Sabtu, April 30, 2016

Belajar (Lagi) Ejaan Yang Disempurnakan


Di antara kita banyak yang bisa nulis. Karya tulisnya pun bagus-bagus, bahkan ada yang dalam tulisannya bisa membuat kita larut, seakan-akan kitalah yang ada dalam tulisan itu. 
Tapi.... ada beberapa dari tulisan itu yang walaupun isinya bagus namun cukup mengganggu jika dibaca, terutama pada pakem EYD yang digunakannya.

EYD atau Ejaan Yang Disempurnakan telah kita pelajari sejak masih duduk di bangku SD. Bagaimana penulisan huruf kapital, huruf miring, tanda baca, awalan, akhiran dan lain-lain semuanya tentu sudah kita tuntaskan. Tapi seiring berjalannya waktu, beberapa ilmu yang sudah kita dapat itu bisa terlupa atau mungkin juga karena kita terbiasa membaca tulisan yang seadanya, tidak mengikuti EYD, sehingga akhirnya kita pun menganggap itulah yang benar padahal belum tentu benar bahkan bisa saja salah.

Senin, April 25, 2016

Nobar Para Blogger Film SUPER DIDI


Jangan pernah remehkan tugas seorang Ibu yang hanya di rumah mengurus anak. Gak gampang lho! Kalo gak percaya, nonton aja film Super Didi yang diperankan oleh Vino G.Bastian (Arka), Karina Nadila (Wina), Ira Maya Sopha (Mayang) dan Mathias Muchus (Opa). Diceritakan Arka adalah seorang arsitek sukses yang sedang mengerjakan sebuah proyek besar hingga akhirnya keadaan harus berubah drastis ketika Wina sang istri harus berangkat ke Hongkong selama 2 minggu. Mau gak mau Arka lah yang mengurus 2 anak-anaknya dari pagi sampai malam. Menemani ke sekolah sampai pulang dan menyiapkan segala kebutuhan mereka seperti yang biasa dilakukan oleh Wina. Bahkan Arka harus mengikuti arisan ibu-ibu untuk menggantikan istrinya. Kehebohan pun terjadi! Kehadiran Mayang (Oma Sayang) dan Opa serta Mbak Ami (asisten rumah tangga) ternyata tidak membantu, malah membuat keadaan semakin kacau.

Kamis, April 21, 2016

Hari Kartini & Baju Adat, Apa Hubungannya?

Kita semua tahu kalo tanggal 21 April diperingati sebagai Hari Kartini. Yang maknanya adalah untuk mengenang jasa Raden Ajeng Kartini yang terkenal lewat suratnya yang dibukukan oleh Belanda berjudul Habis Gelap Terbitlah Terang.

Raden Ajeng Kartini

Tapi yang pengen saya bahas lewat tulisan ini bukan soal perjuangannya ataupun surat-suratnya, melainkan tentang fenomena yang terjadi di negeri ini dalam memperingati Hari Kartini yakni ramainya parade baju adat diadakan di sekolah-sekolah ataupun di kantor, baik pemerintahan maupun swasta.

Kolaborasi 2 Workshop


2 workshop digabung jadi 1 dalam 1 area. Why not? 
Itulah yang terjadi pada hari Minggu tanggal 17 April lalu.
TSM Kids Club dan TSM Smart Mom kami jadikan 1 hari bersamaan. Hal ini dilakukan biar ada sinergi antara Ibu dan Anak. Jadi anaknya belajar bikin craft, emaknya juga. Malah emaknya dapat bonus bisa dengerin dongengnya Kak Heru juga :)

Kak Heru mengawali acara dengan lagu-lagu yang riang yang membuat anak-anak jadi pengen ikut bergoyang. Para peserta pun diajak bernyanyi bersama. Dongeng Kak Heru kali ini tentang tikus yang mendapat amanah untuk menjaga rumahnya. Anak-anak pada senang dengar ceritanya, termasuk Faizah, yang tadinya takut banget kalo ketemu Kak Heru jadi ikut ketawa-ketawa dengar suara Kak Heru yang berubah-ubah sesuai perannya dan juga ekspresi Kak Heru yang lucu, hiihi...

