Jumat, Mei 03, 2013

Chiffon for Work

Sekarang ini lagi ngetrend kemeja berbahan sifon.
Hampir semua toko maupun online shopping menjualnya.
Mulai dari yang bermerek sampai yang gak bermerek sekalipun, mulai dari harga yang paling mahal sampai harga yang paling murah. Modelnya pun beragam. Kemeja, blus, bermotif, polos, banyak banget variantnya.

Hampir semua orang pakai, termasuk saya dan teman-teman di kantor.
Tetapi apa semua model baju berbahan sifon pantas dikenakan buat ngantor? 
Menurutku sih tidak... Karena bahannya yang "jatuh", sebaiknya pilih model yang pantas yakni bergaya semi formal, seperti kemeja atau blus yang dipadukan dengan rok atau celana. Kenakan dengan atau tanpa blazer. Ini bisa memberikan kesan formal dan profesional. Selain itu jangan lupa high heels agar terlihat lebih gaya.

Hindari menggunakan model yang menjuntai, terlalu banyak payet, yang akan membuatmu terlihat akan menghadiri sebuah pesta ketimbang ke kantor.

Seperti kita tahu, sifon adalah jenis bahan yang tipis, bahkan transparan, lembut, ringan, dan tidak menyerap air (termasuk keringat, tentunya), sehingga cara perawatannya pun gampang-gampang susah.
Ini dia tipsnya :
          

Kenali jenis sifon dan cara mencucinya. Sebelum dicuci, kamu wajib tahu, termasuk ke dalam sifon apa bajumu itu? Sifon dengan campuran sutera (polyester chiffon) dicuci tangan atau bisa dengan mesin cuci berkecepatan rendah tanpa pengering, menggunakan deterjen formula lembut.
Sementara, sifon sutera wajib dibawa ke laundry untuk di-dry clean khusus, mengingat bahan ini tidak bisa kena air dan bahan kimia yang terlalu keras. Hal itu dapat merusak serat bahan.

Jangan dicampur. Saat mencuci, jangan campur dengan baju warna lain, karena bahan sifon punya sifat mudah menyerap warna.

Gunakan kantung cuci berbentuk jaring (tersedia di toko/supermarket), agar sifon tidak tertarik terlalu banyak ketika mesin cuci berputar.
 
Nggak boleh diperas. Satu lagi nih, baju berbahan sifon sebaiknya nggak usah diperas setelah dicuci.

Bisa menyusut. Tenunan atau serat yang renggang bikin bahan sifon gampang menysut setelah dicuci. Tapi tenang aja, karena biasanya baju sifon kamu sudah didesain sedimikian rupa mengikuti batas susutnya.

Untuk menyetrikanya, disarankan untuk melapisi sifon dengan kain agar tak langsung terkena panas. Jaga suhunya agar tak terlalu panas dan gosok perlahan. Gosokan yang terlalu cepat dan suhu yang terlalu panas dapat meninggalkan bekas pada sifon.

Hindari benda yang memiliki sudut yang runcing karena dapat merusak kain sifon. Kuku yang panjang, perhiasan yang bersudut runcing serta peniti yang berkarat juga dapat merusak sifon. Buat yang berjilbab. pastikan peniti atau pin yang dipakai tidak berkarat. :)
 

Simpan dengan benar. Yep, penyimpanan nggak kalah penting. Untuk baju dengan detil simpel, simpan menggunakan gantungan baju berlapis busa. Namun kalau banyak detil seperti payet misalnya, lipat rapi kemudian lapisi dengan kertas khusus supaya payet nggak tersangkut.

Selamat ber-sifon ria ke kantor secantik dan semenarik mungkin. Namun jangan lupa, tetap tampil profesional dan jangan sampai saltum lho.... Bisa-bisa kamu dianggap sebagai fashion victim alias korban mode :D

Berikut ini, beberapa gaya saya dengan baju berbahan sifon untuk ngantor. 
Cekidot...

Kemeja sifon merk Gaudi bermotif tengkorak yang saya padukan dgn blazer
Blus sifon kulit jagung motif bunga dengan aplikasi karet di bagian pinggang
Kemeja sifon merk Mint bermotif polkadot berkerah bulat & bertali di pinggang
Kemeja bermotif bunga dengan 2 kantong di bagian dada
Blus motif garis dengan aksen bordir di bagian kerah & karet bertali di pinggang

Blus sifon merk Accent bermotif bunga
Blus sifon merk Gaudi bermotif bunga yang berkaret di bagian lengan mansetnya

Note :
Tips disadur dari berbagai sumber