Senin, Juni 23, 2014

Passili 7 Bulanan

Alhamdulillah...kehamilanku sudah masuk usia 28 minggu alias 7 bulan.
Dan pada tanggal 20 Juni kemarin diadakan ritual adat khas Bugis Makassar, yakni Passili.
Passili yang dalam Bahasa Indonesia artinya membersihkan, bermaksud untuk membersihkan diri demi kelancaran hingga tiba waktunya melahirkan nanti.

Passili 7 bulanan ini diadakan hanya untuk kehamilan dengan angka ganjil, yakni anak pertama, ketiga, dan seterusnya... 
(Eh, tapi kebanyakan kali yee kalo pake kata "dan seterusnya" 😄)
Passili 7 bulanan sudah 2 kali saya laksanakan, yaitu waktu hamil Alifah dulu dan yang sekarang ini (setelah 15 tahun 😁)

Sebenarnya saya pribadi kurang paham maksud dari setiap ritual yang diadakan, tapi saya yakin semua yang dilakukan tentu bermakna akan membawa kebaikan bagi jabang bayi dan ibunya.
Di tulisan ini saya mencoba mengurai rangkaian prosesi passili 7 bulanan tersebut, dengan keterangan ala kadarnya sesuai pengetahuan saya, lengkap dengan foto 2 versi, tahun 1998 dan 2014 😊

Passili ini dipandu oleh seorang "guru" yang paham tradisi.
Properti yang disiapkan adalah tangga kayu, beras, kelapa, gula merah, lilin, wajan berisi air, uang logam, daun2an, ayam kampung hidup, kue umba-umba (onde-onde berbalut parutan kelapa), bubur je'ne uring (bubur kacang ijo/beras, labu dan gula merah) dan air minum 1 gelas.

Pertama-tama ibu hamil didudukkan di atas tangga kayu tepat di depan pintu rumah, dengan dipayungi lellu' (payung tradisional 4 sisi) yang dipegang oleh 4 orang gadis.

2014

Lalu sang guru melafalkan ayat-ayat Al Qur'an, kemudian menyiramkan beras ke ibu hamil yang bermakna sebagai pakkuru sumange' atau untuk membangkitkan semangat.

2014

Selanjutnya lilin yang telah dibakar dipegang tepat di depan wajah ibu hamil, ini sebagai perlambang pelita untuk menerangi.

2014

1998

Setelah itu air dalam wajan dipercikkan ke ibu hamil menggunakan daun-daunan, mulai dari kepala, bahu, hingga perut. Kemudian diusapkan di wajah.

2014

1998

Lalu diambillah ayam kampung hidup, sambil tetap dipegang oleh sang guru dan membiarkan ayam tersebut memakan beras yang ada di pangkuan ibu hamil.
Menurut saya, ritual ini yang paling menggelikan...😁 jangan sampai ayamnya salah patok!

2014

Ritual pertama selesai.
Seluruh pakaian yang dikenakan oleh ibu hamil, mulai pakaian luar hingga dalam langsung diserahkan ke sang guru sebagai bentuk "buang sial".
Ibu hamil lalu mengganti pakaiannya dengan Baju Bodo dan Sarung Sutra kemudian naik ke atas tempat tidur untuk melanjutkan prosesi ritual selanjutnya.

1998

Di atas tempat tidur sudah tersedia properti adat. Ibu hamil duduk tetap dinaungi lellu'.
Sang guru kembali melafalkan ayat-ayat Al Qur'an, kemudian menyiramkan beras ke ibu hamil dan meneranginya dengan lilin.

2014

2014

Setelah itu sang guru menyuapkan kue umba-umba dan bubur je'ne uring kepada ibu hamil, ditutup dengan pemberian air minum.

2014

2014

Lalu sang guru mengusapkan air ke atas kepala hingga perut ibu hamil sambil dibacakan ayat-ayat Al Qur'an dan dilakukanlah pemijatan perut.

2014

1998

Sebagai penutup prosesi, ibu hamil dituntun oleh sang guru ke pintu depan rumah untuk mengibaskan Baju Bodo dan Sarung Sutra yang dipakainya, kembali sebagai bentuk pembersihan atau "buang sial".

Demikianlah rangkaian prosesi ritual adat Bugis Makassar, Passili 7 bulanan.
Namanya juga adat yang telah mendarah daging dan turun temurun telah dijalankan oleh nenek moyang kami, mau tak mau, percaya tak percaya, tetap harus kita jalankan juga.
Di setiap daerah, baik di Indonesia atau negara lain pun, tentunya punya adat istiadat yang berbeda-beda, yang semuanya diharapkan membawa kebaikan bagi yang menjalankannya 😊

Mohon doanya yaa temans, semoga kehamilanku selalu sehat dan bayiku nanti lahir dengan normal dan selamat.
Aaamiiin...😇

My family, my reason to breath 😘









Posting Komentar