Selasa, April 19, 2016

LACTOGROW Happy Date in Makassar

Setelah sukses menggelar event Lactogrow Happy Beach tahun 2015 yang lalu,
pada hari Minggu tanggal 17 April 2016 kemarin kami para blogger yang tergabung dalam komunitas blogger Anging Mammiri kembali dapat undangan untuk menghadiri acara yang diadakan Lactogrow, yakni Talk Show dan bermain di Happy Winter Land.
Talk show bertema Kebahagiaan Keluarga Penentu Karakter dan Tumbuh Kembang Anak ini menghadirkan Dokter Anak dan Ahli Tumbuh Kembang DR. Dr. Ahmad Suryawan, SpA (K), Psikolog Rini Hildayani, MSi., Public Figure yang menjadi legendaddy-nya Lactogrow Oka Antara, dan Brand Manager Lactogrow Gusti Kattani Maulani. 

Lactogrow Happy Winter Land di Trans Studio Mall Makassar

Di awal acara MC melempar pertanyaan "siapa yang anak-anaknya bahagia??" Tentu saja sebagian dari kami langsung angkat tangan, termasuk saya hehe.. Dan diungkapkanlah hasil survey yang diberikan kepada orang tua ternyata hanya 53% responden yang menyatakan bahwa anak mereka merasa bahagia akan hubungannya dengan orang tua. Mengapa demikian? Sebagian responden merasa waktu yang dihabiskan dengan buah hati mereka kurang cukup.

Jumat, April 15, 2016

Fresh as Orange

Jilbab orange, blus berbunga orange dan wedges orange saya padukan dengan rok berwarna abu-abu


Saya penyuka semua warna. Mulai dari warna primer hingga sekunder. Baik warna terang maupun pastel. 
Tapi ada 1 warna yang sebenarnya kurang saya sukai karena terlalu terang menurutku. Makanya kalau pun akhirnya saya pakai warna ini pasti saya usahakan mencari warna yang tidak terlalu terang atau warna ini saya padukan dengan warna lain yang lebih soft. Warna itu ialah Orange atau Oranye atau dalam bahasa Indonesia disebut Jingga.

Tapi setelah saya mencari tahu filosofi arti warna orange, ternyata banyak nilai positif yang terkandung dalam warna orange.

Jumat, April 08, 2016

Poin.House. WTF?

Ulang tahun saya yang jatuh pada tanggal 23 Maret sebenarnya berbarengan dengan 2 orang sepupu yaitu Nadhrah dan Era. Tapi Nadhrah sekarang udah tinggal di Jakarta, sedangkan Era sih masih ada di Makassar. 
Kami juga tinggalnya agak berdekatan sebenarnya, komunikasi pun lancar lewat media sosial dan aplikasi komunikasi lainnya, tapi ya gitu deh... karena kesibukan masing-masing kami jadi jarang ketemu. Bahkan untuk ngerayain ultah bareng pun harus janjian dulu heheee...

Akhirnya kami janjian untuk ketemuan di Poin House. Sebuah cafe baru di Makassar yang berada di halaman Grapari Telkomsel jalan A.P.Pettarani no.2 Makassar. Maklum, kami-kami ini emang penggila sesuatu yang baru, termasuk tempat makan. Pokoknya harus segera didatangin deh biar kekinian. Gitu prinsipnya #tsaaah :p

B'day celebration

Poin House ini sebenarnya udah berdiri sejak bulan Desember 2014 lalu yang dihandle langsung oleh pihak Telkomsel. Tapi sejak awal bulan Maret 2016 kemarin pengelolaannya diserahkan kepada Essprezza Group. Sebuah perusahaan kuliner yang sudah terkenal dengan cafe Essprezza dan Peeple, sehingga tak perlu diragukan lagi kredibilitasnya.

