Rabu, Desember 07, 2016

Ke Makassar Yuk! Nikmati 10 Ikon Kulinernya


Buat anda yang sudah menyaksikan film ATHIRAH, sebuah film besutan Riri Riza yang berkisah tentang kehidupan ibunda Wapres Jusuf Kalla dengan berlatar belakang budaya Bugis, tentu juga melihat banyak adegan saat mereka makan sekeluarga. Dimana digambarkan anak-anak baru boleh makan setelah Bapak makan duluan dan sajian makanan yang dihidangkan di meja makan terdiri dari aneka lauk pauk lengkap dengan kue "pencuci mulutnya". Yang menjadi perhatian para penonton, khususnya yang berasal dari Sulawesi Selatan, saat adegan di meja makan itu tak lain adalah hidangan menu Ikan Pallumara.

Adegan makan sekeluarga di film Athirah

Pallumara adalah salah satu menu khas daerah Makassar yang sudah turun temurun dikenal dan dijadikan sebagai makanan favorit banyak keluarga di daerah ini. Berbahan dasar ikan, biasanya ikan kakap merah atau bandeng, yang diberi kuah berwarna kuning yang encer dan segar. Kuah kuningnya itu berasal dari kunyit, sedangkan rasa segarnya tercipta dari tomat dan asam jawa. Pallumara sendiri berarti makanan yang dimasak lama hingga bumbunya meresap dan hampir kering.

Pallumara inilah yang menjadi salah satu dari 10 ikon kuliner Kota Makassar. Ya, setelah Survey Penetapan Ikon Kuliner Kota Makassar yang berlangsung selama bulan April 2016 yang lalu melalui website www.makassarsedap.com, dilanjutkan dengan Seminar Penetapan Ikon Kuliner Kota Makassar yang diadakan pada tanggal 18 Mei 2016, akhirnya pada tanggal 9 September 2016 Ikon Kuliner Makassar telah ditetapkan oleh Walikota Makassar saat berlangsungnya acara Makassar International Eight Festival And Forum (F8). Untuk mensosialisasikan ikon kuliner Kota Makassar yang telah ditetapkan ini maka Pemerintah Kota Makassar melalui Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif mengundang beberapa dinas lainnya yang terkait, industri pariwisata yang tergabung dalam ASITA, industri kuliner yang tergabung dalam APJI, media massa serta kami para blogger, pada hari Rabu tanggal 30 November 2016 di Hotel Ramedo Makassar.

Blogger Makassar bersama Tim Penyusun Ikon Kuliner Kota Makassar
Acara dibuka oleh Kepala Dinas Pariwisata Dan Ekonomi Kreatif Kota Makassar, Ibu Ir. Hj. Rusmayani Madjid. Kepala dinas yang akrab disapa dengan Ibu Maya ini menyampaikan bahwa Makassar memiliki potensi dalam mengembangkan wisata kuliner karena kaya akan etnis dan budaya yang masing-masing memiliki kuliner khas tersendiri. Daya tarik kuliner yang cukup besar akan mendorong wisatawan berkunjung. Untuk itu diperlukan ikon kuliner yang nantinya akan dipublikasikan secara luas, baik oleh kalangan industri pariwisata maupun masyarakat umum Kota Makassar.

Kadis Parekraf membuka acara Sosialisasi Penetapan Ikon Kuliner Kota Makassar

Sebagai pemateri pada acara Sosialisasi Ikon Kuliner ini adalah pakar kuliner Kota Makassar, Bapak DR.H.Syamsul Rizal, S.Sos,M.Pd., yang juga merupakan Ketua Tim Penyusun Ikon Kuliner Kota Makassar, menuturkan bahwa kuliner itu adalah bagian dari wisata berbasis budaya. Ada 3 prinsip makan yang dipegang dalam budaya makan masyarakat, yakni :

1. Hidup untuk makan.
2. Makan sebagai ritual budaya (khususnya paham animisme).
3. Makan sebagai life style (gaya hidup). 

Asimilasi budaya di dunia ini turut juga mempengaruhi kuliner dari setiap daerah, tak terkecuali di Makassar. Tidak ada kuliner yang benar-benar asli berasal dari Kota Makassar karena adanya pengaruh dari 3 suku bangsa yang bermigrasi ke Makassar yakni Cina, Arab dan India yang turut mempengaruhi beberapa resep masakan khas Makassar. Bahkan kue dalam bahasa Makassar disebut dengan "kanre jawa" yang berarti makanan dari Jawa atau makanannya orang Jawa.

Tim Penyusun Ikon Kuliner Kota Makassar
Lantas apa saja 10 menu yang menjadi Ikon Kuliner kota Makassar?
Berikut ini susunannya sesuai dengan hasil perolehan jumlah pemilih pada survey yang telah dilakukan sebelumnya.

1. Coto Makassar

Sumber : Dinas Pariwisata & Ekonomi Kreatif Kota Makassar

Tidak afdol ke Makassar kalau belum makan Coto Makassar. Demikian kata sebagian besar wisatawan yang berkunjung ke Makassar. Coto Makassar memang terkenal hingga ke mancanegara. Terdiri dari irisan daging sapi hingga jeroannya yang disiram dengan kuah yang terdiri dari 40 jenis bumbu (rampa patang pulo). Coto dengan cita rasa dan aroma yang khas akan didapat jika dimasak di dalam kuali tanah liat dengan bahan bakar kayu.

