Selasa, Mei 31, 2016

Menu Baru di Pancious


Pancious, sebagai restauran spesialty pancake yang berada di Trans Studio Mall Makassar, pada hari Sabtu tanggal 27 Mei 2016 kemarin mengundang saya untuk mencoba menu yang baru saja diluncurkan. Dengan tema #PANCIOUSCOOLSUMMER, menu baru ini merupakan perpaduan antara panas dan dingin di dalam satu piring. Wow! Unik banget yaa kedengarannya.

Senin, Mei 30, 2016

Seduh Kopi bersama Riri Riza di MIWF 2016

Acara terakhir yang saya ikut di MIWF 2016 adalah A Cup of Poetry, Hosted by Riri Riza atau dalam bahasa Indonesia nya : Seduh Kopi bersama Riri Riza. Acaranya berlangsung hari Jumat tanggal 20 Mei 2016 jam 4 sore di Taman Rasa, Fort Rotterdam.

Riri Riza dan kopi yang diberi nama Cinta & Rangga

Sebenarnya ini adalah acara pembacaan puisi tapi dikemas lebih menarik dengan memasukkan unsur kuliner di dalamnya sehingga tidak terkesan "berat". Kuliner di sini yakni kopi khas Toko Ujung. Sebuah toko kelontong di Jalan Somba Opu Makassar yang juga menjual kopi hasil racikan sendiri sejak tahun 1900. Wuih! Udah lama banget yaa...

Minggu, Mei 29, 2016

Bahas Tuntas AADC2 di MIWF 2016

Saat lagi booming film AADC2, tiba-tiba nongol iklan ini di timeline Path saya ...


Postingan dari teman yang ngetag saya dan beberapa teman-teman lainnya. Janjian untuk hadir bareng. Aaauuuu!!! Segera mi...
Cek per cek, ternyata acara ini adalah salah satu rangkaian dari event MIWF 2016. Wah, wajib hadir nih menurutku. Secara, film AADC2 yang bikin baper itu oke banget, puisinya Aan Mansyur itu lagi disukai sama Alifah anakku, bukunya juga mau dibeli di sana biar bisa langsung ditandatangi sama Aan dan terutama karena MIWF ini adalah acara literasi terbesar di kawasan timur Indonesia, jadi tentunya gak diragukan lagi isi acara-acara yang dihadirkan.

Jumat, Mei 27, 2016

Workshop Writing & Photography di MIWF 2016

Seperti janji saya dalam postingan berjudul MIWF 2016 bahwa saya akan bercerita tentang kegiatan-kegiatan yang saya diikuti pada acara tersebut. Nah...sekarang saatnya saatnya saya tuliskan.
Yang pertama adalah Workshop Writing and Photography oleh Agustinus Wibowo yang diadakan pada hari Jumat tanggal 18 Mei 2016 jam 4 sore bertempat di Chapel, Fort Rotterdam. 

Rabu, Mei 25, 2016

Prenagen Pregnancy Educational Journey

Bulan Mei adalah benar-benar bulan yang cukup sibuk untuk hobby saya sebagai blogger. Ada beberapa undangan, baik dari perusahaan dan instansi pemerintahan untuk menghadiri acara atau kegiatan yang selanjutnya harus dituangkan dalam tulisan di blog ini. Alhamdulillah yaa... hehehe.

Termasuk acara yang saya hadiri kemarin, diadakan oleh Prenagen bertajuk Prenagen Pregnancy Education Journey yang diperuntukkan bagi para calon orang tua. Diadakan di Grand Clarion Hotel & Convention hari Minggu tanggal 22 Mei 2016 mulai jam 7 pagi sampai jam 1 siang.



Tadinya saya mikir, koq pagi banget yaa acaranya?... Saya pun datang jam 8, telat 1 jam dari undangan. Ternyata di tempat acara sudah ramai dengan para ibu-ibu, dan juga ada terlihat beberapa lelaki yang menemani istrinya. Rupanya rangkaian acaranya memang dimulai jam 7 pagi karena ada beberapa sesi dari Education Center berupa kelas edukasi dan konsultasi gratis, mulai dari Kelas Persiapan Kehamilan, Kelas Hamil, Kelas Menyusui dan Kelas Nutrisi Sehat. Selain itu ada pula booth penjualan, photo booth dan kids playground.

