Minggu, Mei 29, 2016

Bahas Tuntas AADC2 di MIWF 2016

Saat lagi booming film AADC2, tiba-tiba nongol iklan ini di timeline Path saya ...


Postingan dari teman yang ngetag saya dan beberapa teman-teman lainnya. Janjian untuk hadir bareng. Aaauuuu!!! Segera mi...
Cek per cek, ternyata acara ini adalah salah satu rangkaian dari event MIWF 2016. Wah, wajib hadir nih menurutku. Secara, film AADC2 yang bikin baper itu oke banget, puisinya Aan Mansyur itu lagi disukai sama Alifah anakku, bukunya juga mau dibeli di sana biar bisa langsung ditandatangi sama Aan dan terutama karena MIWF ini adalah acara literasi terbesar di kawasan timur Indonesia, jadi tentunya gak diragukan lagi isi acara-acara yang dihadirkan.
Di iklan acaranya tertulis jam 10. Alhasil jam 9 saya udah ada di sana karena udah kebayang bakal banyak orang akibat gak mesti daftar untuk ikut acara ini. Dan benar saja! Saat pintu tempat acara belum dibuka, orang udah pada berjubel di depannya. Kami diminta untuk registrasi dulu. Sebelum masuk, saya lihat Riri Riza dan Mira Lesmana lagi ngobrol di luar, langsung saja dengan lincahku minta foto bareng, hehee.... Anggaplah mereka telah menemukan pemeran Cinta edisi Ramadhan hahaha =))

Foto bareng Riri Riza & Mira Lesmana

Begitu pintu tempat acara dibuka, hanya 50 orang yang udah registrasi di pintu tadi yang bisa masuk. Beruntungnya saya. Selain itu buku puisi Tidak ada New York Hari Ini sudah ada di tangan saya. Acaranya santai banget, semua duduk melantai. Seperti gak ada gap antara public figure idola dengan fans.

Acara dimoderasi oleh Lily Yulianti Farid, pendiri Makassar International Writers Festival. Lily memperkenalkan Mira Lesmana, Riri Riza dan Aan Mansyur. Mereka semua adalah orang-orang di balik layar film AADC2. Mira Lesmana adalah seseorang yang sejak dulu memang suka dengan puisi. Sedangkan Riri Riza tidak terlalu suka dengan puisi tapi akhirnya menjadi suka setelah menggarap film Ada Apa Dengan Cinta. Hingga akhirnya Riri bertemu dengan Aan Mansyur di Rumata' Artspace, lalu memperkenalkannya pada Mira hingga akhirnya Riro dan Mira rajin membaca akun twitter Aan yang sarat dengan kata-kata puitis. Akhirnya mereka pun mengajak Aan terlibat dalam film AADC2 untuk menulis puisi yang ceritanya adalah puisi-puisi milik Rangga. Tapi kemudian Aan menyanggupi untuk membuat buku puisi berita cerita kehidupan Rangga selama 14 tahun dan akhirnya terbitlah buku Tidak Ada New York Hari Ini.

Suasana acara

Ternyata bukan cuman film AADC2 saja yang booming tapi juga buku puisi Tidak Ada New York Hari Ini. Bahkan sudah laku hingga 2500 exemplar buku dalam waktu kuramg dari sebulan hingga penerbit Gramedia harus mencetak ulang. Sedangkan film AADC2 hingga saat acara ini berlangsung kemarin jumlah penontonx sudah mencapai 3,4 juta penonton!

Yang saya suka dari acara Bahas Tuntas AADC2 ini karena para pembicara menceritakan segala sesuatunya di balik layar, temasuk bagaimana Mira Lesmana dan Riri Riza memikirkan sampai sedetail mungkin sosok Rangga yang mereka ciptakan. Awalnya ada pilihan antara Rangga yang akan dibuat menjadi orang yang senang puisi atau fotografi tapi akhirnya Mira Lesmana memilih puisi karena dia memang suka puisi walaupun puisi dianggap terlalu "berat" buat anak muda. Maka terciptalah sosok Rangga yang sekarang.

Lain lagi dengan Aan Mansyur. Untuk membuat puisi yang seolah-olah karangan Rangga yang tinggal di New York selama 14 tahun, Aan yang memang belum pernah ke New York sampai harus membeli peta kota Brooklyn, New York, serta mengikuti akun-akun Instagram dan Twitter orang-orang Indonesia yang tinggal di New York. Ketika Aan bertemu dengan Nicolas Saputra, pemeran Rangga, Aan menceritakan bahwa "kami bagaikan 2 orang yang memperebutkan sosok Rangga, berimajinasi bagaimana Rangga itu sebenarnya" hahaa...kebayanglah 2 orang ini, yang 1 menciptakan Rangga lewat tulisan puisi-puisinya, yang 1nya lagi berakting sebagai Rangga. 

Sedangkan Riri Riza menceritakan proses syuting AADC2 waktu di New York yang cukup sulit. Di mana mereka harus melawan dinginnya cuaca, bagaimana sulitnya mendapat angle kereta api yang lewat saat Nico berakting di jembatan, juga tentang asyiknya bekerjasama dengan orang-orang yang mereka sudah kenal baik seperti Nicolas Saputra dan Dian Sastro. Selain itu Riri juga mengatakan beruntung Nico yang memerankan Rangga karena tidak hanya aktingnya yang bagus tapi juga vokalnya yang bulat cocok untuk membacakan puisi.

Ada informasi terbaru dari acara ini juga bahwa puisi-puisi yang ada dalam buku Tidak Ada New York Hari Ini akan direkam dalam bentuk puisi musikal oleh Anto Hoed dan dibacakan oleh Nicolas Saputra! Wohooo...

Buku puisi yang akan dibuat versi musikal

Diakhir acara ternyata ada tumpeng yang disiapin untuk Aan Mansyur guna merayakan kesuksesan buku Tidak Ada New York Hari Ini. Para peserta acara ramai meringsek ke depan tumpeng untuk minta bukunya ditandatangani oleh Aan dan saya pun kebagian tandatangan dan foto selfie bareng Aan, hehee.. lagi-lagi akibat kelincahan.

Gak cuman dengan Aan, tapi juga dengan Riri Riza yang kebetulan didatangi oleh kakaknya, Ibu Nani Riza yang masih terhitung keluarga denganku. Jadinya foto selfie bareng Riri Riza lengkap dengan tante Nani dan tante Wien (istri Dana Riza, sutradara film animasi Adit Sopo Jarwo).

Selfie bareng Riri Riza dan keluarga

Selfie bareng Aan Mansyur

Buku bertandatangan Aan Mansyur

Lengkap sudah di acara ini... Dengar langsung dari orang-orang di balik layar AADC, lengkap dengan foto bareng dan punya buku Tidak Ada New York Hari Ini lengkap dengan tandatangan penulisnya :)

Saya dan Ama yang hadir bareng di acara Bahas Tuntas AADC2
Posting Komentar