2. Pisang Ijo

Sumber : Dinas Pariwisata & Ekonomi Kreatif Kota Makassar

Pisang yang dibungkus dengan adonan tepung beras beraroma panda dan diberi parutan es serta syrup dan susu kental ini pas banget disantap saat cuaca Kota Makassar sedang panas. Warna hijau dari adonan tepung beras ini konon sebagai pertanda bahwa makanan ini dulunya disajikan untuk keluarga bangsawan.

3. Pallubasa

Sumber : Dinas Pariwisata & Ekonomi Kreatif Kota Makassar

Walaupun sama-sama terbuat dari irisan daging sapi dan jeroannya, namun antara Coto dan Pallubasa sangat berbeda pada bumbu kuahnya. Kuah Pallubasa lebih kental dengan taburan parutan kelapa yang sudah disangrai. Dulunya banyak yang menyajikan Pallubasa dengan irisan daging kerbau atau disebut juga TePal alias Tedong Pallubasa.

4. Sop Saudara

Sumber : Dinas Pariwisata & Ekonomi Kreatif Kota Makassar

Jangan dikira sop ini berisi saudara-saudara sang pembuatnya, hehehe... Penggunaan kata Saudara hanyalah sekedar penamaan yang hingga kini akhirnya lekat pada sop ini. Sop dengan bahan dasar irisan daging sapi dan jeroannya, seperti paru, dilengkapi pula dengan perkedel kentang, telur rebus dan laksa.

5. Konro Bakar

Sumber : Dinas Pariwisata & Ekonomi Kreatif Kota Makassar

Di Makassar, Konro atau iga dulunya lazim dibuat sop. Namun seiring perkembangan zaman, kini konro pun dibakar selayaknya barbeque. Dalam penyajiannya, konro bakar ini dibalur dengan saus kacang seperti bumbu sate, namun tetap diberi kuah sop yang dipisahkan dalam mangkuk tersendiri.

6. Pallumara

Sumber : Dinas Pariwisata & Ekonomi Kreatif Kota Makassar

Seperti yang sudah saya jelaskan di atas, Pallumara menjadi salah satu favorit dari para peserta survey sehingga menu ini menempati urutan ke-6 ikon kuliner khas Makassar.

7. Pisang Epe

Sumber : Dinas Pariwisata & Ekonomi Kreatif Kota Makassar

Dulu jika kita menyebut kata Pisang Epe pasti langsung identik dengan kursi terpanjang di dunia alias Pantai Losari. Kenapa? Karena di sanalah dulu banyak penjual Pisang Epe yang mangkal. Sekarang penjual Pisang Epe sudah terpencar di pinggir jalan sekitar area Pantai Losari. Pisang yang dibakar lalu dijepit kemudian disiram dengan saos gula merah kini varian rasanya pun sudah banyak, seperti keju, coklat dan lain-lain. Tapi rasa original Pisang Epe yakni gula merah dengan aroma durian tetap menjadi favorit penikmatnya.

8. Mie Kering

Sumber : Dinas Pariwisata & Ekonomi Kreatif Kota Makassar

Inilah menu yang merupakan makanan dari budaya Cina namun akhirnya menjadi ikon kuliner Kota Makassar karena sudah lama menjadi salah satu menu andalan yang menjadi daya tarik wisata kuliner di Kota Makassar. Hasil adaptais dari menu I Fu Mie, dalam proses pembuatan Mie Kering sebelumnya dikeringkan lalu dibakar atau digoreng kemudian disiram dengan kuah kental yang merupakan campuran kanji dan telur yang diberi sayuran sawi dan beragam seafood atau ayam.  

9. Jalangkote

Sumber : Dinas Pariwisata & Ekonomi Kreatif Kota Makassar

Penganan dengan nama yang unik khas Kota Makassar. Tidak ada sejarah yang jelas mengapa Jalangkote menjadi nama kue ini, tapi menurut cerita yang beredar nama Jalangkote disematkan karena penjualnya kala itu menjajakan kue ini dengan berkeliling kampung sambil berkotek-kotek (berteriak-teriak). Jalangkote adalah makanan ringan yang cukup mengenyangkan karena terbuat dari kulit pastel yang tipis dan renyah dengan isian laksa, sayuran, daging dan telur.

10. Sop Konro

Sumber : Dinas Pariwisata & Ekonomi Kreatif Kota Makassar

Merupakan cikal bakal dari Konro Bakar, Sop Konro ini adalah iga sapi yang diberi kuah. Kuahnya yang kental karena memakai kacang, baik itu kacang tanah ataupun kacang merah, yang juga berfungsi sebagai pewarna pada kuah.

Jadi, udah tau kan 10 Ikon Kuliner Kota Makassar?
Karena ikon kuliner bukan hanya soal makan, tapi soal kebanggaan.
Yuk ke Makassar! Saya siap temanin kamu menikmati 10 ikon kuliner Kota Makassar yang enak-enak ini :)



Posting Komentar