Selasa, November 08, 2016

WEEKEND CREATIVE ~ Topiary

Saat Ramadhan lalu saya melihat postingan A.Unga dari Ungatawwa Handmade di Instagram, sebuah foto parcel berisi kue-kue kering dalam toples beserta bunga cantik dalam pot yang disebut Topiary.

Melihat bunga cantik itu saya langsung jatuh cinta dan ingin memilikinya #uhuk. Tapi lagi-lagi A.Unga bilang "nanti belajar bikin saja kak" aah... ajakan belajar seperti ini yang gak bisa saya tolak, hehee...




Akhirnya, hari Minggu tanggal 6 November 2016, EMaronie Organizer dan Ungatawwa Handmade mengadakan workshop membuat Topiary. Mungkin ada yang belum tahu apa itu Topiary? Topiary adalah seni memangkas tanaman sehingga menjadi bentuk sedemikian rupa. Seni inilah yang diterapkan dalam dunia craft dengan menggunakan kain perca.

Workshopnya diadakan di Jasmine Boutique & Workshop yang memberikan voucher diskon 50% kepada peserta untuk pembelian produk tertentu. Sebanyak 5 orang peserta datang tepat waktu, yang semangatnya mengalahkan derasnya hujan saat itu. Kelihatan sekali para peserta sangat antusias pengen belajar Topiary sekaligus juga shopping, hehehe...

Bahan yang dibutuhkan selain kain perca, pita, tusuk sate, dacron, batu kerikil kecil, gabus, lem. Untuk potnya menggunakan gelas kecil, kain blacu dan tali rami. Yang dibuat pertama tentu saja bunga topiary nya dengan menjahit kain perca ukuran kecil. Kenapa topiary-nya berukuran kecil? Agar proporsi dengan potnya yang juga kecil. 

Bahan & alat

Cara menjahit kain perca-nya dengan tekhnik tikam jejak atau tusuk balik supaya sambungannya rapat, tidak ada cela. Setelah itu tusuk satenya dibungkus dengan pita supaya kelihatan cantik. Lalu tusuk sate tersebut dimasukkan ke dalam kain perca yang sudah dijahit tadi, kemudian kain percanya dijahit jelujur di bagian bawahnya lalu dimasukkan dacron. Selanjutnya bagian atas kain perca dijahit sehingga menjadi bentuk bunga Tulip.

Para peserta & pengajar

Setelah topiary bunga Tulip selesai, saatnya mengerjakan potnya. Pot diisi dengan gabus lalu di atas gabus disiram dengan lem kemudian topiary ditusukkan ke gabus. Sebagai pemanis, di atas lem tadi disiram dengan batu kerikil kecil. Batu kerikil ini bisa juga diganti dengan hiasan rumput kecil atau semacamnya. Selanjutnya bagian luar pot yang diperindah dengan dibungkus kain blacu lalu diberi tali rami dan pita.

Proses penyelesaian Topiary


Seni membuat topiary ini sebenarnya gampang-gampang susah, hehee.. Yang sedikit susah buat saya adalah saat menjahit bagian atas kain perca membentuk bunga Tulip, sampai-sampai harus minta tolong A.Unga untuk merapikan jahitanku itu :D 

Apalagi waktu workshop ini berlangsung ada anak kecil yang berkeliaran di sekitar kami yang juga sepertinya pengen ikut berkreasi, hihii.. Faizah! Semua alat dan bahan dipegang, diacak-acak, sambil bertanya "ini apa, Mami?" Tapi gak apa lah ya dia ada di area workshop, walaupun agak mengganggu tapi juga cukup menghibur, hehe... Semoga kelak Faizah juga jadi anak yang kreatif ya nak :) aaamiin...

Faizah di tengah-tengah workshop

Setelah hampir 2 jam pengerjaan, akhirnya Topiary seluruh peserta selesai juga. Aaah...cantik-cantik semua kelihatannya! Bunga Tulip aneka rupa berdiri cantik di atas pot yang manis. Selurug peserta terlihat puas akan hasil karyanya masing-masing. Malah Nelly, salah satu peserta, inging menghadiahkan Topiary-nya buat suami tercintanya yang sedang berulangtahun hari itu.

Kami dari EMaronie Organizer pun merasa senang bisa mengadakan workshop yang ilmunya bisa berguna. Terutama jika karya yang dihasilkan itu memberi manfaat buat orang banyak :)

Topiary hasil karya seluruh peserta


Hubungi kami untuk workshop anda!
PIC : Eryvia Maronie
Tlp/SMS/WA : 0811-410-7711
LINE : emaronie
Email : emaronie.organizer@gmail.com

Posting Komentar