Jumat, Oktober 21, 2016

Melaka - Kota Warisan Dunia





Salah satu tujuan saya kembali liburan di Malaysia adalah karena pengen banget lihat Melaka. Selama ini saya lihat foto-foto bangunan di Melaka hanya dari internet dan itu bikin saya tergila-gila pengen ke sana.

Akhirnya impian saya tercapai di hari ke-2 saat MY Trip. Tanggal 10 Oktober 2016 jam 10 pagi kami pun berangkat ke Melaka. Butuh 2 jam perjalanan dari Kuala Lumpur ke Melaka, tapi sebelumnya kami sempat singgah dulu di Freeport A'Famosa Outlet, pusat penjualan produk bermerk dengan harga miring yang juga ada di Melaka. 

Freeport A'Famosa Outlet

Kami tiba di pusat kota kurleb jam 1 siang. Driver sebelumnya membawa kami berkeliling dulu dengan mobil, setelah itu kami diturunkan di depan gedung Memorial Pengisytiharah Kemerdekaan selanjutnya jalan kaki menuju ke depan Christ Church. Padahal saat itu matahari sedang lucu-lucunya lho! Hohoo...

Banyak bangunan bersejarah yang kami lewati saat menuju ke Christ Church itu. Tepat di depan gedung Memorial Pengisytiharah Kemerdekaan ada The Pirate Adventure, tempat permainan ala bajak laut. Tidak jauh dari situ, tepat di ujung jalan ada reruntuhan bangunan yang seperti benteng, rupanya itu adalah Porta de Santiago atau gerbang Santiago yang merupakan pintu masuk ke benteng Famosa, benteng peninggalan Portugis yang juga pernah menjajah Melaka. 

Memorial Pengisyharah Kemerdekaan
The Pirate Adventure
Porta de Santiago

Kami melewati pula Muzium Kereta Api, Muzium UMNO Melaka dan Muzium Islam Melaka. Hingga akhirnya tibalah kami di Stadthuys atau disebut juga dengan Red Square, yang dulunya adalah Kantor Pemerintahan Belanda dan kini dijadikan Museum Sejarah dan Etnografi, Galeri Laksamana Cheng Ho, Museum Pemerintahan Demokrasi, Museum Sastra dan Museum Yang Di-Pertuan Agung. Red Square ini menjadi bangunan Belanda tertua se-Asia Tenggara. 

Muzium Kereta Api
Muzium UMNO Melaka
Muzium Islam Melaka
Red Square/Stadthuys

Dari Red Square ini kami menuruni tangga dan turun tepat di depan taman bunga dimana berdiri dengan kokoh Clock Tower atau Menara Jam Besar. 

Nadhif di Clock Tower

Tepat di samping Clock Tower ada air mancur Queen Victoria yang dibangun pada tahun 1904 sebagai bentuk penghormatan rakyat Melaka kepada Ratu Belanda Victoria Regina (1837-1901). 

Air Mancur Queen Victoria

Di depan taman bunga ini ada Christ Church yang iconic yang merupakan Gereja Protestan tertua di Malaysia karena berdiri sejak tahun 1753. Di depan gereja ini menjadi pangkalan becak-becak hias yang bisa kita sewa kalo ingin berkeliling Melaka.

Christ Church Melaka
Jalanan di samping Christ Church

Tepat di seberang jalan Clock Tower ini terdapat Kincir Angin khas Belanda dengan ukuran yang tidak terlalu besar. Cantik sekali kelihatannya.

Kincir Angin


Dan saat mata kami sedang melihat sekeliling, pandangan kami tertuju ke kedai es di seberang jalan. Beberapa orang yang sepertinya turis terlihat banyak yang berkerumun di sana. Langsung saja kami segera menyeberang cari yang segar-segar dari kedai itu. Namanya Cendol Jam Besar. Jualan khasnya adalah es cendol dengan aneka campuran seperti durian, kelapa, jagung, semangka hingga ice cream. Harganya pun sangat murah, hanya berkisar RM3 - RM5 atau Rp.9.000 - Rp.15.000.

Cendol Jam Besar
Cendol Jagung

Di belakang kedai inilah Sungai Melaka mengalir. Sungai yang dulunya merupakan jalur utama perdagangan Melaka ini sekarang menjadi salah satu objek wisata dengan river cruise boat-nya. Sungainya memang bersih dengan bangunan di sekitarnya yang dicat berwarna cerah sehingga terlihat menarik.

Sungai Melaka
Sungai yang bersih
Bangunan di sepanjang sungai

Setelah puas berfoto di area Stadthuys dan sekitarnya, kami pun memutuskan untuk kembali ke Kuala Lumpur. Setelah menunggu cukup lama driver datang menjemput karena macet katanya, kami dibawa lagi berkeliling di area yang bernama Jonker Street, dan OMG!!! Di kiri kanan jalan berjejer bangunan tua bergaya Pecinan yang terlihat antik dan unik. Hampir semua bangunan itu sudah berfungsi sebagai tempat bisnis seperti cafe, hostel, ataupun toko penjualan barang antik atau souvenir. 

Aaah.... jadi pengen singgah tapi gak mungkin karena Faizah sudah mulai rewel karena kepanasan, kecapean dan ngantuk :(
Padahal masih banyak banget tempat-tempat bersejarah di Melaka dan bisa jadi spot foto yang bagus belum saya jelajahi...

Kota ini emang keren menurutku!
Semua bangunan tua perpaduan arsitektur bergaya Belanda, Portugis, Inggris dan Cina tetap terjaga keasliannya. Gak heran kalo Melaka ditetapkan oleh UNESCO sebagai World Heritage City atau Kota Warisan Dunia pada tahun 2008.

Dan karena belum puas dalam kunjungan saya ke Melaka kali ini, dan juga karena setiap keinginan harus diungkapkan, maka keinginan saya adalah bulan madu ke-4 (setelah yg pertama di Bali 1998, Bali (lagi) 2009, dan Eropa 2014) bareng Atu ke Melaka berdua ajaaa ;) Insya Allah! Aaamiiin... 
*kode keras buat Atu :p


Posting Komentar