Rabu, Maret 30, 2016

Mercure Legian Bali

Malam ke-2 di Bali saya nginapnya di Mercure Legian Hotel. Masih bermodalkan voucher hadiah dari Novotel Grand Shayla Makassar yang saya dapat saat acara malam tahun 2016 lalu :)

Setelah check out dari Novotel Nusa Dua, kami makan siang dulu terus kemudian langsung ke Mercure Legian. Hotel ini letaknya di kawasan strategis di tengah kota Legian yang merupakan kawasan wisata populer di Bali selain Kuta dan Seminyak. Lokasinya di sudut Jl. Legian, Bali. Gampang banget didapat.

Kolam renang lt.3 Mercure Legian

Tiba di hotel ini kita disambut kolam dengan air terjun yang jatuh dari atas. Cukup unik keliatannya. Suara air terjun itu mendominasi area lobby sehingga terasa tenang perasaan. Situasi ketika kami check in pun agak sepi. Apalagi cahaya temaram lampu di counter reception bikin suasana jadi romantis ;)

Lobby

Voucher yang saya dapat di Mercure Legian ini untuk kamar Superior. Tepatnya di kamar # 3303. Untuk kamar tipe ini tarif permalamnya kurang lebih Rp.1 juta. Ukuran kamarnya lumayanlah, seperti layaknya kamar hotel standar. Dengan twin bed sesuai permintaan. Saya sih suka banget dengan kursi dan lampu gantung yang ada di kamar ini, motifnya cocok banget dengan nuansa minimalis yang dihadirkan.
Toiletnya juga gak segede yang di Novotel Nusa Dua. Ada sekat antara wastafel, shower dan wc nya. Kaca dari kamar ke toilet bolehlah biar mandinya bisa sambil tetap memantau Faizah di tempat tidur, hehee...
View dari kamar kami keren banget, langsung mengarah ke kolam renang yang ada di lantai 1, yang bersebelahan dengan restauran. Siang itu terlihat banyak bule-bule tua yang lagi berenang, mungkin mereka merasa gerah dengan cuaca Bali yang emang lagi terik-teriknya di siang hari.

Superior Twin Bed


Toilet

Pemandangan dari kamar ke kolam renang lt.1

Sarapan di pagi hari, seperti di Novotel kemarin, saya ke resto bareng Faizah dan Ainun. Suasana di resto terasa crowded, mungkin karena kapasitas ruang yang gak terlalu luas dengan ceiling yang rendah sehingga terasa sesak. Apalagi ada rombongan tim Herb*life dari Singapore yang lagi tour di Bali dan nginap di hotel ini.
Resto ini dekat dengan kolam renang yang kami lihat dari jendela kamar. Ada beberapa anak kecil yang lagi berenang diawasi oleh orang tuanya yang sedang sarapan. Faizah jadi gemes lihatair yang begitu banyak, langsung deh dia lari ke kolam pengen nyebur juga, hihihh....

Resto

Saya sih penasaran dengan kolam renang yang ada di lt.3 yang dijadiin gambar iklan Hotel Mercure Legian ini. Maka setelah sarapan, naiklah saya dan Faizah ke lantai 3. Di sini ada kolam renang, fitness center dan kids corner. Terlebih dulu saya ke kolam renangnya, banyak bule yang berenang sambil minum bir. Ada juga yang cuman berjemur di kolam yang dangkal dengan kursi, sepertinya sih memang khusus untuk berjemur sambil berendam.
Setelah itu saya bawa Faizah ke Kids Corner. Yeayy!! Dia senang banget... Soalnya banyak boneka dan mainan lainnya. Awalnya dia masih diam sambil mengamati sekeliling waktu pegawai hotel mengajaknya main tapi akhirnya dia bisa dengan cepat beradaptasi. Hampir semua mainan dibongkarnya, hahaha... Mulai dari boneka, mobil-mobilan, hingga lego. Buntut-buntutnya dia betah, susah waktu diajak keluar :D

Foto iklan ini yang bikin penasaran

Kolam renang lt.3

Kids Corner

Menurut saya Hotel Mercure Legian ini recommended banget kalo kamu lagi liburan di Bali. Terletak tepat di jantung daerah Legian di persimpangan yang strategis. Jarak dan akses mudah ke tempat-tempat sekitarnya yang menarik seperti pantai Legian, Seminyak dan Kuta. Daerah Legian ini bagaikan fitur surga restoran, bar, outlet belanja, klub malam, dan wisata pantai. Menyediakan 321 kamar dalam gedung berlantai 5, Hotel Mercure Legian adalah hotel yang sempurna untuk perjalanan bisnis atau liburan. Ideal untuk keluarga, berbulan madu, klien korporasi dan cocok untuk semua orang.