Kelas Pra Kehamilan

Kelas Kehamilan

Kelas Menyusui

Kelas Nutrisi Sehat

Booth penjualan 

Photo booth

Playground

Jam 10 teng pintu ballroom akhirnya terbuka, pertanda Interaktif Talkshow bertema "Siapkan Awal Kehidupan Terbaik Si Kecil!" segera dimulai. Para peserta yang sudah sedari tadi menunggu langsung meringsek masuk tanpa perlu dipersilahkan, hehee...
Talkshow ini menghadirkan dr.Boy Abidin, SpOG (K) - Ginekolog, Roslina Verauli - Psikolog Keluarga, Irene F.Mongkar - Praktisi Stimulasi Anak, dan Mona Ratuliu - Praktisi Parenting dan Artis selaku moderator.

Diawali dengan penjelasan dr. Boy Abidin, SpOG (K) tentang periode emas atau golden period, yakni 1000 hari pertama kehidupan, mulai dari terjadinya pembuahan di dalam kandungan hingga anak berusia 2 tahun, atau hitungannya terdiri dari 270 hari (9 bulan) selama masa kehamilan ibu dan 730 hari (2 tahun) kehidupan sejak bayi dilahirkan. Masa ini adalah waktu yang kritis, yang jika tidak dimanfaatkan dengan baik maka dapat menyebabkan kerusakan yang bersifat permanen.

Malnutrizi atau kurang gizi adalah penyebab kematian 2,6 juta anak setiap tahunnya di seluruh dunia. Untuk itu para orang tua harus tahu 6 prinsip utama pencegahan malnutrisi pada ibu dan anak :
1. Suplementasi asam folat dan zat besi. Karena anemia defisiensi besi merupakan gangguan nutrisi paling sering ditemui di dunia.
2. Pemberian ASI hingga 2 tahun.
3. Makanan MPASI, jika ASI sudah tidak mencukupi kebutuhan nutrisi anak.
4. Suplementasi Vitamin A. Karena kekurangan vitamin A dapat menyebabkan kerusakan organ penglihatan maupun diare.
5. Pemberian Zinc untuk diare. Karena zinc membantu pemulihan diare serta mengurangi resiko diare berulang lagi.
6. Hidup bersih dengan memperhatikan air, sanitasi dan kebersihan.

Dari segi psikologis, Rosalina Verauli sebagai psikolog keluarga berpendapat bahwa 1000 hari pertama ada berbagai pengaruh yang memerlukan reaksi yang baik dari sang ibu dan kerjasama yang baik dari sang ayah. Hal yang seringkalo dilupakan adalah betapa besar peran suami pada masa kehamilan. Karena kebahagiaan calon orang tua juga sangat berpengaruh pada kesehatan janin dan keselamatan proses kelahiran.

Roslina Verauli

Selain itu, selama 1000 hari pertama kehidupan Si Kecil faktor yang tak kalah penting adalah memberi stimulasi. Hal ini diungkapkan oleh pakar stimulasi anak, Irene F. Mongkar. Evaluasi kemampuan dasar Si Kecil merupakan hal yang sangat penting untuk mengetahui kondisi apakah kondisi dan fungsi kerja sistem sarafnya sudah sempurna sesuai yang semestinya. Teruslah berikan stimulasi agar Si Kecil tumbuh menjadi manusia seutuhnya yang bahagia, percaya diri dan penuh imajinasi.

Irene F.Mongkar

Senang banget saya bisa hadir di acara yang penuh manfaat ini. Banyak ilmu yang didapat. Kegiatan ini merupakan salah satu rangkaian kampanye "Prenagen Peduli, Ibu Sehat Indonesia Sehat" di tahun 2016 dan bentuk apresiasi kepada jutaan ibu hamil yang sudah memilih Prenagen. Selain itu juga sebagai bentuk kepedulian Prenagen dalam menyadarkan para calon orang tua bahwa pentingnya nutrisi dan stimulasi di awal 1000 hari pertama kehidupan Si Kecil.

