Kamis, November 12, 2015

Happy Father's Day

12 November diperingati sebagai Hari Ayah Nasional. Walopun belum sepopuler Hari Ibu yang jatuh tanggal 22 Desember tapi Hari Ayah sudah mulai diketahui banyak orang dari postingan orang-orang di media sosial yang mengucapkan Selamat Hari Ayah buat ayah atau suami mereka masing-masing.

Peringatan Hari Ayah Nasional diprakarsai oleh para perempuan yang tergabung dalam Perkumpulan Putra Ibu Pertiwi (PPIP) yang menggelar deklarasi Hari Ayah di Pendopo Gede Balai Kota Solo, Jawa Tengah pada tanggal 12 November 2006. Hari Ayah lahir karena figur ayah sebagai bagian dari keluarga turut memegang peran sangat penting dalam pembentukan karakter keluarga. Ayah dan ibu adalah satu kesatuan yang tak bisa dipisahkan.

Dalam Al Qur'an banyak bertutur kepada kita akan arti penting dan peran ayah dalam membesarkan dan mendidik anak-anak. Bahkan dalam Surah Luqman diceritakan tentang Luqman Al Hakim, hamba Allah yang sholeh, dengan nasehat-nasehat kepada putranya mulai dari masalah aqidah, amar ma'ruf nahi mungkar, berbakti kepada orang tua, kesabaran, ibadah dan adab-adab mulia. Semuanya tercantum dalam ayat 13 hingga 19. 

Pengaruh seorang ayah sangat besar dalam kepribadian anak. Maka sudah seharusnya juga ayah turun berperan serta dalam mendidik anak-anaknya, menanamkan ajaran kebaikan dan menjadi teladan bagi mereka. Bagi anak laki-laki ayah adalah teman pertama mereka, sedangkan bagi anak perempuan ayah selalu dianggap pahlawan.

Tentang Ayahku,  yang saya panggil Papi...
Hubungan kami cukup dekat. Gak heran lah ya, cuman punya 2 anak, pastilah dengan jumlah keluarga  yang sedikit itu mendekatkan kita satu sama lain. Bahkan hingga sekarang saya sudah berkeluarga, Papi masih selalu ada di dekat saya, karena gak bisa pisah dengan cucu-cucunya hehe...
Selalu perhatian dan tanggung jawab, tidak saja kepada Mami tapi juga ke seluruh anggota keluarga.

Dari Papi banyak menurun sifat yang dominan kepada saya, seperti percaya diri, ketegasan, komunikatif dan apa lagi ya? Banyaklah! Termasuk gampang emosian, hahaaa...
Papiku jago ilmu Matematika dan Hukum. Beliau selalu mengandalkan logika dalam menjalankan hidupnya. Hobbynya membaca dan menyanyi, lucunya karena hobby ini menurun ke saya dan Sherief adikku. Saya kebagian suka nyanyi, Sherief kebagian suka baca, hihiii...
Di masa kecil hingga remaja saya merasa Papi keras dalam mendidik dan mengarahkan saya. Sempat bikin tertekan juga tapi sekarang saya rasakan sendiri hasilnya. Apa yang diajarkan sedari kecil bikin saya kuat dan jadi orang yang teguh dalam prinsip seperti sekarang.


Papi di antara saya & Mami

Saat ini, saya sudah berstatus Ibu bagi anak-anak saya. Berarti ada sosok Ayah di samping saya, yaitu suami saya yang kami (saya dan anak-anak) panggil dengan sebutan Atu.
Atu yang pendiam, jarang ngomonk tapi penuh tanggung jawab kepada keluarga, selalu jadi andalan.
Sekarang ini Atu makin sibuk dengan pekerjaannya di kantor, gak jarang harus pulang malam, hari libur pun mesti kerja, bahkan hingga ke luar kota atau ke luar negeri. Semua itu tentu buat keluarga.
Atu buat anak-anak sekarang ini mungkin dianggap bersikap keras, tapi itu tentunya untuk kebaikan mereka. Maka saya pun mengimbangi dengan berusaha menjadi teman buat anak-anak. 
Bukankah dalam pernikahan memang harus selalu seimbang? Hehee..
Me & hubby


Alifah & Atu


Nadhif & Atu


Faizah & Atu

Jika surga adanya di telapak kaki Ibu, maka kunci pintu surga itu adanya di Ayah. Ayah memang tidak mengandungmu tapi dalam dirimu mengalir darahnya. Memang ayah tak melahirkanmu tapi dialah yang pertama mengajarkanmu dalam tauhid ketika kamu lahir. Ayah memang tidak menyusuimu tapi lewat keringatnyalah tiap suapan yang menjadi air susumu.

Selamat Hari Ayah buat seluruh ayah-ayah hebat di dunia (y)


Khansa & Papa Sherief :*
Posting Komentar