Kamis, Agustus 20, 2015

Faizah & Sepatu


Buat yang rajin baca postingan di blog saya, mungkin masih ingat dengan tulisan berjudul Victim : Shoes
Dan sepertinya imbas dari rusaknya sepatu-sepatuku itu sekarang Baby F sukaaa banget makan sepatu!! Hahaa...πŸ˜†

Setiap dipakein sepatu hanya bertahan sebentar.. Dibuka, lalu dimasukin mulut utk digigit atau diemut πŸ˜‹
Awalnya sih dari jempol kakinya sendiri, trus waktu itu dipakein kaos kaki yang ada hiasan bonekanya. Dia berusaha untuk tarik boneka yang ada di kaos kaki itu, lalu digigit 😁 sekarang berlanjut ke sepatu.

Dari jempol kaki

Ke kaos kaki

Lanjut ke sepatu

Sering kali kalo jalan-jalan di mall, orang-orang pada ngeliatin sambil ketawa-tawa, trus negur "tuh adek makan sepatunya" atau "iih, kenapa sepatunya digigit, sayang?" Hahaa πŸ˜‚πŸ˜‚
Semua pada heran..
Tapi saya sih santai aja, namanya juga baby yaa. Sesuai perkembangannya, bayi memang seperti itu.
Dari artikel yang saya baca :
"Mulut bayi memiliki ujung saraf yang lebih banyak dibandingkan dengan bagian tubuh lainnya, karena itu jika ia ingin mengetahui tentang rasa atau tekstur dari sesuatu maka ia akan memasukkan barang tersebut ke dalam mulut," ujar Penney Hames, seorang psikolog anak seperti dikutip dari Babycenter.
Kebiasaan ini biasanya akan terus terjadi hingga si kecil memasuki usia 2 tahun, namun pada usia tersebut ia juga sudah mulai tertarik tentang apa yang dilakukan atau terjadi pada mainannya sehingga mulai mengeksplorasi gerakan tangan dan matanya. Sebagian besar anak akan berhenti memasukkan barang ke dalam mulutnya saat berusia 3 tahun.
Hames mengungkapkan bahwa kebiasaan memasukkan barang ke dalam mulut juga bisa terjadi jika si kecil akan tumbuh gigi yang biasanya disertai dengan menetesnya air liur.

Jadi jangan heran yaa... Kalo ketemu Baby F lagi jalan-jalan, dia gak pake sepatu, atau sepatunya ada di meja makan, atau bahkan ada di mulutnya..itu sudah biasa! Hehee...😬
Yang penting sih sepatunya selalu bersih πŸ˜‰


Tanpa sepatu

Sepatu di meja makan

Yummy πŸ˜‹πŸ˜‹







Posting Komentar