Rabu, Maret 23, 2016

Sunset Di Potato Head

Untuk yang ke-2 kalinya saya ke Potato Head Beach Club Bali waktu liburan dengan Alifah kemarin.
Pertama ke sana waktu liburan bareng Atu dan teman-teman dari Disparekraf Makassar pada bulan Desember 2015 yang lalu.
Kenapa ke sini lagi? Karena gak akan pernah puas kalo ke sini cuman 1 kali! Hehee...

Potato Head tampak dari luar

Potato Head Beach Club Bali yang identik dengan ornamen jendela sebagai faƧade-nya menjadi tempat favorit para turis, khususnya bule-bule berkantong tebal untuk menyaksikan sunset sambil berjemur. Gak heran kalo untuk masuk ke sini pengamanannya super ketat, mobil dan motor pengunjung pada ngantri di jalan masuk untuk melewati proses pemeriksaan.

Berdiri sejak tahun 2011 di Jl. Petitenget, Seminyak Bali, Potato Head (PoHe) ini merupakan tempat kedua setelah Potato Head yang ada di Pacific Place Jakarta *yang itu belum pernah juga saya datangi :D



Masuk ke dalam PoHe kita melewati lorong yang menanjak dengan dinding jendela yang tampak dari luar itu. Begitu tiba di dalamnya langsung tampak area terbuka yang mengarah ke pantai. Bangunan PoHe memang berbentuk U. 
Tempat ini terdiri dari 2 lantai. Selain itu ada area di rumput dan tepat di pinggir kolam renang yang menjadi tempat PeWe (posisi wenak, hehe) karena bisa sambil selonjoran bahkan berbaring.

Bagian dalam Potato Head

Area rumput

Area pinggir kolam

Area pinggir kolam view dari pantai

Area cafe

Waktu pertama kali ke tempat ini di bulan Desember 2015 lalu kami datangnya jam 2 siang gitu, pas udah makan siang dan matahari lagi hot-hotnya, hehehe... Suasana di cafenya juga masih agak sepi, begitu juga di rumput. Hanya ada beberapa bule yang lagi berjemur. Kecuali di area pinggir kolam yang memang full kala itu.
Kami duduknya di sofa yang menghadap ke rumput. Karena terlihat lapang, Faizah gak berhenti berlarian ke sana ke mari.. Atu lah yang bertugas mengejar, hehee..
Dan karena siang yang terik bikin tenggorokan kita kering, pesanan minumnya cocok yang seger-seger nih, kami pun memilih jus buah.

Senangnya bisa ke PoHe bareng Atu

Atu, Mami & Faizah

Faizah berlarian2

Pelepas dahaga

Bareng Ibu Kadisparekraf & teman2

Dikedatanganku ke sana untuk yang kedua kalinya diawal Maret 16 kemarin, kami memang berencana untuk melihat sunset dari Potato Head ini. Jam 4.30 sore kami sudah ada di sana. Suasananya sudah cukup ramai, bahkan sudah tidak ada tempat duduk sama sekali. 
Kami pun berkeliling untuk foto-foto sambil melihat-melihat kali aja udah ada pengunjung yang berdiri. Sampai akhirnya ada juga bule yang cabut dari rumput *eh hehe.. Dan ternyata nomor mejanya adalah adalah angka cantikku, 23 :) 
Di PoHe ini,saya janjian lagi sama Linda. Linda sekeluarga datangnya jelang sunset dan memilih duduk di area cafe.

Girls Day Out

Bareng Linda & Alika

Ainun & Alifah

Faizah pemuja PoHe =))

Mejanya angka cantik, 23

Sunset di PoHe

Ngeliat sunset di PoHe ternyata keren. Dan saya memilih untuk melihat lebih dekat dengan berjalan sampai ke bibir pantai. Dan antara PoHe menuju ke pantai ada banyak security yang berjaga. Melihat kita keluar dari PoHe ke pantai sih mereka santai saja, tapi begitu kita balik wajib yang namanya diperiksa bahkan ada yang sampai dicek body. Benar-benar pengamanan maksimal.

Untuk duduk di area pinggir kolam yang ada sofa buat baringnya itu harus disertai dengan pembelanjaan makan dan minum minimal Rp.500.000, sedangkan di area lain tidak ada minimal order.
Harga makanan dan minuman di sini lumayan mahal lah. Untuk minuman saja yang paling murah itu jus buah mulai dari harga Rp.50.000, cemilan seperti kentang juga di kisaran harga yang sama, sedangkan untuk makanan beratnya seperti steak dan lain-lain kita harus merogoh kocek lebih dalam, minimal Rp.200.000,-
PoHe ini bukanya dari jam 11 siang sampai jam 2 tengah malam. Ada hiburan DJ juga yang bikin suasana makin meriah. 
Kalo mau datang ke sini secara berombongan sebaiknya sih reservasi dulu.





Posting Komentar