Novotel Nusa Dua Bali

Setelah cerita tentang tempat-tempat yang saya kunjungi di Bali waktu liburan bareng Alifah, Ainun dan Faizah di awal bulan Maret kemarin, sekarang waktunya pengen cerita tentang hotel-hotel tempat kami nginap kemarin.

Betapa beruntungnya saya karena selama di Bali 3 malam, 2 malamnya nginap di hotel secara gratis! hehee....
Koq bisa? Ya bisa lah... :D
Jadi ceritanya waktu merayakan malam tahun baru 2016 yang lalu di Hotel Novotel Grand Shayla Makassar saya dapat door prize yang hadiahnya selain voucher makan di resto The Square Hotel Novotel Grand Shayla Makassar yang udah saya share ceritanya dulu itu, saya juga dapat 2 voucher hotel nginap di Bali lho! 
1 malam di Hotel Novotel Nusa Dua dan 1 malam di Hotel Mercure Legian.
Rejeki mamak ramlah, eh... mamak sholehah maksudnya =))

Di depan Hotel Novotel Nusa Dua


So, di liburan kemarin saatnya saya gunakan voucher-voucher itu yang mau ceritakan 1 per 1 buat kamu. Untuk malam pertama saya memilih nginap di Novotel Nusa Dua.
Yuk kita mulai...

Setiba di Bali tanggal 10 Maret 2016 jam 8 pagi artinya belum bisa masuk hotel donk yaa, soalnya check in nya ntar jam 2 siang. Beberapa hari sebelum berangkat emang saya udah reservasi bookingan saya lewat telfon. Jam 2 lewat dikit, setelah berkeliling Bali kami pun langsung ke hotel soalnya body udah butuh diistirahatkan setelah dari jam 4 subuh kami persiapan untuk berangkat. 
Lokasi Nusa Dua memang agak jauh sehingga kami berencana kalo udah masuk hotel gak bakal keluar-keluar lagi.
Reservasi dilakukan kembali. Sambil nunggu kita dikasi welcome drink, Gula Asem. Unik :D 
Saya pun berkesempatan keliling-keliling sambil foto-foto. 

Gerbang & pintu masuk

Lobbynya seperti joglo. Model terbuka sehingga terkesan luas. Sofa terletak di tengah. Di sisi kiri ada counter receptionist, di sisi kanan ada meja Guest Relation, counter money changer dan toilet. 
Turis bule bersliweran, ada shuttle bus yang menjemput mereka. Yes, di Novotel ini ada shuttle bus yang menjemput dan mengantar tamu yang ingin berkeliling di seputaran BTDC (Bali Tourism Development Center). Dalam kawasan ini selain hotel-hotel mewah, juga ada Waterblow, Bali Collection dan lain-lain.
Kami pun berencana ntar malam akan dinner di Bali Collection naik shuttle bus.

Lobby

Setelah menunggu hampir 1 jam, kamar kami pun siap. Deluxe Room bernomor 2202. Room boy mengantar kami ke kamar, letaknya di gedung 2 lantai 2. Dari depan tampak pintu besar yang ketika dibuka ada 2 pintu lagi di dalam, rupanya dalam 1 pintu besar itu ada kamar dan kamar kami salah satunya.
Masuk ke dalam kamar, takjublah kami! Kamarnya guedeee bangettt...
Ada pintu ke balkon dengan pemandangan taman dan kolam renang. 
Di dalam kamar bernuansa tosca yang cantik. Sesuai pesanan, ranjang kami twin bed. Di depan ranjang ada sofa dan bantal-bantal cantik yang juga berwarna tosca.
Toiletnya pun bikin kita tercengang! Karena ada jendela besar yang menghubungkan toilet dan kamar dengan bath tube di pinggir jendela itu. Toiletnya pun berukuran luas, selain bath tube ada juga ruang untuk shower dan wc yang terpisah.
Bikin betaaah...

