Sabtu, November 19, 2016

Bahagia Dari Hati Dengan NGEBLOG


Perjalanan hidup selama hampir 40 tahun membuat saya bisa memetik hikmah dan menemukan inspirasi dari setiap peristiwa yang terjadi, baik yang berhubungan langsung dengan kehidupanku maupun tidak sama sekali. Termasuk menemukan makna bahagia.

Ada ungkapan yang menyatakan bahwa kebahagiaan itu datangnya dari hati. Bukan dari harta benda, pasangan, lingkungan atau apapun. Tapi kitalah yang menciptakan kebahagiaan itu dalam hati kita. 

Saya 100% setuju dengan hal itu.

Hingga akhirnya di tahun 2012 saya mengenal dunia blogging. Berawal dari rajin browsing di internet untuk sekedar mencari informasi ataupun bahan bacaan, saya banyak membaca postingan orang-orang lewat blog. Saya pun tertarik untuk juga membuat blog, menyalurkan bakat menulis yang saya punya. 

Seperti yang pernah saya tulis sebelumnya, yang bisa kamu baca di sini, awal ketertarikan saya menulis sebenarnya ketika masih SD saat mata pelajaran Bahasa Indonesia dimana pelajaran mengarang bebas sangat saya suka. Beranjak SMP saya hobby baca majalah yang ada cerpennya dan terinspirasi untuk menulis cerpen tapi hanya sebatas ditulis dalam buku besar dan disimpan di rak buku saja. Hingga akhirnya pada tahun 1996 saya mulai bekerja sebagai penyiar TVRI Stasiun Makassar. Membuat naskah siaran menjadi tugas wajib para penyiar. Disinilah saya mulai mengasah kemampuan saya menulis naskah siaran, baik untuk siaran yang tergolong ringan seperti hiburan musik, acara anak-anak dan sebagainya hingga yang tergolong "lumayan" berat seperti talk show.

Setelah tidak lagi menyiar di layar kaca, saya tetap menerima job sebagai MC untuk berbagai macam acara. Saat bertugas sebagai MC juga seperti itu, kita harus pandai merangkai kata-kata yang sebelumnya tentu ditulis dulu. Demikian pula dengan pekerjaan saya selanjutnya sebagai Public Relations di mal terbesar di Kota Makassar yang menuntut saya untuk bisa menulis press release hingga naskah feature untuk dipublikasikan di katalog ataupun media rilis lainnya. 

Intinya saya sudah tidak bisa lepas dari dunia menulis. Menulis membuat otak saya jadi terasah dan hati saya menjadi senang. 

Memulai ngeblog berbasis blogspot kala itu saya masih bingung harus tulis apa, sedangkan banyak ide tulisan yang bersliweran di otak yang sepertinya sudah ingin tumpah dan sayang kalo tidak dituangkan dalam tulisan. Tapi untuk memulainya koq ya rasanya bingung aja gitu... Apalagi ada beberapa teman yang bilang "sebaiknya blog itu ada temanya, misalnya traveling karena kamu suka traveling ke mana-mana, atau bisa juga fashion karena kamu kan fashionable, eh atau gimana kalo kamu jadi beauty blogger aja? Kan jago dandan tuh!" Hadeuuuh... malah jadi makin bingung deh tuh saya! Hehehe... 


Saya pun menulis apa saja yang ingin saya tulis, cerita keseharian, tutorial hijab, tips fashion, hingga curhat colongan, semua tertuang dalam blog. Tapi saya belum konsisten nulis, kadang dalam 1 bulan hanya 3 postingan, bahkan lebih banyak kejadian yang terlewatkan begitu saja, lupa ditulis dalam blog.

Lalu di tahun 2015 Tuhan mempertemukan saya dengan Zilqiah Angreni, seorang wanita muda kreatif yang juga blogger. Dari Qiah ini saya akhirnya bergabung di komunitas blogger Anging Mammiri, ikut Kelas Menulis MAM, mulai lebih sering menulis, diundang ke berbagai acara blogger, hingga menerima job untuk review berbagai produk ataupun event penting. Yang lebih mengejutkan lagi, jelang 10 tahun usia komunitas blogger Anging Mammiri, saya jadi salah satu nominator Blogger Perempuan Terpilih. Alhamdulillah... ini berarti blog saya termasuk salah satu yang diperhitungkan, baik dari segi kualitas tulisan, desain blog dan keaktifan mengisi blog. 
Dari sinilah saya pun dengan bangga menyebut diri saya sebagai seorang blogger!


Berawal dari hobby, kemudian menjadi tuntutan profesi, hingga akhirnya bisa menghasilkan karya nyata dan materi, menulis membuat saya semakin "berisi". Ya jiwa, rasa, hingga dompet, hihii...

Lantas, jika ada yang bertanya "apa yang akan kau wariskan buat anak cucumu kelak jika kau sudah tidak ada di dunia?", maka jawabku "segala kebaikan yang sudah saya tanamkan kepada mereka, nama baikku dan blog yang berisi perjalanan hidupku, termasuk tulisan-tulisanku tentang mereka"

Jadi, apa benar bahagia itu datangnya dari hati kita sendiri? Benar! Tapi bahagia dari hati bisa tercipta jika kita melakukan hal-hal yang kita sukai dan positif sehingga bermanfaat buat orang banyak, dan buat saya salah satunya yaitu dengan ngeblog :)


*Tulisan ini diikutsertakan dalam Lomba Blog #10tahunAM
Posting Komentar