Rabu, Maret 23, 2016

TEA GARDEN Yang Tanpa Garden

Ada rumah makan baru lagi nih di Makassar. Tea Garden namanya. Dan di malam minggu kemarin saya baru saja datang ke sana untuk makan malam bareng Atu dan Faizah.


Dari depan gedung tampak 2 lantai yang megah dengan model ala Chinese-Melayu coffee shop gitu. Tea Garden ini memang restoran asal Malaysia yang sudah eksis di sana sejak tahun 2005 oleh Tan bersaudara. Kenapa namanya Tea Garden? Karena dulunya keluarga Tan beserta tetangga dan teman-temannya sering berkumpul memasak beraneka ragam makanan untuk dinikmati bersama-sama di dalam kebun teh. Nah suasana inilah yang ingin dikenang oleh Tan bersaudara sehingga mereka pun ingin berbagi cita rasa kepada para pelanggan Tea Garden di Makassar dengan menyajikan resep keluarga Tan secara turun temurun dan kenangan kebun teh yang berada di tempat kelahiran Tan.

Di Indonesia Tea Garden sudah ada sejak tahun 2009 dengan system franchise. Sedangkan di Makassar pemegang franchise nya adalah Alvita Tandiawan, seorang pengusaha wanita yang sukses. Sebenarnya di Makassar Tea Garden ini buka sejak akhir Februari kemarin dan mulai rame dikunjungi customer karena lokasinya yang strategis yaitu di Jl.Penghibur, depan Benteng Rotterdam.

Dan benar saja! Saat ke sana di malam minggu itu suasananya cukup ramai, bahkan di lantai 1 sudah full seat. Akhirnya kami naik ke lt.2 yang waktu itu masih lumayan sepi. Yang full terisi hanya di bagian outdoornya. Tapi gak lama kemudian ramai juga lantai 2 oleh pengunjung.

Suasana lt.1

Suasana lt.2

Suasana outdoor lt.2

Di lantai 2 ini ada center point yang menarik banget menurutku. Dinding dengan wallpaper bergambar label-label kemasan minuman dan makanan ala vintage. Cocok banget sebagai spot foto, hehee... Yuk Faizah, foto dulu ;)

Faizah & wallpaper vintage itu

Sedangkan di lantai 1 spot foto yang keren adanya di meja kasir. Tulisan Tea Garden berwarna merah keliatan kontras dengan dinding kayu yang berwarna coklat gelap.

Meja kasir dengan tulisan Tea Garden di dinding kayu

Menu apa sih yang jadi andalan di sini? Semua! Itu jawab pelayannya ketika kami tanya. Hahaa... =)) dan ternyata sodara-sodara.. Menunya ada 400 lebih jenis! Wooowww... Buanyak banget ya.  Karena itulah Tea Garden menjadi pemegang Rekor MURI untuk kategori makanan dan minuman terbanyak pilihannya. Harganya pun sangat terjangkau, mulai dari Rp.15.000. 

Malam itu saya pesannya Kwetiau Siram dan Es Teh Tarik, Atu pesan Nasi Goreng Ikan Asin dan Jus Kedondong, dan sebagai makanan penutup saya pesan dimsum Bakpao isi Telur Asin. Soal rasa sih enak, cuman kurang "binatang"nya menurutku, hehee... Maksudnya untuk Kwetiau Siram dan Nasi Goreng Ikan Asin nya kurang banyak isian ayam, udang dan sebagainya.

Kwetiau Siram

Nasi Goreng Ikan Asin

Bakpao Telur Asin

Walopun dari namanya saya sempat mengira ada outdoor dengan suasana garden atau taman, tapi ternyata gak ada :D tapi karena resto ini luasannya cukup besar dan varian makanannya buanyak, jadi pas lah untuk bikin acara seperti arisan, ulang tahun dan sebagainya. Catet! Hehee...


Posting Komentar