Minggu, Januari 29, 2017

#EMjktbdg1617 - Day 9 : Bandung City Tour


"Bumi Pasundan lahir ketika Tuhan sedang tersenyum" 
M.A.W.Brower.

Demikian yang tertulis di salah tembok satu yang berdiri kokoh di Jalan Asia Afrika Bandung.

Martinus Antonius Weselinus Brower atau M.A.W.Brower adalah seorang berkebangsaan Belanda yang lama tinggal di Indonesia, tepatnya di Kota Bandung. Karena kecintaannya pada Indonesia, terutama di Bandung, maka M.A.W.Brower mengajukan permohonan sebagai Warga Negara Indonesia namun sayang sekali tidak dikabulkan oleh pemerintah RI, hingga akhirnya beliau meninggal dunia di negara asalnya, Belanda.

Lantas, apa betul yang ditulis oleh Brower itu? Betul banget menurutku! Walaupun tulisannya berarti kiasan tapi keindahan dan keelokan Bumi Pasundan, khususnya Kota Bandung memang tiada duanya.


JALAN ASIA AFRIKA

Kota yang saat ini dipimpin oleh Walikota Ridwan Kamil menjadi tujuan liburan saya di awal tahun 2017. Dan di hari ke-3 saya di Bandung, yang juga merupakan hari terakhir, rutenya adalah city tour. Maka setelah check out dari hotel, kami pun langsung mengarah ke Jalan Asia Afrika. Mobil diparkir di Jalan Homan lalu kami pun berjalan kaki menyusuri Jalan Asia Afrika. Melewati jejeran gedung-gedung tua yang bersejarah, seperti Gedung Konferensi Asia Afrika dan Gedung Merdeka. Buat saya area jalan ini adalah spot foto yang bagus. Rasanya pengen foto di semua sudut jalan! Hehe... 

Faizah penunjuk jalan
Museum Konferensi Asia Afrika
Suka banget deh!
 Gedung Merdeka
Di sepanjang jalan banyak gedung tua

Di jalan ini pula ada banyak seniman berkostum seperti nenek sihir, sundelbolong, Masha, Elsa, Hello Kitty hingga Marshmallow lengkap dengan tulisan "Om Telolet Om" haha =)) Faizah dan Khansa gak melewatkan kesempatan untuk foto bareng semua karakter. Eh... Opa akhirnya ikutan foto juga sama Sundel Bolong! Haha... 

Om Telolet Om haha...
 
Papi & Sundel Bolong

Sayang banget karena sempitnya waktu kami gak pergi ke alun-alun Kota Bandung yang lagi hits itu.

Yang paling saya suka di jalan ini karena adanya Information Board peta jalan dan nomor telepon penting yang bisa dihubungi dalam keadaan darurat. Harusnya yang seperti ini juga sudah ada di Kota Makassar yang bermotto "Smart City" :) 
Selain itu ada banyak bunga dan bangku untuk sekedar duduk-duduk atau beristirahat bagi yang capek jalan. 

Information board di Jalan Asia Afrika
Banyak bangku dan bersiiiih

DISTRO 

Dari Jalan Asia Afrika kami ke Jalan Trunojoyo, tempatnya distro-distro bertebaran di sepanjang jalan. Kami ke sini sih karena Sherief punya mau :P eh tapi bener saja... belanja di distro jauh lebih murah harganya! Interior di dalam toko pun kreatif dan keren banget.

Jejeran distro
Interiornya keren

 BATAGOR KINGSLEY

Kami udah kelaparan, setelah shopping di distro kami terus  ke Batagor Kingsley yang terletak di Jalan Veteran. Batagor Kingsley menurut saya adalah batagor terenak yang pernah saya makan. Ditemani dengan Es Cendol Elizabeth yang terkenal sejak dulu, rasanya pas banget di tengah teriknya matahari Bandung siang itu. 

Batagor Kingsley
Es Cendol Elizabeth

PARIS VAN JAVA

Setelah kenyang dan juga bungkus Batagor Kingsley untuk dimakan di Jakarta nanti, rute selanjutnya adalah Mal PVJ alias Paris Van Java. Shopping lageee... etapi, barang yang dijual di pameran yang ada di atriumnya emang murah meriah banget! Saya dapat blus berbahan kaos yang keren cuman Rp.50ribu lho, hehe... 

Paris Van Java
Faizah shopping
Alifah si ratu shopping

Di PVJ ini untuk pertama kalinya saya lihat kolam ikan gede yang ada di toilet, tepatnya di area wastafel. Aaih...kreatif banget deh idenya untuk lingkungan hidup! 

Kolam ikan di area wastafel toilet
Ikannya banyaaak

Selain itu di salah satu plafond ada sekumpulan lampu bergaya Timur Tengah yang cukup menyita perhatian karena cantiknya. Ada juga salah satu tenant di area koridor bernama Sunda Unik dengan rak display model perahu yang menjual aneka jajanan jadul tahun 80an, seperti permen telur cicak, permen rokok, coklat ayam, keripik mie dan lain-lain. Mengingatkan jaman saya SD dulu :D 

Lampu-lampu cantik
Jajanan jadul

Setelah capek keliling, kami lantas ngopi-ngopi cantik di Caribou Coffee, yang akan saya tuliskan reviewnya setelah ini. 

Coffee time

KARTIKA SARI

Cabut dari PVJ, kami sempatkan dulu untuk singgah di Kartika Sari yang kondang itu. Kami memilih di Jalan Ir.H.Juanda yang lokasinya searah menuju ke jalan tol biar gak perlu mutar-mutar lagi. Di gedung Kartika Sari ini tidak hanya jualan produk Kartika Sari tapi ada juga souvenir, baju hingga sarung bantal kursi dan taplak meja. Borong? Hehe... sedikit! Cuman sayang banget karena HPku udah lobet jadi gak ada foto di Kartika Sari ini. Pinjam dari google aja :) 

Kartika Sari
*pic from pariwisatabandung.info

Akhirnya tiba waktunya untuk kembali ke Jakarta. Meninggalkan Kota Bandung yang memang indah, yang sulit untuk dilupakan. Dan karena ini adalah kunjungan saya yang ke-3 kalinya di Bandung, maka harus ada kunjungan yang ke-4, bareng Atu tentunya ;)

"Dan Bandung bagiku bukan cuma masalah geografis, lebih jauh dari itu melibatkan perasaan yang bersamaku ketika sunyi" 
Pidi Baiq

Posting Komentar