjalanan yang kita lakukan adalah sebuah petualangan. Tidak selamanya menyenangkan, sesuai harapan, tapi juga kadang mengecewakan, tidak sesuai harapan.

Karena setiap yang kita temui adalah sebuah pengalaman baru, maka nikmatilah setiap detiknya! ❤


Posting Komentar