Rabu, Juli 22, 2015

Kesan Jadul di Kedai Kopi Papa Ong

Idul Fitri selalu menjadi ajang yang tepat untuk menjalin kembali silaturahim dengan keluarga, teman dan kerabat. Seperti yang saya dan teman-teman Jembeck lakukan. Dan untuk ngumpul bareng teman yang pasnya yaa di cafe. Kedai Kopi Papa Ong jadi pilihan kami.

Suasana depan Kedai Kopi Papa Ong

Cafe ini baru beroperasi sekitar 3 bulan di Makassar dan merupakan franchise cabang ke-4 yang ada di Indonesia. Dari namanya terbaca jelas kalo cafe ini berkonsep kopitiam atau tempat ngopi tempo doeloe yang bernuansa Melayu atau China Peranakan. Interior dan dekorasi ruangan menegaskan konsep itu dengan warna yang didominasi hijau dan coklat tua, tak ketinggalan pula warna merah. Kursi terbuat dari kayu dan meja yang berukuran kecil, ada juga sofa yang nyaman. Lampu dan lukisan yang tergantung semakin mempercantik ruangan. Sooo vintage 😍

Ruangan dengan ceiling yang tinggi

Interior dalam ruangan

Lagi rame banget!

Sewaktu kami ke sana kemarin, suasana kedai sangat ramai. Kursi-kursi terisi penuh bahkan ruang VIP pun full. Kami duduk di sofa yang letaknya di sudut. Ternyata kami salah tempat karena ruangan tempat kami duduk ceilingnya tinggi dan hanya ada 1 kipas angin yang digantung di ceiling sebagai penyejuk ruangan, gak mempan lah buat kami yang bawa anak-anak dengan suasana kedai yang ramai. 
Untung sang owner yang ramah berbaik hati pasang kipas angin dekat sofa kami hihii.. Thanx Mr. Faldy 😊

Duduk syantiiik 😍

Suasana di depan meja kami

Walopun namanya Kedai Kopi tapi bukan berarti menunya hanya seputar kopi dan kawan-kawannya saja. Banyak menu lainnya yang juga berat-berat hehee.. *maklum, tukang makan kelas berat!
Kemarin saya pesannya Lontong Melayu. Isinya seperti lontong campur khas Jawa Timur, bedanya ada ikan teri asin di sini. Enak deh 👍
Teman-teman yang lain ada yang pesan Kwe Ti Yaow. Enak juga, tapi dikit banget porsinya hihiii.. Ada juga Ubi Goreng yang terlihat unik karena bentuknya bulat, tapi sambelnya..ampun pedesssnyaaa! 
Untuk minuman, gak lain dan gak bukan kami semua kompakan pesannya Teh Tarik Cincau. Rasanya seperti biasalah teh Tarik, hanya saja kurang manis...

Lontong Melayu

Kwe Ti Yaow, Ubi Goreng & Teh Tarik

Alifah, makan ki yee..😋

Soal harga gak perlu khawatir kantong jadi tipis, karena semua menu kisaran harganya di bawah Rp.40.000,-. Murah, meriah, mengenyangkan pula!

Saya yakin tempat ini bakal selalu rame nantinya. Selain karena menu, suasana, juga lokasi yang terjangkau. Letaknya di Jl.Rusa no.33-35 Makassar, berada tepat di pinggir jalan raya, gak perlu masuk mall, jadinya gampang disinggahi, gak rempong 😁

Bersama teman-teman istri para anggota Jembeck

Gak afdol kalo gak foto sendiri 😜









Posting Komentar