Di tangan Essprezza Group, Poin House berubah menjadi lebih keren tampilannya luar dan dalam. Dengan suasana yang lebih cozy, sofa yang nyaman, wall decor yang artistik, serta outdoor yang terkesan alami, bikin kita betah duduk berlama-lama. Apalagi ditunjang dengan wifi yang berkecepatan hingga 100 Mbps yang sangat kencang untuk ukuran titik wifi umumnya. 

Yuk, kita lihat foto-fotonya :

Poin House

Tampak depan

Loop Corner

Outdoor area

Kursi goyang yang menghadap ke Jl.Pettarani

Indoor area

Pengunjung menikmati wifi yang kencang

Suasananya nyaman banget

Pemandangan dari dalam ke luar

Wastafelnya unik :D

Seperti namanya, Poin House atau rumah poin ini memungkinkan juga masyarakat untuk berbelanja makanan dan minuman menggunakan poin Telkomsel. Dengan menukar poin sebanyak 20poin akan dihargai Rp.10.000, sedangkan pembayaran dengan Tcash akan mendapat diskon sebesar 10%.

Menu apa saja yang ada di sana? 
Kalo jaman dulu kamu udah pernah makan di sini, mungkin masih ngerasain yang namanya menu mie instant hehehe... Tapi sekarang sih menunya sudah di-upgrade sesuai dengan tampilan cafenya.
Ada beragam menu makanan, mulai dari Indonesian Food hingga Italian Food. Minumannya juga bervariasi, panas dan dingin dengan aneka olahan. 
Waktu itu kami pesannya Fiery Blackpeper Chicken Rice (Nasi Ayam Lada Hitam), Nasi Goreng Poin House, Mie Goreng Poin House, Nasi Ayam Bakar. Minumnya Rainbow Illusion (soda + syrup warna-warni), Lychee Tea dan Ice Chocolate.
Soal rasa, Nasi Ayam Lada Hitam huaah...pedesss banget buatku! Gak tahan.. Tapi Mie Goreng dan Nasi Gorengnya T.O.P.B.G.T! Gurih rasanya. Bahkan kami sampai tambah lagi 1 porsi nasi gorengnya hehe... Campuran Ebi dalam nasinya yang bikin enak.
Kalo minuman sih standard ya lah. Manisnya pas, gak bikin eneq.

Daftar menu

Nasi Ayam Lada Hitam

Mie Goreng Poin House

Nasi Goreng Poin House

Ice Chocolate, Rainbow Illusion, Lychee Tea

Karena sebagian besar pengunjung yang datang ke sini pasti pada bawa gadget, maka disediakan satu tembok khusus untuk colokan buat ngecharge. Jadi gak perlu khawatir bakalan lowbatt :)

Tembok charge

Selain itu asyiknya di Poin House ini karena waiter dan waitress semua ramah. Bahkan Faizah bisa langsung akrab sama seorang karyawan yang lagi utak-utik laptopnya buat pasang musik di kafe. Begitu terlihat Faizah juga pengen utak-atik tuh laptop, si om langsung ngasiin hpnya sambil putar video kartun anak-anak biar Faizah bisa nonton dan gak ganggu laptopnya si om, hahaha...

Sok akrab niyee...hehehe

Dan diantara semuanya, saya sih paling suka tembok di belakang bar ini yang jadi center point dari keseluruhan interior cafe. Keren banget!

Center point

Gak salah kalo slogannya Poin House yang baru ini Same Place, New Space. Karena emang tempat yang lama bisa berubah menjadi lebih keren dengan tampilan lebih young and fun dengan konsep laugh more, worry less lah, hahaha... =))
Pokoknya kalo di sana minta menu, langsung aja bilang "WTF?" alias Where The Food? :D

Rabu, April 06, 2016

Let's Get Rock @ ROCK BAR

Bali emang gak ada matinya!
Setelah di beberapa tulisan saya terdahulu bercerita tentang liburan di Bali bareng Alifah pada awal bulan Maret kemarin, rupanya ada yang terlewatkan nih dari liburan saya bareng Atu di bulan Desember 2015 yang lalu.
Salah satu tempat yang kami datangi waktu itu adalah Rock Bar. Sebuah cafe di Ayana Resort & Spa yang terletak di daerah Jimbaran, Bali.

