Jumat, Januari 20, 2017

#EMjktbdg1617 - Day 6 : Pasar Santa, Citos, PIM

Ery, Nadhrah, Ika

Hi! Lanjut lagi cerita liburan akhir tahun saya dan anak-anak di Jakarta dan Bandung.

Hari ke-6 liburan kami, tanggal 1 Januari 2017. Hari pertama di tahun 2017 dengan harapan tahun yang baru bisa dijalani dengan lebih optimis, pintu rejeki lebih terbuka lebar biar bisa traveling terus dan keluarga selalu tetap harmonis. Aamiiin...



Di awal tahun ini rencana kami hanya ketemuan dengan Nadhrah, sepupuku. Tadinya dia yang akan ke Apartement Green Pramuka menemui kami tapi ternyata dia kejebak macet di tol selama hampir 2 jam sehingga memilih untuk keluar tol. Akhirnya kami janjian untuk ketemu di Pasar Santa saja jam 4 sore.

PASAR SANTA

Pasar Santa yang terletak di Kebayoran Baru itu dulunya adalah pasar tradisional yang kumuh dan kotor hingga akhirnya pada tahun 2014 diadakan renovasi dengan mengubah lantai 1 sebagai tempat nongkrong anak muda. Sempat ditayangkan juga di TV, terlihat hits dan kekinian banget. Banyak cafe, kios jualan t-shirt, piringan hitam, dan lain-lain.

Suasana Pasar Santa lantai 1 yang sepi
*pic from Google

Tapi begitu saya tiba di sana...lho koq sunyi sepi aja nih pasar? Beda banget sama yang ditayangkan di TV dulu. Di luar ekspektasi gw banget! #tsah =))
Tapi ya emang gitu situasinya. Parkiran kosong melompong. Penjual pakaian di lantai dasar ada sebagian yang buka tapi ada juga yang tutup. Pengunjung? Gak ada sama sekali. Saya lalu naik ke lantai 1 tempat cafe-cafe itu, ternyata lebih sunyi lagi. Gak ada satu pun yang buka! Hmm...sepertinya tanggal 1 Januari ini mereka emang pada libur alias tutup.

CITOS

Janjian ketemuan sama Nadhrah pindah ke Citos. Citos singkatan dari Cilandak Town Square adalah salah satu mal favorit saya karena desainnya yang unik, beda dengan mal kebanyakan. Mal yang dibuka pada tahun 2002 dengan konsep citywalk ini didesain terbuka sehingga tidak banyak membutuhkan AC di area koridornya. Malnya tidak besar, hanya terdiri dari 2 lantai dengan model melebear ke samping. Sebagian besar tenantnya adalah cafe dan restaurant. Berjalan di tengah koridor dengan pemandangan sisi kiri dan kanan cafe yang keren serasa berada di... Citos! Hehehe... 

Jalan di koridor Citos

Jam 17.30 kami tiba di Citos. Nadhrah sekeluarga udah menunggu di Roppan sambil makan sore. Begitu ketemu kami langsung heboh cipika-cipiki, ngobrol ngarol-ngidul, apalagi ada anak-anak kami yang jadi bahan lucu-lucuan, terutama Nadhif dan Sabrina. Selesai makan, kami pun keliling mal. Ada satu toko yang sempat bikin kami kalap belanjanya! Hehe.. Namanya Papaya. Di toko ini semua yang dijual serba murah, seperti t-shirt yang gak sampai Rp.100ribu bahkan sepatu merk Converse jauh banget di bawah harga resminya. 

Makan sore di Roppan
Anak-anak kami
Depan : Khansa & Faizah
Belakang : Nadhif, Alifah, Nadia, SabCITOS

PONDOK INDAH MALL

Setelah puas keliling Citos bareng akhirnya kami pun pisah. Nadhrah pulang ke rumahnya, saya dan rombongan lanjut ke Pondok Indah Mall. Siapa yang gak tau Pondok Indah Mall alias PIM? PIM adalah salah satu mal pertama di Jakarta yang menimbulkan tren pembangunan mal di bagian lain Jakarta. Sebagai mal kelas A+, segmentasi PIM memang untuk golongan kelas menegah ke atas dan para ekspatriat yang tinggal di kawasan Pondok Indah. 

Saya & Mami. Suka banget deh dengan dekor di ceilingnya

Kami hanya sebentar di PIM. Cuman beli aksesoris di Forever 21 dan keliling cari cemilan. Rupanya sekarang PIM sudah ada 3 dengan penambahan Street Gallery atau yang kadang disebut juga sebagai PIM 3. Street Gallery ini adalah area khusus restauran dan cafe yang buka hingga dini hari. 

Dan....dari hasil berkeliling di PIM ini, ketemu toko yang namanya Shambala, ahaha =)) Nama toko ini dalam bahasa Makassar berkonotasi negatif seperti umpatan saat sedang kesal, semacam "sialan" dan Faizah takut banget kalo dengar kita bilang sambala soalnya pernah dia bilang sambala dan akhirnya kena marah sama Atu, hihii...

Ekspresi Faizah waktu dengar saya bilang "Shambala!"
Posting Komentar