Senin, Mei 30, 2016

Seduh Kopi bersama Riri Riza di MIWF 2016

Acara terakhir yang saya ikut di MIWF 2016 adalah A Cup of Poetry, Hosted by Riri Riza atau dalam bahasa Indonesia nya : Seduh Kopi bersama Riri Riza. Acaranya berlangsung hari Jumat tanggal 20 Mei 2016 jam 4 sore di Taman Rasa, Fort Rotterdam.

Riri Riza dan kopi yang diberi nama Cinta & Rangga

Sebenarnya ini adalah acara pembacaan puisi tapi dikemas lebih menarik dengan memasukkan unsur kuliner di dalamnya sehingga tidak terkesan "berat". Kuliner di sini yakni kopi khas Toko Ujung. Sebuah toko kelontong di Jalan Somba Opu Makassar yang juga menjual kopi hasil racikan sendiri sejak tahun 1900. Wuih! Udah lama banget yaa...

Sebenarnya saya gak tau kalo acara ini bakal semenarik ini. Cuman karena dengar Riri Riza bilang kalo dia akan ada di acara Seduh Kopi sambil baca puisi, tentu saja gak boleh terlewatkan nih menurutku. Alhasil datanglah saya bareng Alifah yang masih rada kesel karena gak bisa hadir di acara Bahas Tuntas AADC2 pagi tadi. Tujuannya dia sih sebenarnya cuman pengen ketemu Aan Mansyur, hahaaa...

Jam 5 kami sudah ada di Fort Rotterdam, ternyata acaranya belum mulai. Dan terlihat di dekat lapak penjualan buku ada Aan Mansyur yang lagi meladeni orang-orang yang pada minta foto bareng. Alifah pun gak mau ketinggalan, buku berjudul Melihat Api Bekerja langsung dikeluarkan dari tasnya untuk ditandatangi.

Akhirnya Alifah bertemu Aan Mansyur

Gak lama kemudian acara pun mulai, santai banget... Semua pada duduk merumput. Mengelilingi Riri Riza yang di belakangnya ada meja tempat meracik kopi. Chendra, anak dari pemilik Toko Ujung, yang sedang meracik kopi. Kopi racikannya diberi nama Cinta & Rangga. Nama ini disematkan oleh Riri Riza sang sutradara AADC2 sebagai perpaduan citarasa Cinta yang memikat dan Rangga yang misterius. Aaauuu..... =))

Riri Riza menjelaskan tentang Kopi Ujung

Selanjutnya Riri pun menyeduh kopi racikan Chendra dan kemudian membagikan kepada sebagian penonton yang hadir. Tapi saya gak kebagian soalnya lebih asyik temenin Alifah foto bareng Mira Lesmana hihiii...

Sambil penonton menikmati segelas kopi, puisi-puisi indah pun dibacakan oleh Joko Pinurbo, seorang penulis yang sudah menelurkan banyak karya tulis dan puisi. Dilanjutkan dengan pembacaan puisi dengan penuh semangat oleh seorang penyair asal Jeneponto yang sayang sekali saya lupa namanya, hehe... Yang bikin unik dalam pembacaan puisinya karena diiringi oleh musik Sinriliq dan seorang penari yang hanya duduk di atas peti kemas bekas sambil menari-narikan kipas di tangannya. 

Pembacaan puisi oleh Joko Pinurbo

Pembacaan puisi oleh penyair asal Jeneponto yang lengkap dengan Sinriliq & penarinya

Acara ini berakhir pas matahari terbenam. Dan suasana langsung cair dengan saling membaurnya penonton. Ada yang minta foto bareng Mira Lesmana, ada yang berdiskusi bareng Riri Riza, ada yang sibuk menyeduh kopi buatan Chendra, tapi lebih banyak lagi yang asyik ngobrol satu sama lain sambil sesekali berfoto selfie.

Alifah selfie bareng Riri Riza & Mira Lesmana

Buat saya, MIWF ini acara yang keren. Terlihat bersahaja tapi digarap secara profesional. Tahun depan semoga diadakan lagi dengan konsep yang berbeda dan lebih seru dan tentu saja saya tetap akan hadir. Insya Allah :)

Suasana acara

Saya, Faizah, Kiki Riza, tante Nani Riza & tante Wien Riza

Bertemu teman2 blogger, Vita Masli & Onety Abby










Posting Komentar