Sebelumnya saya tau tempat ini dari foto yang beredar di internet yang bikin saya penasaran "Rock Bar itu kayak apa sih?" Uniknya cafe ini karena letaknya di atas tebing, bahkan terbuat dari tebing! Itulah mengapa namanya Rock Bar alias bar dari batu.
Hingga akhirnya Ibu Maya, Kadis Pariwisata Kota Makassar mengajak kami menikmati sunset di Rock Bar. Yippiiieee!



Untuk menuju ke Rock Bar dari  Kuta kita ambil arah ke Jimbaran. Tepatnya di Jimbaran II. 
Ayana Resort & Spa yang dulunya adalah Hotel Ritz Carlton merupakan kompleks resort yang berdiri di area seluas 90 hektar. Luasss banget! Gak heran, karena bermacam fasilitas ada di sana. Selain ada 78 ekslusif villa dan 290 kamar dari beragam tipe, ada juga private beach, 11 kolam renang, mini golf area, aneka jenis perawatan spa, hingga 15 restaurant termasuk Rock Bar yang sangat terkenal itu. 

Tiba di Ayana, dari area foyer terlihat pemandangan yang luas seperti gak ada ujungnya. Untuk mencapai Rock Bar, kita mesti jalan jauh ke bawah tebing. Beberapa kolam renang ada di sepanjang jalan menuju ke Rock Bar.
Sebenarnya ada lift untuk ke sana tapi hanya diperuntukkan khusus tamu hotel, jadi kita harus turun lewat tangga. Banyak anak tangganya dan terjal. Alhasil Faizah harus digendong.

Hello from Ayana!

Ayana Resort & Spa

Foto sejenak di padang rumput

Ta' gendong ke mana-mana... Haha

Sembari menuruni anak tangga kita disuguhi dengan pemandangan indah, khususnya kolam renang yang ada di tepi tebing tepat di atas Rock Bar.
Setelah menuruni tangga, kita melewati dulu resto seafood berlantaikan pasir putih. Terlihat masih sepi karena memang belum buka sepertinya.
Lalu kita masuk ke  dalam pintu yang sangat artistik menurutku dengan batu di sekelilingnya. So instagramble :)

Kolam renang di tepi tebing

View of Rock Bar from the stairs

Pintu masuk Rock Bar

Akhirnya tibalah kita di Rock Bar. Ada 4 area di Rock Bar ini, yang pertama yang beralaskan pasir putih dengan kursi yang diatur memanjang di sepanjang tebing . Di tempat ini kebanyak ditempati oleh anak-anak muda yang terlihat duduk-duduk sambil ketawa-ketiwi dan sesekali ber-selfie-ria. 
Di area kedua, yang ditempati dengan kursi set meja makan. Di tempat inilah kami duduk.
Area ke tiga letaknya pas di atas area lt.2. Di sini kursinya sofa. Lebih pewe pastinya yaa.. tapi waktu kami ke sana matahari masih agak terik sampai ke tempat itu.
Dan yang terakhir adalah area ke empat, yang paling tinggi dengan bentuk bulat. Di situlah meja DJ nya. Selain itu ada beberapa kursi dengan meja kecil.
Di setiap sudut jangan lupa berfoto! Hahaa...

Oya, begitu duduk di kursi yang kita pilih, waitress langsung datang membawa handuk kecil yang dingin dan wangi untuk dipakai menyegarkan wajah dan leher. Hmmm.... capek dan gerah setelah menuruni tangga langsung hilang!

