Kamis, November 24, 2016

Daagh...Mam!


"Daagh...Mam!" 

Kalimat itu hampir setiap saat saya dengar ketika anak-anak hendak keluar rumah, terutama di pagi hari waktu mereka akan berangkat ke sekolah.
Setiap kali mendengar kalimat ini perasaan saya biasa saja, karena kalimat ini yang juga biasa saya ucapkan saat pamitan ke Mamiku.

Tapi pagi ini koq ada perasaan yang lain ketika mendengar kalimat itu... Seperti perasaan akan kehilangan. Tiba-tiba terlintas di pikiranku jika suatu saat nanti - Insya Allah - anak-anak beranjak dewasa dan sudah waktunya untuk berumah tangga sendiri. Tinggal dengan keluarga mereka masing-masing, meninggalkan kami orang tuanya. Walaupun mungkin nanti kami tetap serumah ataupun sekota, tentu akan ada batasan atau sekat antara kami karena mereka sudah punya keluarga sendiri dengan otoritasnya masing-masing yang tidak boleh lagi kami campuri.

Baca juga : Kami & Anak-anak

Tidak usah jauh-jauh mencari contoh kasus atau perbandingan, saya hanya berkaca pada diri saya sendiri...

Di usia 21 tahun dipersunting sebagai istri oleh Atu, saya masih tetap serumah dengan Papi-Mami selama 12 tahun. Bayangin.. 12 tahun! Ini sebenarnya bukan karena kami keenakan menumpang di rumah Papi dan Mami tapi karena memang mereka yang menginginkan kami untuk selalu dekat dengan mereka. Tapi gak mungkin kami terus-terusan tinggal bersama orang tua. Kami harus mandiri di rumah sendiri dengan keluarga kecil kami. Terutama dengan aturan-aturan rumah tangga yang kami buat sendiri sesuai hasil kesepakatan saya dan Atu.

Hubungan saya yang dekat dengan Mami tetap dekat sih, walaupun dulu di masa awal baru pindah ke rumah sendiri sempat juga terjadi beberapa kali kesalahpahaman yang mungkin berakar dari mulai jarangnya kami bertemu dan komunikasi. Tapi seiring berjalannya waktu, sekarang sih sudah normal kembali. Alhamdulillah... Frekuensi bertemu tetap sering dimana saya masih selalu ke rumah Papi-Mami dan saat pulang tetap pamitan dengan kalimat "Daagh...Mam!"

Saya cuman gak bisa membayangkan hingga waktunya tiba nanti saat saya akan berpisah dengan anak-anak. Karena tidak ada yg bisa menjamin kehidupan kita nantinya akan seperti apa. Hubungan antara orang tua dan anak yang dekat sekalipun akan terpisah, apalagi jika memang hubungan yang tidak dekat. Makanya saya hanya bisa menikmati masa kebersamaan dengan anak-anak sekarang ini. Dipupuk kasih sayangnya sejak mereka masih kecil. Semoga saya bisa selalu dekat dengan anak-anak, sampai nanti mereka akan pulang ke rumah masing-masing, meninggalkan Mami dan Atunya, pamitan dengan berkata "Daagh...Mam!" :(

Posting Komentar