Pintu masuk kamar & balkon

Deluxe room

Toiletnya luas

Malam hari, rencana untuk dinner di Bali Collection naik shuttle bus tinggal rencana. Faizah sepertinya demam dan bobonya nyenyak banget abis minum obat. Gak tega rasanya bangunin dia.
Akhirnya kami stay di kamar aja dengan memesan makanan lewat GoJek, hihihi...
Selain itu kami mengisi waktu dengan nonton siaran tv satelit. Pengennya sih jalan-jalan keliling hotel tapi ternyata Faizah sukses tidur sampai pagi!
Pagi hari waktunya sarapan. Cuman saya, Faizah dan Ainun yang turun ke resto, soalnya breakfast hanya berlaku untuk 2 orang dewasa, hihiii... Alifah tinggal di kamar aja, sarapan dengan teh yang ada di kamar dan snack yang udah dibeli semalam. 

Resto

Restonya berhadapan langsung dengan kolam renang. Untuk mencapai ke sana kami harus jalan cukup jauh melewati gedung-gedung kamar, taman yang asri, kids area, tempat spa, baru deh sampai. Di resto udah rame dengan tamu yang lagi pada sarapan, mulai dari pribumi, asia hingga bule. Kami bahkan hampir gak kebagian kursi dan dapat di bagian luar yang terkena sinar matahari.
Apa yang suka dari sarapan di hotel? Western menunya, hehehe...

Kids area & swimming pool

Taman & jalan setapak

Selesai sarapan, kembali kami menyusuri jalan setapak yang menghubungian gedung-gedung kamar di hotel ini tapi kali ini dengan rute memutar. Rupanya hotel ini gede banget!
Ada 175 kamar yang terbagi di 7 gedung berlantai 4. Gedung-gedung ini dipisahkan dengan jalan setapak dengan taman yang asri di kiri kanan. 
Kamar yang saya tempati itu Deluxe Room dengan tarif Rp.1,7jt permalam. Wow! 
Selain itu ada juga Suite Room, bahkan ada pula yang dilengkapi dengan kolam renang pribadi.

Hotel dengan model resort berbintang 5 yang sudah memenangkan award ini memang betul-betul merupakan tempat yang sempurna untuk melarikan diri dari rutinitas harian. menurut saya sih ini resort yang paling mewah yang terletak di jantung kota. 
Resort ramah-keluarga ini dekat dengan Bali Nasional Golf Resort Nusa Dua, Bali International Convention Center, Bali Nusa Dua Convention Centre dan Bali Collection. Hanya 45 menit dari Candi Uluwatu yang terkenal, dan hanya 15 menit dari Bandara Internasional Ngurah Rai, lewat Bali Mandara jalan tol.

Faizah saat breakfast

Senin, Maret 28, 2016

Gusto Gelato

Ada yang kekinian nih di Bali... Orang-orang lagi pada suka makan gelato. Dan yang lagi booming di sana ada tempat makan gelato yang namanya Gusto Gelato. Cuaca Bali yang sangat panas memang bikin kita pengen cari yang dingin-dingin dan segar. Nah gelato jadi pilihan yang tepat!

Yum!

Gusto Gelato letaknya di Jalan Mertanadi no.46 Seminyak Bali gampang banget didapat karena adanya di pinggir jalan dan kalo kita tanya-tanya orang di sepanjang jalan mereka pasti tau tempatnya.
Setiba di sana, di area parkir tampak sepi. Cuman ada 1 mobil yang parkir. Tapiiii begitu masuk ke dalam ruangan, oh..la..la... full banget!! Tidak hanya di kursi tapi juga yang lagi ngantri di tempat pemesanan. Ruameee banget! Terbukti tempat ini emang lagi happening banget di Bali.


The venue

Ruame!

Ngantrinya itu lho...

Tiba di depan kasir, lagi-lagi saya takjub membaca daftar harga yang terpasang di dinding. Harganya murah meriah bangeeeettt... Untuk gelato harganya mulai dari Rp.22.000, itupun sudah dapat 2 scoop. Selain itu ada juga menu lainnya seperti Sorbet, Sandwich Ice Cream, Milk Shake juga ada minuman panas seperti Esspresso, Cappucino dan lain-lain. 
Lebih tercengang lagi saya saat di depan counter gelatonya. Ada buaaanyakkk banget jenis rasa yang bisa kita pilih. Mulai dari yang biasa kita lihat di pasaran seperti Chocolate, Chocolate Mint, Strawberry, Green Tea, Taro, Lemon, Vanila, Vanila & Cookies hingga yang gak biasa seperti rasa Chocolate Chilli (coklat dengan cabai), Kemangi, Jahe, Serai dan Temulawak! Aah...kreatif nih ownernya! (y)
Asyiknya lagi karena kita bisa cobain semua rasa dengan sendok testernya, hihiii...