Baby F pun mau bergaya

Just the 3 of us

Menu yang disajikan mulai dari air mineral, minuman ringan hingga yang beralhokol. Untuk makanan mulai dari cemilan ringan hingga yang berat-berat seperti steak.
Harganya emang mahal sih, hehee...
Jus buah yang kami minum saja seharga Rp.99.000,- sedangkan air mineral merk Equil dipatok dengan harga Rp.110.000,-
Pisang goreng kurang lebih sama dengan harga jus. Kalo menu makanan yang lain jangan ditanya deh... Pastinya lebih mahal lagi :D

Menanti sunset

Difoto dari lt.3

Difoto dari lt.4

Perlahan-lahan matahari pun mulai terbenam. 
Masya Allah! Indah sekali keliatannya... Langit biru bercampur orange. Semua pengunjung gak melewatkan kesempatan untuk berfoto dengan sunset ini. 
Setelah agak gelap, kami pun kembali ke atas. Gimana cara? Bisa naik lift, bisa juga naik tangga yang tadi kami turunin. Tapi...saya lebih memilih naik tangga karena kapasitas lift hanya untuk 7 orang dan antriannya puanjaaanggg banget! Kebayang lah Faizah pasti bakal berlarian ke sana-ke mari, antrian bakal kacau balau, hihihih....
Akhirnya kami pun naik tangga ke atas sambil gemdong Faizah. OMG! Mo patah rasanya nih lutut dan pundak. Udah jauh naik ke atas dengan banyak anak tangga, pake menggendong anak pula, huhuhh...
Tapi gak apa lah... Yang penting udah ke Rock Bar! Yeay!

Lt.4 dengan pemandangan jelang sunset

Lt.1 dengan lantai pasir putih

Resto seafood saat sunset

Sunset-nya.....Masya Allah











Selasa, April 05, 2016

Minoritas VS Mayoritas

Agak sulit memang jika menjadi minoritas (orang cerdas) di antara mayoritas (orang kurang cerdas).


Mengajak berdiskusi malah dikira mengajak berdebat.
Menjelaskan sesuatu malah dianggap sok pintar.
Mengoreksi yang salah malah dibilang kurang ajar.

Senin, April 04, 2016

Koreksi


Mengoreksi jika ada yang salah itu wajib. Apalagi jika orang itu adalah orang dekat kita.
Supaya orang yang berbuat salah tau akan kesalahannya dan bisa memperbaiki sehingga menjadi benar.

Jumat, April 01, 2016

Best Western Kuta Beach Bali

Di hari ke-3 saya liburan di Bali, malam hari adalah merupakan malam terakhir saya beserta rombongan nginap di hotel. Berhubung voucher hotel hadiah nginap gratis di Novotel Nusa Dua dan Mercure Legian sudah dipakai di malam pertama dan kedua, maka di malam terakhir ini nginapnya berbayar :D

Untuk booking hotel saya memilih lewat Traveloka.com yang memudahkan segalanya, termasuk waktu pesan tiket pesawat kemarin. Kalo Alifah sih maunya yang penting dekat dengan Beachwalk, makanya dia pengen banget di Harris Resort yang udah pernah dia tinggali dulu dan emang lokasinya di belakang Beachwalk, but i said "no..no..no...", soalnya lumayan mehong bo! Sedangkan saya sendiri punya syarat-syarat khusus dalam memilih hotel kali ini, yaitu :
1. Hotel dan lingkungan sekitarnya harus cocok buat bayi dan anak-anak.
2. Gak perlu yang mewah karena cuman buat tidur, jadi harga dikisaran Rp.500.000 saja.
3. Dekat Beachwalk, heheee... :D teteup bo!


Akhirnya pilihan jatuh ke Best Western Kuta Beach Hotel yang letaknya di Jl.Benesari, Kuta Bali. Benesari ini memang bukan termasuk jalan besar tapi Best Western gak jauh masuk dari jalan utama, hanya sekira 100 meter, dengan lingkungan yang nyaman. Di sudut jalan ada mini market, jadi bisa beli kebutuhan seperti air mineral dan lain-lain di situ. Ke Beachwalk juga gak jauh, bahkan bisa dengan berjalan kaki. Ada 144 kamar di hotel ini dengan 4 jenis yakni Standard, Superior, Deluxe dan Junior Suite. Harga yang dipublish untuk kamar Standard kurang lebih Rp.600ribu, tapi ada diskon dari Traveloka sebesar Rp
200ribu sehingga saya sisa membayar Rp.400ribu. Yeay! ;)


