Minggu, September 01, 2013

It's About Dream, Passion & Hard Work

Tulisan ini sebenarnya udah lama banget saya tulis judulnya, tapi isinya kosong...song... Gak tau mo nulis apa =D

Well, let's start it....

Awalnya saya berfikir bahwa jalan hidup saya adalah sebagai wanita karier alias karyawan alias orang kantoran. Khususnya di bidang komunikasi. Karena itu yang saya jalani selama kurang lebih 17 tahun ini adalah pekerjaan yang berhubungan dengan komunikasi, bertemu dengan banyak orang, berbicara dengan mereka, bernegosiasi, memandu acara, dan lain-lain.

As known, sebelum ini saya bekerja di Manajemen Trans Studio Mall Makassar sebagai Tenant Relation Executive. Pekerjaan ini saya jalani sejak tgl. 17 Februari 2010. Setelah sebelumnya, di tahun 1996 - 2002 saya bekerja sebagai penyiar TVRI dan tahun 2002 - 2009 sebagai PR di Mal Ratu Indah.
Selain itu saya juga menjalani side job sebagai MC profesional.

Hingga akhirnya saya pun memutuskan untuk resign dari perusahaan tempat saya bekerja dan memulai mengembangkan bisnis yang sudah kujalani dalam setahun terakhir ini, yaitu Oriflame & Tweedehands. Bisnis yang saya jalani masih tergolong bisnis kecil-kecilan, namun jika ditekunii dengan serius, Insya Allah hasilnya akan jadi besar. Bahkan penghasilan yang didapat lebih dari yang dibelikan oleh perusahaan tempat saya bekerja.

Memutuskan untuk resign bukanlah hal yang mudah. Banyak yang menjadi pertimbangan saya, seperti bagaimana nantinya jika saya kekurangan duit, bagaimana dengan nama besar perusahaan yang selama ini saya sandang tiba-tiba tidak saya gunakan lagi, bagaimana jika ini, bagaimana jika itu... Banyak sekali pertanyaan yang muncul di benakku sendiri yang akhirnya menimbulkan keraguan.
Tapi saya ingat lagi latar belakang awal mula saya menjalankan bisnis, yakni ingin punya penghasilan, yang lebih dari perusahaan berikan, supaya saya bisa resign dan menjalankan bisnis dari rumah agar anak2 bisa tetap terpantau. Itu yang selalu jadi motivasi saya untuk segera resign.

Tapi ada-ada saja "pencuri mimpi" di sekitarku yang selalu menanyakan apakah saya sudah siap? Kenapa tidak menunggu sampai penghasilan dari bisnis lebih besar dari gaji yang saya dapat sekarang? Apa gak BT gak kerja kantoran lagi? Bahkan orang tuaku pun meragukanku.
Dan dengan sikap bijaksana *uhuk* semua yang bertanya-tanya seperti pertanyaan di atas, saya jawab  dengan " Jika saya menunggu waktu hingga saya siap, maka saya gak akan pernah siap. Kalau menunggu penghasilan dari bisnis lebih gede dari gaji, gak akan ada yang memicu saya untuk bekerja lebih giat jalankan bisnis ini. Insya Allah saya juga gak akan pernah merasa BT tanpa menjadi karyawan, karena dengan menjalankan bisnis dari rumah saya akan tetap disibukkan dengan segala urusan yang berhubungan dengan bisnis saya itu." 
Adapun orang tua saya yang turut mempertanyakan, cukup saya jawab dengan "Sudah waktunya saya mengurus anak-anak saya sendiri di rumah. Selama ini mereka diurus oleh Opa & Omanya, sedangkan saya dan Atunya sibuk di kantor. Saya sebenarnya merasa berdosa, karena sudah dirawat sejak kecil tapi begitu punya anak, anak pun saya titipkan di Papi Mami. Saya berhenti bekerja bukan berarti saya tidak berpenghasilan lagi. Di rumah pun saya tetap bekerja". Alhamdulillah mereka bisa mengerti.

Saatnya keluar dari "comfort zone" yang udah saya rasakan selama ini, berpindah ke zona nyaman berikutnya ;)

Bye uniform, ID Card, etc....

My last finger out

Saya sangat mencintai bisnis yang saya jalani karena sesuai dengan passion saya.
Make Up & Fashion.
Segala sesuatu yang berhubungan dengan keindahan, khususnya untuk wanita.
So, all I can say is : it's about dream, passion & hard work.

Oriflame

Tweedehands 




Posting Komentar