Rangkaian produk Prenagen dengan formula Prenapro dirancang khusus dengan varian terlengkap untuk setiap tahap kehamilan, mulai dari persiapan kehamilan, mulai dari persiapan kehamilan, hamil dengan mual dan muntah, hamil hingga menyusui. Prenangen sebagai ahlinya nutrisi kehamilan dan menyusui ingin selalu menjadi sahabat terbaik, menemani para calon orang tua dalam menjalankan perannya dan memberikan edukasi secara berkelanjutan. 

Foto bareng Mona Ratuliu

Foto bareng Roslina Verauli

Bareng teman2 blogger MAM

Selasa, Mei 24, 2016

MIWF 2016


Untuk ke-6 kalinya MIWF kembali digelar.
MIWF atau Makassar International Writers Festival merupakan satu-satunya event literasi terbesar bertaraf internasional yang diadakan di kawasan timur Indonesia. 
Kenapa dikatakan internasional? Karena acara ini menghadirkan 61 orang pembicara atau penulis yang sebagian berasal dari mancanegara, sebut saja Marius Hulpe (Jerman), Alia Gabres (Australia) dan Deborah Emmanuel (Singapura), sedangkan dari Indonesia ada Dewi "Dee" Lestari, Aditya Mulya, Maman Suherman, produser Mira Lesmana, sutradara Riri Riza, photographer Agustinus Wibowo, penyair asal Kota Makassar yang sedang naik daun Aan Mansyur, serta masih banyak lagi.

Acaranya diadakan di 7 tempat dan berpusat di Fort Rotterdam Makassar pada tanggal 18-21 Mei 2016 dengan mengubah wajah Benteng Panyyua itu menjadi tempat baca, workshop, diskusi, bahkan juga dilengkapi dengan arena anak dan area kuliner. Ada 3 tema dari masing-masing area yakni Taman Baca, di mana kita bisa membaca buku yang diletakkan begitu saja dengan suasana piknik; Taman Rasa, area tempat pembacaan puisi sambil menikmati seduhan kopi dan teh; dan Taman Cahaya, tempat yang menghadirkan kolaborasi koreograf Abdi Karya, musisi Juang Karya dan Dana Riza dalam pertunjukan-pertunjukan tematik. Konsep yang diusung memang bertema pop-up taman.

Acara ini diadakan oleh Rumata Artspace sebagai program tahunan dan di setiap kali penyelenggaraan selalu ramai pengunjung karena selalu program-program spesial yang dihadirkan. Adapun tema yang diangkat kali ini ada BACA! Yang terinspirasi dari tumbuhnya komunitas baca dan pustaka di Indonesia yang semakin banyak. 




Saya sendiri untuk pertama kalinya datang ke event ini! Haha... ksian yaaa kurang gaul :p
Itupun awalnya cuman pengen datang di 1 sesi acara tapi malah jadinya ketagihan datang untuk 3 acara.
Sebenarnya ada 33 kegiatan dalam acara MIWF 2016 ini, diantaranya Growing Up With Supernova yakni merayakan 15 tahun Supernova bersama Dewi "Dee" Lestari, workshop Singing Your Poetry bersama Ari Reda dan Joko Pinurbo, diskusi panel The Journey Of Moving Libraries bersama Maman Suherman, Nirwan Arsuka dan M. Ridwan Alimuddin, seminar internasional : In Translation We Believe bersama Marius Hulpe, Roland Kelts, Aoko Matsuda, Sanaz Fotouhi, Agustinus Wibowo dan Eka Kurniawan.

Adapun 3 kegiatan yang saya ikuti dan akan saya cerita detailnya masing-masing di tulisan yang terpisah. Di sini hanya highlight nya aja dulu yaaa...

Writing and Photography
Workshop foto oleh Agustinus Wibowo

Ketika kita pergi ke tempat yang baru, ada cerita yang akan disampaikan dan ada foto yan akan dibagikan. Dalam workshop ini Agustinus Wibowo, seorang fotografer perjalanan, berbagi pengalaman bagaimana bercerita lewat kamera.

