Senin, Mei 23, 2016

Seminar Penetapan Ikon Kuliner Kota Makassar


Jika ada yang tanya, makanan apa yang jadi ciri khasnya Kota Makassar? Sebagian besar orang tentu menjawab Coto. Tapi ada juga yang sebut Ikan Bakar. Selain itu ada yang bilang Mie Kering, ada pula Jalangkote', Pisang Ijo, dan lain-lain. Wah...banyak banget ya! Hehee...

Nah, untuk menjadikan Kota Makassar sebagai salah satu tujuan wisata kuliner di Indonesia, maka Dinas Pariwisata Dan Ekonomi Kreatif Kota Makassar harus menentukan menu apa yang menjadi ciri khas dari Kota Makassar hingga dapat terkenal sampai ke mancanegara. Untuk itulah diadakan Survey Ikon Kuliner Kota Makassar melalui angket yang sebar di pusat-pusat keramaian dan melalui situs online dengan website www.makassarsedap.com. Survey berlangsung sejak bulan April lalu selama kurang lebih 25 hari. 


Survey yang dilakukan secara online

Setelah berakhirnya survey tersebut maka diadakanlah seminar untuk menyampaikan pada publik hasil survey yang telah dilakukan. Kami, para blogger Makassar pun diundang untuk mengikuti seminar ini. Seminarnya diadakan pada hari Rabu tanggal 12 Mei 2016 dengan menghadirkan Kepala Dinas Pariwisata Dan Ekonomi Kreatif Kota Makassar, Ibu Ir.Hj.Rusmayani Madjid; Direktur Lembaga Setifikasi Pariwisata, Bapak Dr.H.Syamsul Rizal, M.SP; Ketua StartUp Makassar selaku pelaksana survey, Bapak Dedy Triawan.

Ibu Rusmayani Madjid dalam kata sambutannya mengatakan bahwa kuliner kini telah menjadi daya tarik wisata, termasuk di Kota Makassar dimana trend wisata kulinernya makin berkembang. Diharapkan sektor perekonomian pun akan meningkat dari wisata kuliner.
Sedangkan Bapak Muh.Amri Maula menyampaikan bahwa Bapak Walikota Makassar mempunyai target menjadikan ikon kuliner Makassar untuk go international. Adapun kegiatan ini merupakan suatu rangkaian kegiatan yang hasilnya akan diwujudkan dalam bentuk penetapan Ikon Kuliner Makassar yang akan dipublikasikan secara luas. Namun survey yang dilakukan bukanlah tahapan terakhir yang diadakan, melainkan hasilnya tetap diputuskan oleh Walikota Makassar, Bapak H.Ramdhan Pomanto.

Kepala Dinas Pariwisata Dan Ekonomi Kreatif Kota Makassar, Ibu Hj.Ir.Rusmayani Madjid.
*pic courtesy Ibu Maya

Selanjutnya Bapak Dr.H.Syamsul Rizal, M.SP selaku moderator mengatakan bahwa tidak ada makanan yang original berasal dari Makassar. Semuanya adalah menu yang sudah mengalami akulturasi 2 budaya besar yang ada di Kota Makassar, yaitu Arab dan Cina. Contohnya Coto, banyaknya bumbu yang digunakan seperti makanan Arab atau India pada umumnya. Demikian pula dengan Mie Kering, jelas sekali bahwa menu tersebut berasal dari Cina. Tapi makanan-makanan tersebut sudah menyatu sebagai kuliner khas Makassar. 

Bp. DR.Syamsul Rizal & Bp. Dedy Triawan

Sebagai pembicara yang terakhir adalah Bapak Dedy Triawan yang membeberkan hasil survey Ikon Kuliner Makassar yang telah dilakukan selama 25 hari, bahwa sudah ada 2 tahapan sebelumnya yang telah dilakukan, mulai dari memilih menu apa sehingga akhirnya tercetus 130 menu yang kemudian diseleksi menjadi 30 menu hingga sisa 20 saja untuk disurvey oleh masyarakat. Dan dari hasil survey itu Coto Mangkasara menduduki tempat teratas. Kemudian Pisang Ijo, Pallubasa, Sop Sodara, dan Konro Bakar.
Ada 2109 total responden dengan 4303 total pilihan, karena 1 orang bisa memilih banyak menu sekaligus. Survey ini telah diikuti oleh 80% orang yang berada di Kota Makassar, selebihnya tersebar si berbagai.kota bahkan ada pula pemilih yang berasal dari USA.

Hasil sementara Survey Ikon Kuliner Kota Makassar

Ikon kuliner ini nantinya yang akan dipromosikan, baik pada kalangan industri pariwisata maupun kalangan umum, kemudian akan direkomendasikan menjadi makanan/kuliner jamuan resmi bagi tamu-tamu pemerintah kota makassar, serta menjadi menu wajib bagi hotel-hotel di kota makassar dalam menjamu tamu yang menginap.

Karena ini bukan hanya tentang makan tapi soal kebanggaan.
Jadi, mari sukseskan kuliner Kota Makassar.
Kalau bukan kita duluan yang bangga akan kuliner daerah kita, bagaimana orang lain bisa? 

Suasana seminar
*pic courtesy Ibu Maya

Blogger Makassar Anging Mammiri dalam acara Seminar Penetapan Ikon Kuliner Kota Makassar

Posting Komentar