Selasa, Mei 17, 2016

FGD Penyusunan Naskah Potensi Kuliner

Indonesia kaya akan beragam potensi wisata, termasuk kulinernya. Berdasarkan hasil surver Kementerian Pariwisata ada 5300 jenis makanan yang menjadi ciri khas dari setiap daerah, termasuk di Makassar. Maka tak heran jika saat ini Kota Makassar pun mulai mengembangkan wisata kuliner sebagai tujuan wisata para turis baik turis nusantara maupun mancanegara. Ada banyak jenis makanan dari daerah ini yang bisa dipromosikan, mulai dari makanan pembuka (appetizer), makanan utama (main course), hingga makanan penutup (dessert).


Untuk itulah pada hari Kamis tanggal 12 Mei 2016 lalu diadakan Focus Group Discussion : Penentuan Naskah Potensi Wisata Kuliner, yang diadakan oleh Kementrian Pariwisata bekerjasama dengan Dinas Pariwisata Dan Ekonomi Kreatif Kota Makassar. FGD ini mengundang masyarakat dari berbagai latar belakang, termasuk kami para blogger. Selain itu ada pula pelaku kuliner, seperti chef dan komunitas pembuat kue, juga dari instansi pemerintah yang lainnya seperti Dinas Kesehatan, Badan POM, dan lain-lain. Sebelum FGD diadakan, terlebih dahulu para peserta diberi angket survey yang harus diisi agar pada pelaksanaan FGD dapat fokus membahas potensi kuliner di Kota Makassar.

Bersama teman2 dari komunitas blogger & kuliner

Acara dibuka oleh Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sosial Kota Makassar, Irwan Rusfiadi Adnan, didampingi oleh Lokot Ahmad Enda, Asisten Deputi Pengembangan Destinasi Wisata dari Kementerian Pariwisata serta Andi Karunrung, Kepala Bidang Pengembangan Usaha Pariwisata Dinas Pariwisata Dan Ekonomi Kreatif Kota Makassar. Selanjutnya dari para peserta mendapat penjelasan mengenai apa itu wisata kuliner, apa bedanya dengan wisata agrokuliner dan kuliner seperti apa yang layak menjadi ikon suatu daerah.

Pembukaan acara

Penjelasan dari Kementerian Pariwisata

Akhirnya diskusi pun dimulai setelah para peserta dibagi menjadi 3 kelompok. Kelompok 1 dan 2 diminta untuk menentukan 1 kuliner yang layak menjadi ikon di Kota Makassar. Sedangkan kelompok 3 diminta untuk membuat rencana perjalanan wisata kuliner. Saya sendiri tergabung dalam kelompok 1.

Setelah itu masing-masing kelompok mempresentasikan hasil diskusinya. Kelompok 1 memilih Coto sebagai ikon kuliner Kota Makassar. Kami memilih coto karena sudah sangat terkenal hingga mancanegara dan ada nilai historis yang merupakan kearifan lokal dari hidangan coto tersebut. Kelompok 2 memilih Pisang Ijo sebagai ikon kuliner Kota Makassar, juga dengan paparan cerita sejarah dibalik pembuatan pisang ijo tersebut. Kemudian kelompok 3 pun menjabarkan rencana perjalanan wisata kuliner di Kota Makassar dengan lama kunjungan 3 hari 2 malam. Mulai dari sarapan hingga makanan cemilan di malam hari, semuanya dihidangkan kuliner khas Kota Makassar.

Suasana diskusi

Foto bareng peserta FGD Kelompok 1

Akhirnya setelah semua kelompok selesai presentasi maka acara pun selesai. Coto dan Pisang Ijo menjadi primadona dalam FGD ini yang siap untuk dipromosikan sebagai salah satu potensi wisata kuliner Kota Makassar.
Yuk, mari makan! :)


Posting Komentar