Writing & Photography Workshop

Banyak ilmu dan pengalaman yang dibagi oleh Agustinus Wibowo, seperti bagaimana membuat foto tampak hidup, bagaimana mencari detail dari sebuah objek, apa yang mesti dilakukan saat akan memotret di sebuah negara yang baru kita datangi dan apakah proses edit foto itu bisa dilakukan oleh seorang fotografer? Semua dikupas tuntas. Dan bisa kamu baca di tulisan saya nanti :)

Agustinus Wibowo

Bahas Tuntas AADC2 : Cerita, Puisi, Film.

Puisi adalah jantung. Rangga menang lomba puisi, lalu bertemulah dia dengan Cinta, pengurus majalah dinding sekolah. Lalu kita semua mengikuti kisah mereka. Empat belas tahun kemudian, puisi tetap menjadi jantung, yang memberi hidup pada pertemuan Rangga dan Cinta. Dan kita tahu, selain film yang disambut sungguh hangat dan menggebu, puisi-puisi yang terjalin dalam cerita ini pun mendapat tempat luas di hati banyak orang, tua dan muda. Puisi-puisi itu, kini dilafalkan, dibacakan dan menjadi bagian hidup banyak orang. 

Semuanya dibahas tuntas dalam acara ini dengan menghadirkan Mira Lesmana, sang produser; Riri Riza, sutradara; dan Aan Masyur, penulis puisi-puisi Rangga dalam film AADC2.

Bahas Tuntas AADC2 bersama Mira Lesmana, Riri Riza & Aan Mansyur

Saya pun gak mau melewatkan kesempatan untuk membeli buku puisi Tidak Ada New York Hari Ini dan meminta Aan Mansyur untuk menandatanganinya! 
Lengkap pula dengan foto bareng Mira Lesmana, Riri Riza dan Aan Mansyur yang bisa kamu lihat di tulisan saya nanti.

Tidak Ada New York Hari Ini yang ditandatangani oleh penulisnya, Aan Mansyur

Seduh Kopi bersama Riri Riza

Acara ini sebenarnya intinya adalah pembacaan puisi. Mungkin terdengar cukup berat atau kurang familiar buat awam... Nah, biar terasa lebih asyik, dibuatlah acaranya lengkap dengan seduh kopi. Jadi kita bisa mendengar pembacaan puisi sambil nenikmati secangkir kopi. Riri Riza yang memang seorang pencinta kopi sejati juga menjelaskan tentang kopi di acara ini.
Detailnya nanti akan saya ceritakan ;)

Riri Riza menjelaskan tentang Seduh Kopi

Pembacaan puisi oleh Joko Pinurbo

Pembacaan puisi oleh penyair asal Jeneponto yang lengkap dengan Sinriliq & penarinya

Selama 4 hari pelaksanaan MIWF, para pencinta literasi sangat dimanjakan dengan berbagai kegiatan mulai dari pembukaan hingga penutupan acara.

Pada acara penutupan tanggal 21 Mei 2016 yang berlangsung meriah, diumumkan pemenang lomba MIWF dan diakhir acara seluruh pengunjung mengangkat buku favorit masing-masing yang telah dibawa dari rumah sebagai peringatan 18 tahun reformasi dan bentuk perlawanan atas pelarangan dan pemberangusan terhadap buku dan pengetahuan yanh kian marak di tanah air.

Senin, Mei 23, 2016

Seminar Penetapan Ikon Kuliner Kota Makassar


Jika ada yang tanya, makanan apa yang jadi ciri khasnya Kota Makassar? Sebagian besar orang tentu menjawab Coto. Tapi ada juga yang sebut Ikan Bakar. Selain itu ada yang bilang Mie Kering, ada pula Jalangkote', Pisang Ijo, dan lain-lain. Wah...banyak banget ya! Hehee...

Nah, untuk menjadikan Kota Makassar sebagai salah satu tujuan wisata kuliner di Indonesia, maka Dinas Pariwisata Dan Ekonomi Kreatif Kota Makassar harus menentukan menu apa yang menjadi ciri khas dari Kota Makassar hingga dapat terkenal sampai ke mancanegara. Untuk itulah diadakan Survey Ikon Kuliner Kota Makassar melalui angket yang sebar di pusat-pusat keramaian dan melalui situs online dengan website www.makassarsedap.com. Survey berlangsung sejak bulan April lalu selama kurang lebih 25 hari. 

