Jumat, Maret 25, 2016

Kuliner Makassar Di Bali

Ada cerita sebelum saya berangkat ke Bali kemarin.
Waktu masih di airport ada seorang ibu yang minta tolong untuk nitip barangnya di bagasi kami karena melihat barang kami yang tidak terlalu banyak. Awalnya sih saya gak mau,w maklumlah kita harus waspada kalo ada yang mau nitip-nitip apalagi orang yang gak dikenal.
Hingga akhirnya tiba antrian saya di depan loket bagasi, ibu tadi keliatan masih celingak-celinguk cari orang yang bisa dititipin salah satu barangnya. Tiba-tiba rasa iba saya dan Alifah muncul karena sepertinya gak ada satu pun orang yang mau dititipin, sedangkan melihat penampilan ibu tadi sudah berumur kira-kira 65 tahun dan berdasarkan pengakuannya katanya sih barang dalam tas yang mau dititip itu hanya baju kotor. Alifah lantas mendatangi ibu itu untuk mengambil barangnya yang mau dititip. Dan keliatan ibu itu berterima kasih banget karena kami udah bersedia terima titipannya.

Di ruang tunggu, ibu itu akhirnya duduk bareng kami. Saatnya kepo harus dituntaskan nih! Hehee... Maka saya pun membuka pertanyaan dalam dialek Makassar,
Saya : "ibu, tinggal di Bali ki?" 
Ibu : "iya, saya tinggal di sana"
Saya : "oh, kerja di sana ki?"
Ibu : "iya, ada rumah makanku di sana. Khas Makassar. 17 tahun ma tinggal di sana"
Wow! Saya, Alifah dan Ainun jadi takjub dengar pernyataan sang ibu.
Lalu obrolan pun mengalir lancar. Rupanya ibu itu asalnya dari Palopo dan buka usaha rumah makan khas Makassar di Bali namanya Coto Makassar di Jl. Raya Kuta depan Hotel Ibis. Sebelum berpisah di pesawat, ibu itu bilang : "singgah ki nanti makan di warungku".


Warung Coto Makassar Jl. Raya Kuta, Bali

Selama di Bali kami beberapa kali lewat di Jl.Raya Kuta dan melihat warung Coto Makassar milik ibu itu. Tapi gak pernah kami singgahi. Akhirnya di hari ke-4, hari terakhir kami di Bali barulah kami menjadwalkan untuk makan siang di sana. Rupanya menunya memang banyak, mulai dari Coto, Sop Saudara, Sop Konro, Konro Bakar hingga Mie Kering. Bahkan Pisang Epe dan Es Pisang Ijo pun ada. Aaw...bikin ngiler deh! Saya pesan Sop Saudara. Alifah dan Ainun kompak pesan Sop Konro. Rasanya enak, sama persis dengan yang biasa kami makan di Makassar.

Sop Saudara

Sop Konro
Ya iya lah ya... Kan yang jual orang Makassar! Hehee... Sebagian besar yang melayani di warung pun berbicara dengan logat Makassar, walopun ada beberapa juga yang orang Bali. Customernya cukup banyak, bahkan ada juga yang datang naik mobil berplat merah. Di dinding terpajang foto-foto orang top yang pernah datang makan di warung itu, termasuk Kris Dayanti. Foto ibu pemilik juga ada tapi koq selama kami makan, beliau gak keliatan ya??
Saya pun bertanya ke kasir yang melayani saat membayar,
Saya : "ibu yang punya warung ini mana?"
Kasir : "oh nenek? Nenek lagi keluar"
Saya : "oh dipanggil nenek ya? Hehee.. Saya ketemu sama Ibu waktu di airport kemarin. Ibu titip barangnya di saya"
Kasir : "ooh...kita' mi yang dititipi barang di pesawat? Iya, nenek cerita ji kalo dia titip barang bede sama ibu-ibu masih muda, bagus bodynya. Oh..kita' mi itu?"
Hahaaha... :D saya dibilangin bagus bodyku. Makasih ibu :) Dan sekarang saya agak nyesal, lupa nanya nama ibu itu siapa...
Suasana dalam warung

Lagi nunggu pesanan

Tempat penyajian makanan

So, buat warga Bali asal Makassar atau yang lagi liburan di Bali dan kangen makanan Makassar, singgah ki tawwa di warung ini!
Rumah Makan Coto Makassar
Jl. Raya Kuta, Bali
(Depan Hotel Ibis)


Posting Komentar