Selasa, September 25, 2012

Restu OrTu

Baru-baru ini ada seorang sepupu curhat mengenai pertentangannya dengan ortunya. 
Inti permasalahannya adalah keinginannya untuk melanjutkan kuliah ke kota lain yang tidak mendapat izin dari ortu.
Sepupu saya ini adalah bungsu dari 2 bersaudara, yang semuanya adalah cewek. 
Dia menganggap ortunya terlalu memanjakannya, masih menganggapnya sebagai anak kecil, tidak pernah rela melepaskannya untuk hidup mandiri dan tidak memberi kebebasan untuk menentukan masa depannya sendiri.

Karena keinginannya yang kuat untuk berkuliah di tempat favoritnya itu dan mengambil jurusan sesuai dengan minatnya, sepupu ini berkeras dengan pilihannya. Sehingga status BBM, Facebook dan Twitter pun menjadi tempat pelampiasannya. 
Sampai akhirnya, entah kenapa, dia pun curhat ke saya mengenai permasalahan yang dihadapainya.

Sebagai kakak yang usia terpaut jauuuuuh banget dari dia (saking jauhnya sampai U-nya banyak :D), saya pun memberi pengertian kepadanya bahwa ortu kadang tidak memberi izin tentunya punya alasan sendiri, yang mungkin tidak dipahami oleh seorang anak.
Mungkin karena masih ada universitas atau lembaga pendidikan di kota tempat tinggalnya yang punya jurusan sesuai yang dia inginkan, atau karena mereka memang tidak mau berpisah dengan anaknya.
Namun sepupu saya itu masih berkeras dengan keinginan bahkan cenderung marah dengan kondisi seperti itu.

Yang membuat saya tertegun adalah kalimatnya...
"Saya yakin kalo anaknya Kak Ery di posisi saya pasti juga akan beranggapan sama. Mau ngebahagiain ortu, malah dihalangin, gak direstuin".

Sebagai seorang Ibu, hati saya lantas miris membaca BBMnya itu. 
Teringat anak-anak saya yang tentunya juga akan punya pilihan masing-masing sesuai dengan minatnya. 
Bagaimana jika pilihannya itu tidak sesuai dengan kami, ortunya? 
Bagaimana jika mereka nantinya akan meneruskan ke sekolah favoritnya yang di berada kota lain ?
Berjuta pertanyaan ada di benak saya...

Namun tiba-tiba saya teringat kedua ortu saya, Papi & Mami saya....
Yang sejak dulu saya kecil, selalu saya meminta pendapat dan izin mereka jika ingin memutuskan sesuatu, bahkan sekarang pun, saya yang sudah bersuami dan punya 2 orang anak, terkadang masih melakukan itu.
Sehingga segala sesuatu yang saya lakukan pastilah sepengetahuan mereka.

Hal inilah yang menjadi prinsip dan saya ajarkan kepada anak-anak saya. Bahwa jika seorang anak melakukan sesuatu tanpa izin ortu akan ada-ada aja rintangannya. Demikian pula bila anak itu sukses, tetap akan ada beban yang terasa jika di awal memulainya tidak mendapat restu dari ortu.

Sebagai anak, keinginan terbesar saya adalah membahagiakan ortu.
Dan tentu saja, Papi & Mami saya pun sebaliknya, ingin selalu melihat saya bahagia.
Karena saya yakin segala yang dilakukan Insya Allah akan selalu berhasil berkat izin, restu & doa ortu.

*with love, kiss & hug 4 my beloved parents & kiddos :*




Posting Komentar