Senin, Mei 04, 2015

Dharma Wanita



Tgl.28-29 April kemarin diadakan Musda III Dharma Wanita Persatuan Kota Makassar untuk memilih Ketua Dharma Wanita yang baru. Skaligus pembahasan AD/ART.
Musda diadakan di Graha Sentra PKK Kota Makassar yang dibuka oleh Walikota Makassar, Ir.H.Ramdhan Pomanto dan dihadiri oleh Ketua Tim Penggerak PKK Kota Makassar, Ny.Hj.Indira Ramdhan Pomanto, Ketua Dharma Wanita Prov. Sulawesi Selatan, Ny.Hj.Jawahir Latief dan unsur-unsur terkait lainnya.

Akhirnya setelah sekian lama baju seragam Dharma Wanita ku tergantung di dalam lemari, kemarin terpakai kembali :)


Dengan seragam DW


Terakhir aktif di DWP saat suamiku masih bertugas di Bappeda Kota Makassar, mulai dari arisan bulanan, perlombaan antar unit DWP Kota Makassar hingga menjadi MC di setiap acara yang diadakan.

Flashback ke beberapa tahun lalu, sewaktu masih kecil, saya sering diikutkan Mami saya ke kantor Papi setiap beliau ada kegiatan Dharma Wanita. Waktu itu saya senang sekali melihat Mami bersama teman-temannya memakai seragam DW, mengikuti rapat, arisan, yang kadang dilanjutkan dengan acara makan siang bersama baik di kantor ataupun di restaurant.
Ternyata sekarang hal yang sama juga saya jalani :)

Sebagai istri seorang ASN (Aparatur Sipil Negara/dahulu PNS), otomatis saya tercatat sebagai anggota Dharma Wanita di unit suami saya bertugas. Dan saya sangat menikmati peran ini :) karena aktif di kegiatan Dharma Wanita menurut saya adalah salah satu bentuk dukungan istri terhadap karier suami di kantor.

Makanya saya kadang heran jika ada istri ASN yang malas ikut kegiatan DW. Bermacam alasan disampaikan, seperti kerja kantoran lah, anak gak ada yang jaga lah, dll... Padahal jika kita memang niat untuk melakukan sesuatu pasti ada saja solusi dari setiap halangan.
Yang kerja kantor bisa izin ke atasan sekitar 2 jam, yang punya anak bisa koq bawa anaknya di kegiatan DW (seperti saya waktu kecil dulu hehee...).

Salah satu yang direkomendasikan untuk dimasukkan sebagai pasal dalam AD/ART DWP Kota Makassar di Musda kemarin adalah Kepala Unit/Dinas terkait memberikan teguran, baik lisan atau tulisan, hingga sanksi, kepada ASN yang istrinya tidak aktif mengikuti kegiatan Dharma Wanita.

Dharma Wanita bukan sekedar perkumpulan ibu-ibu istri ASN/istri pensiunan ASN/ASN wanita yang cuman mengikuti arisan bulan, tapi juga sebagai wadah yang menghimpun dan membina dengan berbagai kegiatan dalam bidang pendidikan, sosial budaya & ekonomi.
Tujuannya tidak lain untuk mewujudkan kesejahteraan anggota dan keluarganya pada khususnya dan masyarakat pada umumnya, melalui peningkatan kualitas sumber daya anggota.

So, i'm proud to be a Dharma Wanita :)


Bersama teman2 DWP Dinas Pariwisata & Ekonomi Kreatif

Pembukaan Musda III DWP Kota Makassar oleh Walikota Makassar
*sumber foto Radar Makassar

Musda III DWP Kota Makassar

Bersama teman2 DWP dengan seragam lokal DWP Makassar







Posting Komentar