Jumat, Mei 20, 2016

Wisata Belanja Di Celebes Beauty Fashion Week


Dinas Pariwisata Dan Ekonomi Kreatif Kota Makassar saat ini sedang giat-giatnya mengembangkan pariwisata Kota Makassar dari segala sektor. Tidak hanya wisata alam dan kuliner tapi juga wisata belanja. Salah satunya dengan mengadakan pameran fashion lengkap dengan fashion show bertaraf nasional bahkan internasional. 

Acara bertajuk Celebes Beauty Fashion Week yang diadakan merupakan rangkaian acara dari Femme. Dalam acara ini Dinas Pariwisata Dan Ekonomi Kreatif Kota Makassar bekerjasama dengan event organizer 3 Pro. Untuk Femme sendiri tahun ini merupakan tahun ke -11 diadakannya. Sedangkan Celebes Beauty adalah untuk yang ke-2 kalinya.

Kamis, Mei 19, 2016

DIAM


Saat ini aku diam tanpa kata 
Saat ini aku diam sarat makna 

Hanya mengamati tanpa reaksi
Menarik diri, dari pada sesal sendiri

Kulihat mereka saling sapa, saling salam
Sesekali omong kosong
Bahkan terlihat norak

Saat ini mereka terlihat damai
Tapi kutahu itu sekedar basa-basi
Dan aku tahu, suatu waktu mereka akan kembali bergolak
Saling menjatuhkan 
Saling menjelekkan

Maaf, aku tak ingin terlibat lagi
Karena tak sejalan sefikiran



-EM-

Selasa, Mei 17, 2016

FGD Penyusunan Naskah Potensi Kuliner

Indonesia kaya akan beragam potensi wisata, termasuk kulinernya. Berdasarkan hasil surver Kementerian Pariwisata ada 5300 jenis makanan yang menjadi ciri khas dari setiap daerah, termasuk di Makassar. Maka tak heran jika saat ini Kota Makassar pun mulai mengembangkan wisata kuliner sebagai tujuan wisata para turis baik turis nusantara maupun mancanegara. Ada banyak jenis makanan dari daerah ini yang bisa dipromosikan, mulai dari makanan pembuka (appetizer), makanan utama (main course), hingga makanan penutup (dessert).


Untuk itulah pada hari Kamis tanggal 12 Mei 2016 lalu diadakan Focus Group Discussion : Penentuan Naskah Potensi Wisata Kuliner, yang diadakan oleh Kementrian Pariwisata bekerjasama dengan Dinas Pariwisata Dan Ekonomi Kreatif Kota Makassar. FGD ini mengundang masyarakat dari berbagai latar belakang, termasuk kami para blogger. Selain itu ada pula pelaku kuliner, seperti chef dan komunitas pembuat kue, juga dari instansi pemerintah yang lainnya seperti Dinas Kesehatan, Badan POM, dan lain-lain. Sebelum FGD diadakan, terlebih dahulu para peserta diberi angket survey yang harus diisi agar pada pelaksanaan FGD dapat fokus membahas potensi kuliner di Kota Makassar.

Senin, Mei 16, 2016

RASA & ASA

...

Dalam RASA ada ASA.
Seperti pada rasa cinta, ada asa ingin memiliki.
Seperti pada rasa rindu, ada asa ingin bertemu.

Namun ketika ASA tak tergapai, maka RASA akan menguap.
Sia-sia.
Tanpa makna.

...


-EM-


Minggu, Mei 15, 2016

Maritage Indonesia "Makassar Yuukkk..."


Pada hari Rabu tanggal 11 Mei 2016 yang lalu, Pemerintah Kota Makassar, dalam hal ini Dinas Pariwisata Dan Ekonomi Kreatif, menggelar sebuah Gala Dinner untuk para peserta Maritage Indonesia yang sedang melakukan kunjungan wisata di Kota Makassar.

