Jumat, Mei 27, 2016

Workshop Writing & Photography di MIWF 2016

Seperti janji saya dalam postingan berjudul MIWF 2016 bahwa saya akan bercerita tentang kegiatan-kegiatan yang saya diikuti pada acara tersebut. Nah...sekarang saatnya saatnya saya tuliskan.
Yang pertama adalah Workshop Writing and Photography oleh Agustinus Wibowo yang diadakan pada hari Jumat tanggal 18 Mei 2016 jam 4 sore bertempat di Chapel, Fort Rotterdam. 


Acara ini saya taunya dari Lia, teman saya di komunitas penghobi foto. Dia yang share iklannya di media sosial. Maka janjianlah kami dengan beberapa orang teman lainnya.
Tiba hari H, ternyata banyak teman yang berhalangan datang ke acara itu. Cuman saya dan Lia yang bisa hadir. Selain itu ternyata harus registrasi dulu untuk ikut acaranya. Siang hari barulah saya dan Lia registrasi secara online eh tapi koq gak ada balasan di email ya? Ditunggu sampai jam 3 gak ada yang masuk.. Kami pun nekat untuk datang langsung ke sana.

Tiba di tempat acara, ruangan sudah penuh terisi, workshop pun sudah dimulai. Untungnya Lia yang datang duluan gak lupa simpanin saya kursi kosong tepat di sampingnya. Terlihat suasana tempat acara sangat apa adanya. Hanya ada 2 kipas angin besar yang dipasang di depan plus rak kayu untuk buku dan standing rak yang dipasangkan kain tenun khas Toraja sebagai pemanis. Dinding sebagai.layar proyektor, bahkan tempat menaruh laptopnya Agustinus Wibowo pun dari peti kemas bekas. Kesannya sangat bersahaja.

Suasana tempat acara yang begitu bersahaja

Yang lucu adalah saya dan Lia ikut workshop ini tanpa tahu siapa sih Agustinus Wibowo itu? Hahaha...
Setelah melihat foto-foto karyanya di slide foto, kami pun kepo "siapa sih nih orang?" Kebanyakan fotonya berlokasi di negara-negara konflik seperti Afganistan, Pakistan, dan negara-negara Stan lainnya. Akhirnya kami pun goggling... oh, ternyata Agustinus Wibowo ini adalah seorang Travel Writer and Photographer yang sudah menghasilkan 3 buku, yakni Selimut Debu (2011), Garis Batas (2011) dan Titik Nol (2013). Pantas saja!

Workshop Writing & Photography oleh Agustinus Wibowo

 Agustinus membagikan ilmu dan pengalamannya. Seperti bagaimana membuat foto tampak "hidup", salah satunya dengan adanya konflik atau sesuatu yang kontras dalam 1 foto. Untuk memotret objek manusia, kita harus dekat dengannya sehingga dia tidak merasa canggung untuk difoto. Foto yang bercerita adalah dengan memotret dari semua angle, foto sebanyak mungkin agar kita tidak kehilangan momen yang bagus. Nanti setelahnya dipilih 1 foto yang terbaik. Sedangkan untuk proses edit foto bagi seorang fotografer adalah pekerjaan wajib tapi sebatas untuk memperindah warnanya, bukan menambahkan atau menghilangkan sesuatu yang ada dalam foto. Dan di akhir workshopnya, Agustinus mengatakan bahwa "Fotografi itu bukan tentang kamera. Fotografi adalah cara kita memandang dunia dan bagaimana kita mengungkapkan cerita lewat gambar"

Agustinus Wibowo & hasil fotonya di dinding

Workshop ini dimoderasi oleh Aan Mansyur, seorang penyair asal Kota Makassar yang sedang naik daun dan menjadi kebanggaan karena buku puisinya berjudul Tidak Ada New York Hari Ini menjadi puisi yang dibacakan oleh Rangga dalam film Ada Apa Dengan Cinta 2.
Setelah beberapa bulan berteman lewat sosial media, akhirnya pada kesempatan ini baru deh ketemu sama dia. Setelah berkenalan, gak afdol rasanya kalo gak foto bareng donk, hehehee..

Ketemu Aan Mansyur

Bareng Lia dengan wajah lelah & kepanasan setelah ikut workshop

Posting Komentar