Jumat, Juni 17, 2016

Rejeki Orang Baik


Tidak ada orang baik yang mengatakan dirinya baik. Tidak pernah ada!
Karena kebaikan hati itu sifatnya objektif, orang lain yang menilai. Bukan bersifat subjektif, menilai diri sendiri.

Jika seseorang mengatakan dirinya baik kepada orang lain ataupun kepada semua orang berarti itu adalah kebaikan yang palsu. Kebaikan yang mengharap balasan, paling tidak pujian atau sekedar ucapan terima kasih.

Yang paling parah jika ada orang yang sesumbar mengatakan bahwa limpahan rejeki yang dia peroleh adalah karena kebaikan hatinya. Padahal rejeki itu Allah yang mengatur. Sebaik apapun (kita menganggap diri) kita sehingga dibanyakkan rejeki oleh Allah, tidak menjadi alasan untuk mengumbar penyataan "rejekiku banyak karena kebaikan hatiku"

Ingat!
Allah hanya memberikan rejeki kepada siapa saja yang dikehendakiNya. Tapi rejeki yang diberikan bisa jadi sebuah ujian bagi kita untuk lebih banyak bersyukur, bukan malah menjadikan diri kita sombong dan takkabbur. Jika Allah menghendaki untuk menarik seluruh rejeki yang telah Ia berikan, maka niscaya itu akan terjadi.

Selain itu jangan lupakan doa orang-orang terdekat...
Tidak mungkin kita bisa bekerja dengan tenang, memperoleh rejeki yang halal dan mampu menafkahi mereka tanpa campur tangan mereka juga. Mungkin kita tidak pernah tahu kalo ternyata merekalah yang tulus mendoakan  rejeki kita selalu lancar agar kehidupan kita bersama mereka senantiasa sejahtera.

Lantas, buat apa kita baik kepada orang lain, jika kepada orang terdekat sendiri kita tidak pernah baik?
#muhasabah

Posting Komentar