Maritage adalah Multicultural Art And Heritage For International Development atau Maritage International, adalah wadah global untuk mitra multisektoral dalam upaya berbagi nilai seni warisan budaya yang dapat berkontribusi pada pengembangan masyarakat. Di Indonesia sendiri, Maritage Indonesia berdiri di bulan Agustus 2013 dengan berbagai kegiatan yang dilakukan, salah satunya adalah Wisata Budaya dengan tujuan memperkenalkan budaya nusantara yang kaya. Tahun ini Wisata Budaya yang digelar bertema "Makassar yuukkk..."
Ya, Makasar sebagai pintu gerbang Indonesia Timur merupakan kota yang kaya akan beragam budaya dengan pertumbuhan ekonomi yang semakin signifikan menjadi tujuan Maritage Indonesia untuk berwisata. Selain wisata budaya, para peserta trip juga akan menikmati wisata kuliner dan wisata belanja di kota ini.
Bersamaan dengan kehadiran peserta Maritage Indonesia di Kota Makassar juga sedang berlangsung pameran fashion terbesar di kawasan timur Indonesia yakni Femme dengan gelaran Celebes Beauty yang diadakan oleh Dinas Pariwisata Dan Ekonomi Kreatif Kota Makassar dan 3 Pro. Sehingga acara ini juga menjadi salah satu yang didatangi oleh peserta trip.

Nah, seperti yang sudah saya tuliskan di awal tadi, acara Gala Dinner yang digelar oleh Pemerintah Kota Makassar juga mengundang kami, para blogger yang tergabung dalam Blogger Anging Mammiri. Wah....senangnya! Artinya kami bisa ikut malam malam bareng para sosialita itu dengan pelayanan berkelas bintang 5 sambil nenikmati aneka sajian kesenian daerah. Acaranya diadakan di Fort Rotterdam yang disulap bak restauran outdoor bertema "Dinner Under The Stars".

Para peserta Maritage Indonesia diiringi Tarian Gandrang Bulo

Para peserta Maritage Indonesia tiba di tempat acara pada pk.19.30 diiringi dengan tarian Gandrang Bulo dan disambut oleh istri Walikota Makassar, Ibu Indira Yusuf Ismail. Kurang lebih 50 orang sosialita dari ibukota tampak berbusana khas daerah Sulawesi Selatan yakni Baju Bodo dan Lipa' Sa'be, walaupun hanya berupa busana modifikasi. Diantara para sosialita tersebut ada Sarita, mantan model yang juga main di film AADC2; Chossy Latu, perancang busana; serta Dhanny Dahlan yang juga model top 80an yang merupakan Ketua Panitia dari acara Wisata Budaya ini.

Dalam acara Gala Dinner ini, ditampilkan pula kesenian alat petik tradisional, Sinriliq,  yang bertutur tentang sejarah Kota Makassar dalam bahasa Makassar dan Indonesia. 
Selain itu ada pula musik tradisional yang lengkap dengan gendang dan pui-pui.
Suasana semakin meriah ketika puluhan menari menarikan Tarian 4 Etnis dan Tari Pa'raga di atas panggung.

Sinriliq

Musik tradisional

Tarian 4 Etnis & Pa'raga

Menu yang disajikan malam itu adalah makanan khas Kota Makkasar. Mulai dari kue-kue tradisional yang bercita rasa manis, sesuai dengan filosofinya bahwa orang Makassar selalu bersikap manis terhadap siapa saja, ada pula kue Putu Cangkir yang dibuatkan booth khusus sehingga para tamu bisa melihat langsung cara pembuatannya. Selain itu ada Nyuk-Nyang (Bakso) khas Makassar, Mie Kering, Pallubasa hingga Ikan Bakar. 