Meja kasir

Gelato

Sorbet

Chocolate Chilli

Setelah dapat gelatonya dalam cup, giliran cari tempat duduk yang agak bingung. Soalnya full house bo! Untung saja ada area outdoor yang walopun matahari cukup terik mau gak mau yaa kita mesti duduk di situ. Di bawah bangku yang mejanya berpayung. Lumayan adem lah...
Gedung Gusto Gelato memang gak terlalu luas. Terdiri dari 2 area, indoor dan outdoor. Tapi tempat ini gak pernah sepi. Bukan hanya warga pribumi yang suka tapi juga turis domestik dan mancanegara.

Outdoor

Meja berpayung di area outdoor

Setelah duduk manis, saatnya menikmati gelatonya. Saya pesan Avocado & Chocolate Crispy dan Tiramisu. Alifah pesan Green Tea dan Chocolate. Ainun pesan Chocolate Mint dan Bounty. Yum! :p

Sluuurph... :p

Jadi, kalo ke Bali jangan lupa mampir :
Gusto Gelato
Jl. Mertanadi no.46B
Seminyak Bali
Jam Ops : Setiap hari, 10am - 10pm
www.gusto-gelateria.com

Minggu, Maret 27, 2016

Pekan Produk Kreatif

Pekan Produk Kreatif berlangsung di Trans Studio Mall selama 3 hari berturut-turut yakni 25 hingga 27 Maret 2016. Acara yang diadakan oleh Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kota Makassar ini merupakan kelanjutan dari Workshop Produk Kreatif yang diadakan tanggal 15-16 Maret di Hotel d'Maleo Makassar yang salah satunya diajarkan adalah #belajarsablon.

Melalui Yellow project selaku event organizer acara ini, EMaronie Organizer juga ambil bagian dalam event ini yaitu mengadakan workshop dengan mengajak teman-teman dari Qui-Qui Community untuk berbagi ilmu kepada pengunjung Trans Studio Mall.




Yang kami ajarkan kemarin ada 2 kriya, yaitu Pin Cushion dari  tutup botol bekas dan Knitting atau merajut. Pin Cushion diajarkan oleh saya dan A.Unga. Sebanyak 20 orang pengunjung yang beruntung ikut belajar bersama kami. Belajar bikin Pin Cushion sebagai bantalan pentul biar pentul ibu-ibu kgususnya yang berhijab bisa tersimpan dengan rapi, tidak tercecer ke mana-mana. Bahan yang digunakan pun dari tutup botol bekas sehingga meminimalkan sampah. Cara bikinnya juga gampang, hanya dengan 15 menit jahit sana jahit sini, jadi deh... ;)
Buat 5 orang peserta yang paling cepat menyelesaikan Pin Cushion dapat hadiah sabun handmade yang terbuat dari bahan-bahan alami. Yeay...!!

Yuk, lihat foto-fotonya :

Pembagian kit

Sebagian peserta

Menjelaskan tentang Pin Cushion

Peserta serius mengikuti workshop

A.Unga ikut mengajar

Kerjaan para peserta

Peserta workshop Pin Cushion

Semoga semua masyarakat Makassar jadi lebih kreatif dan bisa mendulang kesuksesan lewat kreatifitasnya masing-masing :)

Jumat, Maret 25, 2016

Kuliner Makassar Di Bali

Ada cerita sebelum saya berangkat ke Bali kemarin.
Waktu masih di airport ada seorang ibu yang minta tolong untuk nitip barangnya di bagasi kami karena melihat barang kami yang tidak terlalu banyak. Awalnya sih saya gak mau,w maklumlah kita harus waspada kalo ada yang mau nitip-nitip apalagi orang yang gak dikenal.
Hingga akhirnya tiba antrian saya di depan loket bagasi, ibu tadi keliatan masih celingak-celinguk cari orang yang bisa dititipin salah satu barangnya. Tiba-tiba rasa iba saya dan Alifah muncul karena sepertinya gak ada satu pun orang yang mau dititipin, sedangkan melihat penampilan ibu tadi sudah berumur kira-kira 65 tahun dan berdasarkan pengakuannya katanya sih barang dalam tas yang mau dititip itu hanya baju kotor. Alifah lantas mendatangi ibu itu untuk mengambil barangnya yang mau dititip. Dan keliatan ibu itu berterima kasih banget karena kami udah bersedia terima titipannya.

