Rabu, Desember 31, 2014

Malino ~ Desember 2014

Akhir pekan kemarin (27-28 Des'14) saya dan keluarga menghabiskan waktu di Malino. Lebih tepatnya sih merayakan ulang tahun Papiku yg ke 59th, yang jatuh pada tgl.25 Des.
Setelah sekian lama gak ke sana... Sepertinya terakhir ke sana awal tahun 2009.

Malino adalah kelurahan yang terletak di Kecamatan Tinggimoncong, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Terletak 90 km dari Kota Makassar ke arah selatan dengan jarak tempuh sekitar 2 jam. Suhu di kota Malino ini mulai dari 10°C sampai 26°C, dan ketika musim hujan kota ini sering berkabut dan jarak pandangnya hanya 100meter. Malino terkenal sebagai kawasan rekreasi dan wisata sejak zaman penjajahan Belanda hingga sekarang.

Kami berangkat ke sana dengan 2 mobil. Saya, suami, Baby F, Nadhif, Ika iparku dan Khansa ponakanku dalam 1 mobil untuk menghindari asap rokok yang pasti akan mengepul kencang di mobil yang satunya lagi 😒
Uugh...i hate smoke. Untungx suamiku not a smoker 😘

On the way to Malino

Oya, perjalanan ini adalah untuk pertama kalinya Baby F keluar kota 😊
Makanya persiapan barang bawaannya harus matang. Baju lengan panjang, celana panjang, jaket, selimut, tak lupa minyak telon dan diapers. 
Biar di perjalanan kita gak repot, car seat teteup andalan 😁 dan untuk pertama kalinya juga Baby F akan dipakein ransel baby.

Baby F's first trip

Begitu tiba di Malino, suhu dingin langsung menyerang... Baby F pun meringkuk di pelukanku.


Rumah yang kami sewa letaknya di depan hutan Pinus. Bagus deh 👍👍 rumahnya masih baru dan bersih. 


Di hari Minggu, penjelajahan Malino dimulai. Kami para perempuan belanja di pasar. Banyak sayuran yang bisa jadi ole-ole khas, seperti pete, sayur paku-pakuan, alpukat, markisa hingga dodol, baje' dan tenteng.

Pasar Sentral Malino

Sedangkan para lelaki menjelajah Malino, mulai dari Pasanggrahan hingga ke area perbukitan.

Opa & cucu2 *minus Baby F di kawasan Hutan Pinus

Nadhif & Khansa bermain di Pasanggrahan

Malino Highlands

Tempat rekreasi yang paling hits di Malino saat ini adalah Malino Highlands. Gak afdol ke Malino tanpa ke sana. Kami pun ke sana berbekal informasi dari teman-teman yang sudah datang sebelumnya.
Dan benar saja! Malino Highland keren 👍
Dengan tarif masuk sebesar Rp.50.000 untuk dewasa dan Rp.25.000 untuk anak-anak, kita bisa menjelajahi areal perkebunan teh yang sangat luas yang telah disulap menjadi tempat rekreasi yang menarik. Taman bunga, Mini Zoo, Air Terjun hingga Cafe dan Resort, semua ada dalam 1 kawasan.

Opa, Oma dan cucu-cucu di Mini Zoo

Sherief sekeluarga berfoto dengan burung Rajawali

Alifah di Kebun Teh

Nadhif berkuda

Dari Malino Highlands, kami pun pulang kembali ke Makassar dengan hati senang dan pikiran yang lebih fresh.
Dan yang pasti, semakin cinta Allah akan kebesaranNya menciptakan bumi yang indah ini.
Subhanallah!

Me & my lovely family in Malino Highlands




















Posting Komentar