Booth Putu Cangkir

Dalam kata sambutannya, Walikota Makassar, Ramdhan Pomanto menyambut baik kedatangan para peserta Maritage Indonesia dan menyampaikan mengenai acara Festival F8 (Food, Flower, Fashion, Film, Fiction Writer, Fussion Jazz, Folk & Fine Art) yang akan diselenggraakan pada tanggal 8 Sepetember 2016 yang akan datang, yang tentunya akan sangat menarik untuk disaksikan oleh para wisatawan. 
Peserta Maritage Indonesia yang terdiri dari kalangan sosialita menengah ke atas tentunya berpeluang sebagai sarana promosi di kalangan mereka untuk berkunjung ke Kota Makassar.
Setelah kata sambutan, dilanjutkan dengan penukaran cenderamata antara Pemerintah Kota Makassar dengan Maritage Indonesia.

Bp.Walikota memberikan kata sambutan

Penyerahan Cenderamata

Dari acara ini terlihat jelas upaya pemerintah dalam menarik para wisatawan. 
Disinilah tugas Dinas Pariwisata Dan Ekonomi Kreatif Kota Makassar untuk semakin meningkatkan kualitas pariwisata Kota Makassar.
Dan kami para blogger siap untuk bersinergi dengan Dinas Pariwisata Dan Ekonomi Kreatif Kota Makassar untuk membantu mempromosikan potensi wisata kota ini lewat tulisan.

Sukses Kota Makassar (y)

Foto bareng Blogger Anging Mammiri

Selasa, Mei 10, 2016

Buah Balut Coklat


Semua orang, terutama anak-anak, pasti suka makan buah. Apalagi kalo buah itu disajikan dengan tampilan yang menarik dan rasa yang lebih enak, tentunya makin membuat anak-anak lahap memakannya.
Ituah yang kami ajarin pada acara TSM Kids Club hari Minggu tanggal 8 Mei 2016 kemarin. Buah Balut Coklat yang diajarkan oleh Mam Lala dari Mam Lala Kitchen. 

Selain itu ada juga Kak Heru yang selalu jadi idola anak-anak karena dongengnya yang lucu, seru dan edukatif. Kak Heru kali ini hadir bareng Bona, boneka lucu dengan mulut yang lebar, yang selalu membuat anak-anak tertawa.

Senin, Mei 09, 2016

Arisan di Cangkir

Mendengar kata Cangkir, yang terlintas di benak kita tentunya kopi atau teh. Kata itulah yang digunakan oleh sang pemilik cafe untuk cafe yang beralamat di Jl. Landak Baru no.98 Makassar ini. Cangkir Bakery & Cafe tepatnya. 

Saat arisan bareng teman-teman SMP kemarin kami memilih tempat karena kebetulan belum ada di antara kami yang pernah cobain menu-menu di sini yang katanya enak-enak itu.

Arisan bareng teman SMP

Rabu, Mei 04, 2016

13 Catatan Dari Nonton Film AADC2

Setelah nonton film Ada Apa Dengan Cinta 2, saya cuman mau bilang ke sang penulis skenario, Mira Lesmana dan sutradara, Riri Riza "thank you sooo much!". Karena kalian berdua, film yang menjadi pertanda bangkitnya perfilman Indonesia itu akhirnya ada sambungannya dan berhasil menyatukan kembali Cinta dan Rangga.


Oops! Did i say a spoiler of the movie? Maafkan, hehehe....

Selasa, Mei 03, 2016

Alkisah by Rio Motret

Melestarikan budaya bangsa bisa dilakukan dengan cara apa saja. Termasuk lewat seni fotografi. Dan itu yang dilakukan oleh Rio Wibowo atau yang lebih dikenal dengan nama Rio Motret.

Rio Motret

Berawal dari keprihatinan Rio karena dongeng-dongeng dari luar negeri lebih disukai oleh anak bangsa dari generasi ke generasi maka sebagai bentuk apresiasinya terhadap budaya bangsa Rio pun mengangkat 17 cerita rakyat Indonesia dalam bentuk foto yang melibatkan 100 orang, mulai dari selebriti, designer, pengarah gaya, penata rias dan para pekerja. Para selebriti itu antara lain Ayu Ting-ting sebagai Srikandi, Syahrini sebagai Roro Jonggrang, Titi Dj sebagai Dayang Sumbi, Raffi Ahmad sebagai Sangkuriang, Chiko Jeriko sebagai Arjuna, dan Ivan Gunawan sebagai Buto Ijo.