Di ruang tunggu, ibu itu akhirnya duduk bareng kami. Saatnya kepo harus dituntaskan nih! Hehee... Maka saya pun membuka pertanyaan dalam dialek Makassar,
Saya : "ibu, tinggal di Bali ki?" 
Ibu : "iya, saya tinggal di sana"
Saya : "oh, kerja di sana ki?"
Ibu : "iya, ada rumah makanku di sana. Khas Makassar. 17 tahun ma tinggal di sana"
Wow! Saya, Alifah dan Ainun jadi takjub dengar pernyataan sang ibu.
Lalu obrolan pun mengalir lancar. Rupanya ibu itu asalnya dari Palopo dan buka usaha rumah makan khas Makassar di Bali namanya Coto Makassar di Jl. Raya Kuta depan Hotel Ibis. Sebelum berpisah di pesawat, ibu itu bilang : "singgah ki nanti makan di warungku".


Warung Coto Makassar Jl. Raya Kuta, Bali

Selama di Bali kami beberapa kali lewat di Jl.Raya Kuta dan melihat warung Coto Makassar milik ibu itu. Tapi gak pernah kami singgahi. Akhirnya di hari ke-4, hari terakhir kami di Bali barulah kami menjadwalkan untuk makan siang di sana. Rupanya menunya memang banyak, mulai dari Coto, Sop Saudara, Sop Konro, Konro Bakar hingga Mie Kering. Bahkan Pisang Epe dan Es Pisang Ijo pun ada. Aaw...bikin ngiler deh! Saya pesan Sop Saudara. Alifah dan Ainun kompak pesan Sop Konro. Rasanya enak, sama persis dengan yang biasa kami makan di Makassar.

Sop Saudara

Sop Konro
Ya iya lah ya... Kan yang jual orang Makassar! Hehee... Sebagian besar yang melayani di warung pun berbicara dengan logat Makassar, walopun ada beberapa juga yang orang Bali. Customernya cukup banyak, bahkan ada juga yang datang naik mobil berplat merah. Di dinding terpajang foto-foto orang top yang pernah datang makan di warung itu, termasuk Kris Dayanti. Foto ibu pemilik juga ada tapi koq selama kami makan, beliau gak keliatan ya??
Saya pun bertanya ke kasir yang melayani saat membayar,
Saya : "ibu yang punya warung ini mana?"
Kasir : "oh nenek? Nenek lagi keluar"
Saya : "oh dipanggil nenek ya? Hehee.. Saya ketemu sama Ibu waktu di airport kemarin. Ibu titip barangnya di saya"
Kasir : "ooh...kita' mi yang dititipi barang di pesawat? Iya, nenek cerita ji kalo dia titip barang bede sama ibu-ibu masih muda, bagus bodynya. Oh..kita' mi itu?"
Hahaaha... :D saya dibilangin bagus bodyku. Makasih ibu :) Dan sekarang saya agak nyesal, lupa nanya nama ibu itu siapa...
Suasana dalam warung

Lagi nunggu pesanan

Tempat penyajian makanan

So, buat warga Bali asal Makassar atau yang lagi liburan di Bali dan kangen makanan Makassar, singgah ki tawwa di warung ini!
Rumah Makan Coto Makassar
Jl. Raya Kuta, Bali
(Depan Hotel Ibis)


Rabu, Maret 23, 2016

Sunset Di Potato Head

Untuk yang ke-2 kalinya saya ke Potato Head Beach Club Bali waktu liburan dengan Alifah kemarin.
Pertama ke sana waktu liburan bareng Atu dan teman-teman dari Disparekraf Makassar pada bulan Desember 2015 yang lalu.
Kenapa ke sini lagi? Karena gak akan pernah puas kalo ke sini cuman 1 kali! Hehee...

