Kamis, April 21, 2016

Hari Kartini & Baju Adat, Apa Hubungannya?

Kita semua tahu kalo tanggal 21 April diperingati sebagai Hari Kartini. Yang maknanya adalah untuk mengenang jasa Raden Ajeng Kartini yang terkenal lewat suratnya yang dibukukan oleh Belanda berjudul Habis Gelap Terbitlah Terang.

Raden Ajeng Kartini

Tapi yang pengen saya bahas lewat tulisan ini bukan soal perjuangannya ataupun surat-suratnya, melainkan tentang fenomena yang terjadi di negeri ini dalam memperingati Hari Kartini yakni ramainya parade baju adat diadakan di sekolah-sekolah ataupun di kantor, baik pemerintahan maupun swasta.


Semua orang direpotkan untuk mencari pakaian adat. Syukur-syukur kalo hanya pakai pakaian adat daerah asal karena sebagian besar pasti punya. Tapi kalo harus pakai pakaian adat daerah lain gimana? Yaa harus cari dan sewa di salon atau sanggar seni yang menyediakan. Yang berarti keluar duit lagi untuk itu. Plus sanggulan dan dandan yang sesuai dengan pakaian adatnya. Gak cuman kaum perempuan, tapi laki-laki juga kadang harus berpakaian adat. Bahkan ada pula yang dijadikan sepasang dengan temannya yang perempuan. Yang paling sederhana adalah memakai kebaya Kartini lengkap dengan kondenya ala Jawa.

Pertanyaan ini yang bertahun-tahun ada di benak saya... Apa hubungannya??

Nadhif & teman-temannya pada peringatan Hari Sumpah Pemuda
Jadi yang mau diperingati sebenarnya apa? Hari Kartini atau Hari Pakaian Adat? Haha... 
Karena tidak ada korelasi sama sekali antara peringatan Hari Kartini dengan kebaya ataupun baju adat. Hanya kebetulan saja Kartini memakai kebaya dan konde yang memang merupakan pakaian sehari-hari wanita Jawa pada masa itu. Kalau berpakaian lain dan tidak bersanggul, apakah akan dicontoh juga?
Artinya, dalam memperingati Hari Kartini tidak harus bahkan bukan merupakan suatu kewajiban untuk memakai kebaya atau baju adat. Menurut saya sih parade baju adat lebih cocok pada saat peringatan Hari Sumpah Pemuda atau Hari Ulang Tahun daerah tempat tinggal kita.
Yang terpenting adalah esensi dari Hari Kartini itu sendiri, yaitu perjuangan emansipasi wanita.
Alifah berbaju Bodo

Posting Komentar