Sabtu, November 07, 2015

Khitanan Nadhif

Andi Ahmad Nadhif Bau' Djemma

Hari Jum'at tanggal 6 November 2015 jadi hari dimana Nadhif dikhitan alias disunnat.
Setelah tarik ulur menetapkan waktu yang pas karena kesibukan Atu hehee.. Dan juga tentu saja dengan pertimbangan jadwal ujian di sekolahnya Nadhif yang bulan Desember nanti udah ujian semester dan dilanjutkan dengan ujian akhir, persiapan masuk SMP.


Jam 10 pagi kami (saya, Alifah, Faizah, Opa dan Oma) membawa Nadhif ke RS.Hikmah di Jl.Joseph Latumahina Makassar, salah satu rumah sakit terkenal di Makassar yang juga ada Klinik Sunnat-nya. Untuk sunnat di sini boleh langsung datang ke UGD nya, tanpa perlu mendaftar terlebih dahulu. Begitu datang, petugas memperlihatkan gambar metode penyunatan yang ada 3 jenis, yaitu Konvensional (sunnat biasa), Smart Klamp (sunnat dengan alat) dan Laser/Cauter (sunnat dengan laser). Untuk biayanya masing-masing : Konvensional dan Smart Klamp Rp.750.000 dan Laser Rp.2.500.000.
Setelah sebelumnya kami sempat tanya-tanya dengan beberapa teman dan keluarga yang udah menyunnat anaknya, kami pun memilih metode Konvensional, yang katanya proses penyembuhannya lebih cepat sembuh dan kering.

Atu yang baru saja menghadiri acara penganugerahan SatyaLencana Karya Satya atas masa bakti 10 tahun sebagai PNS di Balaikota Makassar langsung menuju ke RS.Hikmah. Kami sempat antri dulu sebelum Nadhif disunnat karena sebelumnya udah pasien sunnat. Sembari menunggu, Nadhif disuruh makan dulu biar perutnya gak kosong karena harus dibius. Selain juga biar dia gak lemes selama proses sunnatan.

Nadhif & Atu

Akhirnya tiba giliran Nadhif untuk disunnat. Yang tangani namanya dr.Rachmat alias dr.Rara (dokternya cewek lho..) dibantu sama seorang suster yang ramah bernama A.Ummu. 
Seperti biasa, Nadhif sedikit lebay karena nervous hihiii.. :p katanya takut ntar kesakitan. Saya pun berusaha menenangkan. Sebelum sunnat, Nadhif disuru berwudhu dulu. Lalu berbaring di ranjang dengan sebelumnya udah buka celana. Makin takutlah dia... Katanya "Mami jangan pergi-pergi. Peluk ka" okayyy... I will always beside you, son :*

Proses sunnat pun dimulai. Cusss...cuss... Suntikan bertubi-tubi di area sekitar kelamin dan kelaminnya itu sendiri. Nadhif kelihatan berusaha tenang, pikirin yang indah-indah, gak mau mikir rasa sakitnya jarum suntik. Setelah obat bius dari suntikan sudah bereaksi, Nadhif udah gak rasa apa-apa lagi, dr.Rara dan suster Ummu pun beraksi. Membersihkan, menggunting dan menjahit dengan lincahnya sambil tetap ajak ngobrol Nadhif biar gak tegang. Sesekali mereka menyuruh Nadhif untuk dzikir. Saya sih gak pernah lepas baca ayat-ayat Al Qur'an di telinga Nadhif dengan tangan tetap dalam genggamannya.

Sakitnya waktu disuntik

Mulai ketawa waktu proses sunnat hampir selesai

Setelah kurleb 30 menit proses sunnatannya pun selesai. Kelaminnya Nadhif diperban, badannya dibersihkan. Saatnya selfie.... Klik!

Akhirnya sunnatan selesai

Nadhif bersama dr.Rara (baju merah) & suster Ummu (jilbab hitam)

Tentang sunnat bagi pria, banyak manfaatnya, yakni :

  • Berkurangnya risiko tertular infeksi penyakit seksual
  • Mencegah terjadinya penyakit pada penis 
  • Berkurangnya risiko infeksi saluran kemih 
  • Berkurangnya risiko kanker penis 
  • Mengurangi risiko kanker serviks pada pasangan
  • Membuat kesehatan penis lebih terjaga. 
Dari segi agama, sunat sebaiknya dilakukan sebelum anak mencapai usia pubertas atau aqil baligh. Namun, kapan tepatnya, itu semua tergantung pada banyak pertimbangan. Waktu sunat bisa bervariasi, tergantung budaya dan kebiasaan. Ada yang terbiasa menyunatkan anaknya saat masih bayi atau balita, namun ada juga yang melakukannya saat usia sekolah. Nadhif sendiri umurnya 11 tahun sekarang. 

Selesai sunnatan di RS.Hikmah, kami pun pulang ke rumah. Di rumah, kami berdoa bersama buat kesembuhan Nadhif, dipimpin oleh seorang guru baca dengan tradisi adat Bugis Makassar. Ada beberapa sisir Pisang Raja dan sajian kue-kue Bugis seperti umba-umba, barongko, sarikaya dan loppis yang semuanya manis dan legit dengan filosofi supaya kehidupan yang dilalui selalu terasa manis. Aaamiiin...

Berdoa bersama

Faizah juga ikut berdoa lho...

Kanmakan kitaaa :)'

Manteman pembaca, doain Nadhif yaa supaya selalu dirahmati Allah dalam menjalani kehidupannya sebagai pria dewasa, selalu jadi kebanggaan orang tua & taat dalam menjalankan agamanya. Aaamiiin!

My world




*sumber :
Posting Komentar