Selasa, Mei 24, 2016

MIWF 2016


Untuk ke-6 kalinya MIWF kembali digelar.
MIWF atau Makassar International Writers Festival merupakan satu-satunya event literasi terbesar bertaraf internasional yang diadakan di kawasan timur Indonesia. 
Kenapa dikatakan internasional? Karena acara ini menghadirkan 61 orang pembicara atau penulis yang sebagian berasal dari mancanegara, sebut saja Marius Hulpe (Jerman), Alia Gabres (Australia) dan Deborah Emmanuel (Singapura), sedangkan dari Indonesia ada Dewi "Dee" Lestari, Aditya Mulya, Maman Suherman, produser Mira Lesmana, sutradara Riri Riza, photographer Agustinus Wibowo, penyair asal Kota Makassar yang sedang naik daun Aan Mansyur, serta masih banyak lagi.

Acaranya diadakan di 7 tempat dan berpusat di Fort Rotterdam Makassar pada tanggal 18-21 Mei 2016 dengan mengubah wajah Benteng Panyyua itu menjadi tempat baca, workshop, diskusi, bahkan juga dilengkapi dengan arena anak dan area kuliner. Ada 3 tema dari masing-masing area yakni Taman Baca, di mana kita bisa membaca buku yang diletakkan begitu saja dengan suasana piknik; Taman Rasa, area tempat pembacaan puisi sambil menikmati seduhan kopi dan teh; dan Taman Cahaya, tempat yang menghadirkan kolaborasi koreograf Abdi Karya, musisi Juang Karya dan Dana Riza dalam pertunjukan-pertunjukan tematik. Konsep yang diusung memang bertema pop-up taman.

Acara ini diadakan oleh Rumata Artspace sebagai program tahunan dan di setiap kali penyelenggaraan selalu ramai pengunjung karena selalu program-program spesial yang dihadirkan. Adapun tema yang diangkat kali ini ada BACA! Yang terinspirasi dari tumbuhnya komunitas baca dan pustaka di Indonesia yang semakin banyak. 




Saya sendiri untuk pertama kalinya datang ke event ini! Haha... ksian yaaa kurang gaul :p
Itupun awalnya cuman pengen datang di 1 sesi acara tapi malah jadinya ketagihan datang untuk 3 acara.
Sebenarnya ada 33 kegiatan dalam acara MIWF 2016 ini, diantaranya Growing Up With Supernova yakni merayakan 15 tahun Supernova bersama Dewi "Dee" Lestari, workshop Singing Your Poetry bersama Ari Reda dan Joko Pinurbo, diskusi panel The Journey Of Moving Libraries bersama Maman Suherman, Nirwan Arsuka dan M. Ridwan Alimuddin, seminar internasional : In Translation We Believe bersama Marius Hulpe, Roland Kelts, Aoko Matsuda, Sanaz Fotouhi, Agustinus Wibowo dan Eka Kurniawan.

Adapun 3 kegiatan yang saya ikuti dan akan saya cerita detailnya masing-masing di tulisan yang terpisah. Di sini hanya highlight nya aja dulu yaaa...

Writing and Photography
Workshop foto oleh Agustinus Wibowo

Ketika kita pergi ke tempat yang baru, ada cerita yang akan disampaikan dan ada foto yan akan dibagikan. Dalam workshop ini Agustinus Wibowo, seorang fotografer perjalanan, berbagi pengalaman bagaimana bercerita lewat kamera.

Writing & Photography Workshop

Banyak ilmu dan pengalaman yang dibagi oleh Agustinus Wibowo, seperti bagaimana membuat foto tampak hidup, bagaimana mencari detail dari sebuah objek, apa yang mesti dilakukan saat akan memotret di sebuah negara yang baru kita datangi dan apakah proses edit foto itu bisa dilakukan oleh seorang fotografer? Semua dikupas tuntas. Dan bisa kamu baca di tulisan saya nanti :)

Agustinus Wibowo

Bahas Tuntas AADC2 : Cerita, Puisi, Film.

Puisi adalah jantung. Rangga menang lomba puisi, lalu bertemulah dia dengan Cinta, pengurus majalah dinding sekolah. Lalu kita semua mengikuti kisah mereka. Empat belas tahun kemudian, puisi tetap menjadi jantung, yang memberi hidup pada pertemuan Rangga dan Cinta. Dan kita tahu, selain film yang disambut sungguh hangat dan menggebu, puisi-puisi yang terjalin dalam cerita ini pun mendapat tempat luas di hati banyak orang, tua dan muda. Puisi-puisi itu, kini dilafalkan, dibacakan dan menjadi bagian hidup banyak orang. 

Semuanya dibahas tuntas dalam acara ini dengan menghadirkan Mira Lesmana, sang produser; Riri Riza, sutradara; dan Aan Masyur, penulis puisi-puisi Rangga dalam film AADC2.

Bahas Tuntas AADC2 bersama Mira Lesmana, Riri Riza & Aan Mansyur

Saya pun gak mau melewatkan kesempatan untuk membeli buku puisi Tidak Ada New York Hari Ini dan meminta Aan Mansyur untuk menandatanganinya! 
Lengkap pula dengan foto bareng Mira Lesmana, Riri Riza dan Aan Mansyur yang bisa kamu lihat di tulisan saya nanti.

Tidak Ada New York Hari Ini yang ditandatangani oleh penulisnya, Aan Mansyur

Seduh Kopi bersama Riri Riza

Acara ini sebenarnya intinya adalah pembacaan puisi. Mungkin terdengar cukup berat atau kurang familiar buat awam... Nah, biar terasa lebih asyik, dibuatlah acaranya lengkap dengan seduh kopi. Jadi kita bisa mendengar pembacaan puisi sambil nenikmati secangkir kopi. Riri Riza yang memang seorang pencinta kopi sejati juga menjelaskan tentang kopi di acara ini.
Detailnya nanti akan saya ceritakan ;)

Riri Riza menjelaskan tentang Seduh Kopi

Pembacaan puisi oleh Joko Pinurbo

Pembacaan puisi oleh penyair asal Jeneponto yang lengkap dengan Sinriliq & penarinya

Selama 4 hari pelaksanaan MIWF, para pencinta literasi sangat dimanjakan dengan berbagai kegiatan mulai dari pembukaan hingga penutupan acara.

Pada acara penutupan tanggal 21 Mei 2016 yang berlangsung meriah, diumumkan pemenang lomba MIWF dan diakhir acara seluruh pengunjung mengangkat buku favorit masing-masing yang telah dibawa dari rumah sebagai peringatan 18 tahun reformasi dan bentuk perlawanan atas pelarangan dan pemberangusan terhadap buku dan pengetahuan yanh kian marak di tanah air.

Posting Komentar