Potato Head tampak dari luar

Potato Head Beach Club Bali yang identik dengan ornamen jendela sebagai fa├žade-nya menjadi tempat favorit para turis, khususnya bule-bule berkantong tebal untuk menyaksikan sunset sambil berjemur. Gak heran kalo untuk masuk ke sini pengamanannya super ketat, mobil dan motor pengunjung pada ngantri di jalan masuk untuk melewati proses pemeriksaan.

Berdiri sejak tahun 2011 di Jl. Petitenget, Seminyak Bali, Potato Head (PoHe) ini merupakan tempat kedua setelah Potato Head yang ada di Pacific Place Jakarta *yang itu belum pernah juga saya datangi :D



Masuk ke dalam PoHe kita melewati lorong yang menanjak dengan dinding jendela yang tampak dari luar itu. Begitu tiba di dalamnya langsung tampak area terbuka yang mengarah ke pantai. Bangunan PoHe memang berbentuk U. 
Tempat ini terdiri dari 2 lantai. Selain itu ada area di rumput dan tepat di pinggir kolam renang yang menjadi tempat PeWe (posisi wenak, hehe) karena bisa sambil selonjoran bahkan berbaring.

Bagian dalam Potato Head

Area rumput

Area pinggir kolam

Area pinggir kolam view dari pantai

Area cafe

Waktu pertama kali ke tempat ini di bulan Desember 2015 lalu kami datangnya jam 2 siang gitu, pas udah makan siang dan matahari lagi hot-hotnya, hehehe... Suasana di cafenya juga masih agak sepi, begitu juga di rumput. Hanya ada beberapa bule yang lagi berjemur. Kecuali di area pinggir kolam yang memang full kala itu.
Kami duduknya di sofa yang menghadap ke rumput. Karena terlihat lapang, Faizah gak berhenti berlarian ke sana ke mari.. Atu lah yang bertugas mengejar, hehee..
Dan karena siang yang terik bikin tenggorokan kita kering, pesanan minumnya cocok yang seger-seger nih, kami pun memilih jus buah.

Senangnya bisa ke PoHe bareng Atu

Atu, Mami & Faizah

Faizah berlarian2

Pelepas dahaga

Bareng Ibu Kadisparekraf & teman2

Dikedatanganku ke sana untuk yang kedua kalinya diawal Maret 16 kemarin, kami memang berencana untuk melihat sunset dari Potato Head ini. Jam 4.30 sore kami sudah ada di sana. Suasananya sudah cukup ramai, bahkan sudah tidak ada tempat duduk sama sekali. 
Kami pun berkeliling untuk foto-foto sambil melihat-melihat kali aja udah ada pengunjung yang berdiri. Sampai akhirnya ada juga bule yang cabut dari rumput *eh hehe.. Dan ternyata nomor mejanya adalah adalah angka cantikku, 23 :) 
Di PoHe ini,saya janjian lagi sama Linda. Linda sekeluarga datangnya jelang sunset dan memilih duduk di area cafe.

Girls Day Out

Bareng Linda & Alika

Ainun & Alifah

Faizah pemuja PoHe =))

Mejanya angka cantik, 23

Sunset di PoHe

Ngeliat sunset di PoHe ternyata keren. Dan saya memilih untuk melihat lebih dekat dengan berjalan sampai ke bibir pantai. Dan antara PoHe menuju ke pantai ada banyak security yang berjaga. Melihat kita keluar dari PoHe ke pantai sih mereka santai saja, tapi begitu kita balik wajib yang namanya diperiksa bahkan ada yang sampai dicek body. Benar-benar pengamanan maksimal.

Untuk duduk di area pinggir kolam yang ada sofa buat baringnya itu harus disertai dengan pembelanjaan makan dan minum minimal Rp.500.000, sedangkan di area lain tidak ada minimal order.
Harga makanan dan minuman di sini lumayan mahal lah. Untuk minuman saja yang paling murah itu jus buah mulai dari harga Rp.50.000, cemilan seperti kentang juga di kisaran harga yang sama, sedangkan untuk makanan beratnya seperti steak dan lain-lain kita harus merogoh kocek lebih dalam, minimal Rp.200.000,-
PoHe ini bukanya dari jam 11 siang sampai jam 2 tengah malam. Ada hiburan DJ juga yang bikin suasana makin meriah. 
Kalo mau datang ke sini secara berombongan sebaiknya sih reservasi dulu.