Minggu, Juli 12, 2015

Foto-foto

Salah satu hobby saya adalah fotografi.
Baik itu difoto maupun memfoto. Eh, bahasanya salah yaa...memotret maksudnya :D

Latar belakangnya sih sebenarnya karena saya suka sejarah, suka dengan segala sesuatu yang punya nilai historis, ada kenangan yang tersimpan dari setiap momen. Makanya harus, perlu, kudu, wajib ada yang namanya DOKUMENTASI. Salah satunya yaa dengan foto itu.

Foto adalah salah satu dokumentasi terpenting. Karena foto dapat berbicara sejuta makna dan dengan melihat foto kita seakan-akan kembali ke masa saat foto itu dibuat.

Semua pasti setuju kalo dibilang sebuah acara gak akan lengkap tanpa foto-foto. Bukan cuman itu, tapi juga liburan, kelahiran, perpisahan...semua momen yang kita alami harus diabadikan dalam foto.

Sejak kecil saya sudah terbiasa difoto. Sudah pasti Mamiku lah yang mengenalkan dunia foto-foto ini. Mulai dari foto di rumah, di rumah orang, tempat rekreasi hingga foto studio. Mulai dari foto pakai piyama, pakai baju renang, baju casual hingga kebaya dengan dandanan full sudah saya lakoni. 

Foto ulang tahun pertamaku, bersama Oma & Opa, tahun 1978

Foto saat ziarah natal di rumah teman Mami, tahun 1981

Dulu sih cukup ribet...foto menggunakan kamera yang harus diisi dulu dengan roll film. Masih ingat deh jaman dulu harga roll Fuji Film tergantung seberapa banyak isinya. 12 kutip Rp.15.000, 24 kutip Rp.24.000, 36 kutip Rp.35.000 hahaaa... 😂😂 itupun belinya kadang saweran dengan Era & Nadhrah, sepupu-sepupuku yang juga teman gokil jaman dulu 😜

Foto bersepupu Ambong, tahun 1985
Foto lulus SMA, tahun 1994

Sekarang sih udah canggih, udah jaman digital. Hampir semua orang kemana-mana pasti membawa kamera yang menyatu dengan handphone. Jadi bisa memotret kapan saja dan di mana saja.

Selain itu banyak sekali aplikasi yang bisa digunakan untuk mengedit foto. Wajah bisa dipoles menjadi lebih halus, ukuran tubuh pun bisa dibuat lebih langsing.
Thanx to technology!

Fotoku hasil editan 😜
Editan seperti komik

Jaman dulu dan jaman sekarang ada kelebihan dan kekurangannya masing-masing.

Dulu untuk melihat foto, sudah pasti roll film tersebut harus dicuci cetak dulu. Jadi, kalo saat dipotret mata kita gak sengaja tertutup, ya bgitulah hasilnya nanti 😁 tapi ada kenangan yang tersimpan hingga sekarang, yang bisa kita lihat dengan membuka album foto. Namun butuh perawatan ekstra terhadap foto-foto hasil cetak itu, supaya tidak rusak termakan usia di dalam album. Salah satu caranya adalah sesekali membuka album dan dijemur barang sejenak.

Sekarang, hasil foto tersimpan di gadget atau kamera atau computer. Sudah jarang banget orang yang cuci cetak foto dengan berbagai alasan. Foto-foto dalam format digital ini dijamin tetap awet walopun sudah berapa lama, tapi..hati-hati saja terhadap virus atau kerusakan gadget yang mengakibatkan hilangnya data foto.

Untuk urusan foto ini, menurut saya bukan berarti harus pake kamera mahal lho ya.. Walopun dulunya pernah punya kamera DSLR yang gede itu, sampai akhirnya dijual kembali karena belakangan jarang dipakai, ternyata memotret dengan smartphone atau ipad jauh lebih menyenangkan karena bisa langsung di-share ke media sosial. Teman-teman bisa langsung melihat foto kita dan memberi apresiasi jika mereka suka.

Komunitas Upload Kompakan, para penghobi foto

Well, at least..dengan foto kita bisa mengenang peristiwa penting mau gak penting dalam hidup kita. Dan dengan kecanggihan teknologi dunia fotografi sekarang ini akan lebih mantap jika dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk hal yang positif 👍👍




Posting Komentar