Hari Sabtu tanggal 12 Maret 2016 jam 2 siang kami pun check in di Best Western Kuta Beach Hotel. Lobbynya yang tanpa pintu langsung terhubung dengan area parkir. Counter receptionnya tidak terlalu besar, hanya seukuran 1 orang petugas berhadapan dengan 1 orang tamu. Ada 2 counter yang semuanya sedang melayani tamu. Rupanya hotel ini cukup ramai juga dan rata-rata tamu dari Asia. Lobbynya lumayan ramai karena selain tamu, ada juga beberapa orang supir dari mobil sewaan yang pada duduk di sofa.
Yang lucu adalah kami diberi kupon oleh receptionist untuk ambil welcome drink di lantai 5. Jauh amaaaat! :))

Lobby

Kamar kami di lantai 3 # 3207. Untuk naik ke atas aksesnya lewat lift yang terletak di depan restauran yang bersampingan dengan lobby. Liftnya agak kecil dan kurang sejuk rasanya. Tiba di lantai 3 kami melewati koridor yang bersih dan asri dengan tanaman hias yang digantung. 

Koridor depan kamar

Setiba di kamar, Alifah dan Ainun shock! 
Kamarnya sempittt, beda banget sama yang di Mercure Legian, apalagi  Novotel Nusa Dua! =))
Kata Alifah "Mami kawe...malam pertama dikasi nginap ki di hotel mewah, malam kedua bolehlah, giliran malam terakhir kita dikasi tidur di kost-kostan!" hahaha.. 
Saya cuman bisa nyanyi "...syukuri apa yang ada..." :p
Bahkan mereka bilang "nda usah mi dibikinkan reviewnya, malu-maluin!" wakwkwk... 
Blog buat saya seperti diary, jadi segalanya mesti dituangkan di sini, my dear :)

Lumayan...sempit :D

Ukuran kamar Standard di hotel ini memang cuma 18 meter persegi, dengan 1 double bed, meja, kursi, bangku kecil dan meja koper.
Toiletnya lebih sempit lagi, dengan kaca pembatas untuk wc dan shower. Untuk pintunya yang terhuat dari kaca bisa digeser-geser apakah mau menutup pintu dari luar atau menutup pintu ruang shower.

Toiletnya pun imut

Malam harinya temanku yang dulu sesama karyawan Manajemen Trans Studio Mall, Jessie, yang sekarang tinggal di Bali datang berkunjung.
Di saat kamarnya udah berantakan dan Faizah udah tidur pulas dalam gendonganku.
Sorry yaa Jess... hihii :D

Meet up with Jessie

Saat sarapan di pagi hari, cuman saya dan Faizah yang turun. Udah lumayan rame tapi masih banyak juga tempat yang kosong untuk diduduki. 
Menu yang disajikan kebanyakan Indonesian Food. Berarti lupakan sejenak western food, favoritku. Akhirnya saya memilih makan bihun goreng + telur dadar. 

Breakfast

Seperti yang saya lakukan di 2 hotel sebelumnya, setiap kali abis sarapan saya pasti berkeliling untuk ngecek-ngecek dan foto-foto.
Kolam renangnya ada di lantai 5 dengan bentuk memanjang. Di sini juga ada cafe bernama 3S Lounge & Bar. Nuansanya terkesan anak muda banget dengan kursi berwarna-warni.

Kolam renang & lounge

Buat yang suka dengan Pantai Kuta dan sekitarnya, khususnya Beachwalk, hotel ini strategis banget karena terletak di jantung Kuta untuk memastikan kenyamanan ke tempat-tempat favorit yang mudah dijangkau. 
Kalo kamu suka melihat sunset di Pantai Kuta, langsung saja naik ke lantai 5, duduk di 3S Lounge & Bar, pesan minuman sambil memandang mentari yang terbenam. Indah banget!

Pemandangan dari kolam renang